Melupakan Kegilaan Semalam

Hahahaha…
Sekarang gue bisa ketawa kencang setelah semalaman gue menangis puas. Bagaimana sih kronologinya? Males banget gue mengulang cerita, artinya gue ngulang cerita gue 3 kali, karena pasti besok gue ditanyain kenapa kemarin mata gue bengkak-bengkak. Sumpah..mata gue kaya mata kodok.

Tadi aja waktu temen gue maen gue dapet komentar
“Ya ampun Latifah…mata lo tuh…”

Tapi bener deh gampang baget gue lupa masalah semalam. Soalnya waktu gue cerita untuk pertamakali ke temen gue, gue udah ga hafal lagi kata-kata cowok yang marah-marah sama gue dengan kata-kata yang sangat melukai hati itu. Sama sekali ga ada persamaannya. Sampe kebalik-balik mana ivent pertama.
Allah itu baik hati guys…
Permintaan gue semalem bener-bener dikabulin. Alhamdulillah..
Sampai-sampai gue shalat Subuh pukul 07.30, Astagfirullah…

Tapi gue ga selama itu jadi si pencerita. Gue jadi pendengar temen gue yang cerita tentang kisah romantika cintanya. Bukan bertepuk sebelah tangan, tapi cinta mereka terbalaskan. Hambatannya, si cowok udah punya anak and istri. Tapi temen gue hebat banget karena dia mengiklhaskan itu semua.

Jadi pendengar itu ga mudah guys..
really…
Selama ini gue banyak berperan sebagai Si Pencerita dan gue banyak cerita sama cowok yang membunuh gue semalam. huh..what the hell…
Mendengarkan keluhan atau mungkin isak tangis seseorang..yah absolutely..itu ga mudah..

Advertisements

One thought on “Melupakan Kegilaan Semalam

  1. Pingback: Hoodia Balance Reviews

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s