Pohon Kupu-Kupu

Aku sampai di 200 meter... :)

Aku sampai di 200 meter… 🙂

SUATU HARI, ceritanya saya kangen main-main di padang rumput. Hari ini saya berusaha mencari si rumput itu supaya kangennya reda. Orang bilang kalau mau mencari rumput ya di lapangan bola mudahnya, rumputnya tumbuh meluas seluas lapangan. Benar sih, tetapi di sana panas dan bukan padang rumput yang ini yang saya maksud. Yang saya cari adalah padang rumput yang sejuk yang di sana terdapat pepohonan yang rimbun. Saya membayangkan kalau ada angin, daunnya bergoyang-goyang indah jika dilihat dari atas. Kepingin sekali tiduran di bawahnya dan memandang langit biru dari celah rimbunnya daun-daun di atas.

Hhhmmm….

Jogging track yang penuh pepohonan

Jogging track yang penuh pepohonan

Dalam rangka mencari padang rumput itu, saya di ajak jalan-jalan oleh teman saya ke suatu tempat. Rupanya dia tahu saya sedang penat. Katanya “Kamu nanti bisa lihat padang rumput di sana, kamu bisa melihat daun-daun yang berguguran tertiup angin. Kamu bisa mengambil daun itu.” Dan benar, saya melihat padang rumput di sana, pohonnya juga banyak dan hijau. Rupanya di tempat itu dibuat jogging track dan fasilitas olahraga lainnya seperti lapangan sepak bola, kolam renang dan lapangan tennis.

Do you know what kind of fruit is it?

Do you know what kind of fruit is it?

Sebenarnya saya tidak begitu suka dengan tempat itu karena tetap tidak seperti yang saya inginkan. Namun saya berusaha menikmati saat berada di tempat itu. Saya berusaha menghargai usaha teman saya untuk memenuhi hasrat dan kainginan saya.

Saya mulai berkeliling, menikmati setiap inci dan atmosfer di sana. Saya sempat mencicipi buah yang kebetulan tumbuh, ada beberapa pohon buah di sana. Buahnya berada di tempat yang rimbun, agak susah memetiknya. Alhasil saya digigiti nyamuk dan bentol-bentol.

Ini dia si pohon kupu-kupu alias tayuman

Ini dia si pohon kupu-kupu alias tayuman

Selama kurang lebih dua jam berkeliling, tetiba ada yang menarik hati saya. Sebuah pohon yang dulu sering saya jumpai di kampung halaman. Menariknya karena saya baru tahu nama panggilan pohon itu di sini.

Pohon kupu-kupu menjadi sebutan pohon yang tertulis di plank itu. Pohon yang nama ilmiahnya Bauhinia ini kalau di desa saya disebutnya Tayuman atau Gedaglek.Daun mudanya bisa dibuat sayur. Daun yang biasa dikonsumsi masyarakat di desa saya dulu dipetik ketika ada hujan pertama, alasannya daunnya baru saja bersemi dan masih muda. Sebagian besar daunnya digunakan untuk pakan kambing dan sapi.

I'm finish...ready to home...

I’m finish…ready to home…

Melihan pohon ini, kangen saya malah menjadi-jadi. Saya jadi membayangkan kembali ke kampung halaman dan mengobati semua kekangenan ini. Meskipun saya sudah tinggal di Jakarta, memang, tidak akan pernah ada yang bisa menggantikan kampung halaman. Suasana kampung yang senantiasa damai, aman dan tenang selalu menjadi angan yang memanggil-manggil dalam benak.

Semoga kelak aku segera bisa kembali ke kampung halaman…

Advertisements

24 thoughts on “Pohon Kupu-Kupu

  1. Outbound Malang

    wahh, emang hometown nya dimana mba?
    semoga kesampean buat kesana dah.. hehe
    btw, maaf baru bisa bales kunjungan mba. jadwal kegiatan outdoor lagi padet2nya.. ini ada postingan terbaru dari saya.
    ditunggu kunjungan baliknya ya mba..
    thanks, happy blogging 😉

    Like

    Reply
  2. jarwadi

    Aku juga baru tahu, tayuman/gedagleg ternyata punya nama keren. Pohon kupu-kupu.

    Pohon-pohon kupu-kupu menjadi indah pada saat sedang berdaun semi dan berbunga merah jingga. Seindah bunga-bunga trembalo dan flamboyan. 🙂

    Like

    Reply
    1. Tina Latief Post author

      yup, itu buah srikaya Chit..
      Buah pohon kupu-kupu bentuknya seperti sabit..
      sewaktu masih muda seperti kacang kapri

      Like

      Reply
  3. alaika

    Halo mba Tina, makasih udh mampir di rumah maya saya ya… salam kenal kembali. 🙂

    saya baru tau lho kalo ada pohon bernama kupu2… , dan jadi penasaran kalo di Aceh pohon itu disebut pohon apa ya? hehe…

    o jadi mba Tina orang Yogyakarta? udh lama ga pulang ya makanya homesick? sabar… ntar kalo udh pulkam bisa melepas rasa kangen kan ya?

    met week end ya…

    Like

    Reply
    1. Tina Latief Post author

      iya pak, ceritanya rumput bertemu rumput 😀
      dibelai angin sepoy dan rumput hijau itu seperti belaian yang datang dari surga..

      Like

      Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s