Bulu ketiak

Di dalam angkutan umum memang memungkinkan untuk terjadinya kotak dan interaksi sosial. Seperti halnya di Trans-Jakarta (lagi-lagi Trans-J). Dulu, hari-hari pertama kali menggunakan bus ini saya banyak mendapat kenalan. Awalnya bertemu mata saja, kemudian tersenyum, tak lama berani negur saya dan akhirnya ngobrol di sepanjang perjalanan. Kadang bertemu orang yang cukup menyenangkan, namun juga tidak jarang saya ketemu sales. Entah sales majalah, orang nyari nasabah sampai nawarin asuransi pernah saya temui. Tiga bulan menggunakan bus ini banyak cerita yang saya dapatkan. Itu beberapa bulan di tahun yang sudah berlalu, dulu.

ย โ€œBus Trans itu gimana sih kok engga ada tempat duduknya?โ€ kata kakek saya dulu. Beliau ini gusar karena suka dengar cerita kalau saya suka berdiri terus di bus ini. Memang, perbandingan tempat duduk dengan penumpang sangat tidak sesuai melihat penumpang ternyata melebihi kuota bus yang sesungguhnya. Akibatnya ya banyak penumpang yang tidak mendapat tempat duduk alias nggandul (penumpang berdiri di antara penumpang yang duduk).

Saking tidak perdulinya dengan kondisi yang begitu tidak nyaman, terutama bagi wanita, banyak sekali yang acuh terhadap dirinya sendiri. Wanita yang suka pakai baju dengan lengan terbuka, yang tidak mendapatkan tempat duduk, terpaksa berdiri dan berpegangan pada pegangan di atasnya dengan keadaan ketiak terbuka. Bukan bau ketiak yang saya maksud, tetapi kondisi ketiaknya yang dipenuhi bulu itu dibiarkan begitu saja terbuka. Andaikan saya bisa mengambil gambarnya pasti saya sampai sekarang masih terkikik sekaligus jijik (saya engga suka bulu ketiak, hueeekkk).

Wah postingan ini menjijikkan….kabur…

Advertisements

23 thoughts on “Bulu ketiak

  1. SlameTux

    Wah, paling gak suka aku yang namanya bulu ketiak. Pasti punyaku langsung tak cabut kalo sudah panjang dikit.
    Oiya mengenai postinganku ya, untuk yang karapan sapi memang tak letakkan di paling atas atau dinamakan dengan Sticky Post. Nah untuk yang terbaru ada dibawahnya, kalo gak percaya silahkan di check! hehehe ๐Ÿ˜€
    Aku selalu update tiap hari kok ๐Ÿ™‚ ini semua untuk mewujudkan resolusi di tahun 2012 ini.

    Like

    Reply
  2. dinneno

    Kalau cowok yangberbulu ketiak apakah itu menjijikan juga? ๐Ÿ˜€
    Cewek berbulu ketiak itu sempat menjadi tren loh di tahun 80’an dan awal 90’an. Artis-artis banyak yang sengaja memelihara bulu ketiaknya.

    Like

    Reply
  3. budiastawa

    Ah jadi malu sama Tina; bulu ketiakku sampe busa kukepang lho ๐Ÿ˜ณ Justru kalau nggak ada bulu ketiak, badanku bisa tambah bau.

    Eh, itu wanita emang buluan kali. Kalau soal wanita, aku emang nggak suka yang berbulu [ketiak, maksudnya]. ๐Ÿ˜†

    Like

    Reply
  4. Faisal Rachmadin

    Kalo Eva Arnaz baca postingan ini, pasti ngikik, secara doi icon cewek berbulu ketiak jaman dulu ๐Ÿ˜€

    Kalo saya pribadi sih suka cewek yang bersih dari bulu ketiak, lebih bersih aja keliatannya, hmmmmm :9

    Like

    Reply
  5. ~Amela~

    hahahha. artis jaman dulu banyak lho mbak..
    pernah tuh lihat film jadul, pemeran utama wanitanya pede2 aja sama bulu ketiaknya.. mungkin karena jaman dahulu kalau belum musim itu cukur dan wax

    kalau sekarang, mending kalau ga sempet cukur g usah pake baju u can see my ketek deh
    hahaha

    Like

    Reply
  6. Asop

    Nanti bulu ketiaknya punya sisir sendiri, sisir khusus… hihihi :mrgreen:

    Saya sendiri malah bingung, gimana ya cara mencukur rambut ketiak? Biasanya saya nyukur gak bisa bener2 bersih….

    Like

    Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s