Plan the work, work the plan

Dari beberapa pangalama saya mengenai sebuah rencana, yang terlaksana dari perencanaan itu adalah 2 jumlahnya dari 7. Artinya tidak semua recana saya terealisasikan seperti yang saya harapkan, perbandingannya pun tidak seimbang. Banyak waktu yang saya dedikasikan untuk sebuah perencanaan yang matang, namun the power of luck belum menyertai saya. Jatuh, kecewa, sedih dan menangis. Sampai suatu ketika saya berfikir “Jadi rencana itu sebenarnya perlu engga sih?”

Dikenal sebagai game of luck. Seseorang yang berada disebuah arena permainan keberuntungan harus menentukan kemenangannya. Beruntung atau tidak. Menilik sejenak ke belakang, ternyata secara sadar saya tidak memiliki sesuatu yang di dapat dari keberuntungan. Jika karena tidak berusaha dengan kemampuan sendiri, saya tidak akan pernah mendapatkan apa yang saya mau.

Saya belum pernah mendapatkan doorprise yang melibatkan nomor undian saya ketika dikocok panitia acara. Pernah, nyaris namun itupun gagal juga karena ketidak beruntungan saya. Ketika nomor terpanggil adalah milik saya, terkejutlah saya. Tetapi  saya tidak bisa menunjukkan bukti nomor pasangan yang saya miliki karena ternyata pasangan nomor itu saya masukkan semua ke dalam kotak undian. Poor of you…

Tetapi saya tetap ngotot  ingin mewujudkan apa yang sudah jauh berada di benak saya. Saya berfikir ulang, perlukah saya membuat sebuah rencana?

What should I do today?

What should I do today?


Saya putuskan untuk menyusunnya secara sistematis. Kolom-kolom di lembar portofolio itu saya isi sesuai dengan pembagian waktu dan segenap atribut yang harus saya lakukan untuk menunjang puncak keberhasilan rencana saya. So here is my work plan. Start on Wednesday, February the first 2012. Kali ini ternyata saya berfikir kalau rencana itu perlu. Plan the work and work the plan as good as possible.

Bagaimana kalau rencana itu tidak dikalungi keberuntungan? Stop, tidak ada pengandaian. Mungkin orang seperti saya memang tidak ditakdirkan untuk selalu dikalungi keberuntungan. Kalau keberuntungan itu tidak ada, maka saya yang akan menciptakan keberuntungan itu sendiri. Bukankah laki-laki sejati menciptakan keberuntungannya sendiri? Kalau begitu saya juga bisa.

Advertisements

29 thoughts on “Plan the work, work the plan

  1. jarwadi

    To accomplish great things we must not only act but also dream; not only plan but also believe. -Anatole France

    one I noticed is you do things neat, dear hehe
    one more thing you have to do is to strengthen your believe 😉

    Like

    Reply
  2. SlameTux

    Kalo menurut aku sech rencana itu perlu, karena biar kita bisa mempersiapkannya dengan cukup matang.
    Untuk masalah doorprise, aku pernah mengalami pengalaman yang sama. Pada saat panitia menyebutkan nomer undiannya, ternyata mepet-mepet ke nomerku. Akan tetapi nomerku tidak disebut-sebut, pernah juga undianku tak berikan ke temanku, dan anehnya lagi nomer di undianku yang telah aku berikan ketemanku itu disebutkan oleh panitia JJS (Jalan-Jalan Santai) waktu itu. 😦 Mau nyesel gimana, mau menggerutu gimana, tak ikhlaskan saja… 🙂

    Like

    Reply
      1. SlameTux

        Waduh… gak enak juga kalo direbut kembali, hehehe
        oiya ganti lagi ta headernya? cuma saran ya, kalo bisa tulisannya itu di perjelas lagi, soalnya kurang kelihatan… 🙂

        Like

  3. rowmanisme

    kalo saya sudah membuat kolom-kolom seperti itu sejak setahun yang lalu, memang awalnya cuma sekitar 10% yang terealisasi, tapi kolom-kolom terakhir sudah terealisasi sekitar 50%, sama juga ya,hehe

    Like

    Reply
  4. ardiansyahpangodarwis

    yup rencana itu penting banget untuk sesuatu yg sangat penting
    kalau misalkan belum dapat keberuntungan tetap bersyukur karena sebentar lagi keberuntungan yg lebih besar bakalan datang karena tuhan itu maha melihat.
    rencananya udah tersusun jadi tinggal perjuangannya 😀

    NEVER GIVE UP KAWAN,,,!!!

    Like

    Reply
  5. budiastawa

    “…maka saya yang akan menciptakan keberuntungan itu sendiri. Bukankah laki-laki sejati menciptakan keberuntungannya sendiri? Kalau begitu saya juga bisa.”

    Ck ck ck… Tina memang gadis yang pantang menyerah! Salut. Eh, aku laki-laki sejati nggak ya?

    Like

    Reply
  6. kips

    Kl rencana sudah tersusun rapi, sepertinya lebih mendekatkan thd maksimalnya realisasi rencana2 tsb. Kembali pada masalah keberuntungan, sy sendiri sepertinya mengalami hal serupa. Dari postingan diatas, semoga bisa memotiviasi sy untuk dapat menciptakan berbagai keberuntungan hehe.. Thanks ya!

    Like

    Reply
  7. misstitisari

    rencana itu perlu, yang kemudian ditunjang dengan usaha untuk mewujudkan tujuan dari rencana tersebut. tapi kalaupun sudah berusaha semaksimal mungkin dan hasil yg didapatkan tidak sesuai dengan rencana semula, ya sudah, ngga boleh menyesal, toh udah usaha maksimal kan 🙂

    Like

    Reply
  8. uyayan

    perencanaan itu sangatlah penting..
    jangan lupa harus menyiapkan juga solusi solusi dari masalah yang mungkin akan timbul saat menjalankan rencana itu sendiri..

    Like

    Reply
  9. Budi Nurhikmat

    “keberuntungan itu tidak ada, maka saya yang akan menciptakan keberuntungan itu sendiri. Bukankah laki-laki sejati menciptakan keberuntungannya sendiri? Kalau begitu saya juga bisa.”……

    like this 🙂
    cuma mau nambahin
    ” yang menciptakan keberuntungan = TINDAKAN !!”

    salam kenal
    blognoerhikmat

    Like

    Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s