Senja di pelupuk mata

Senja di batas kota
Slalu teringat padamu
Saat kita kan berpisah
Entah untuk berapa lama

Walau senja tlah berganti
Wajahmu slalu terbayang
Waktu engkau kulepaskan
Berdebar hati di dada

Potongan lagi dari Ratih Purwasih ini saya cari kembali setelah sekian lama saya tidak menyanyikan sekaligus mendengarkannya. Ceritanya kangen-kangenan sama seseorang kemudian ingat lagu ini.. hehehe

Lagu ini awalnya saya dengar dari Mom yang suka mutar kaset-kaset lawas (untuk saya) bersama tante-tante saya yang dulu masih gadis. Kira-kira saya baru berumur 5 sampai 6 tahunan saya sudah sering mendengar lagu ini. Akhirnya saya jatuh cinta juga dan ikut-ikutan menyanyikan lagu ini.

Setelah Googling di youtube saya malah mendapatkan banyak lagu-lagu jadul yang dulu pernah saya dengar berbarengan dengan lagu Senja di Batas Kota seperti Teluk Bayur dan Senandung Rindu. Suka…

Dulu saya memang tidak suka ketika Mom suka memutar kaset-kaset itu terlau lama. Pasalnya saya lebih suka lagu anak-anak dulu. Paling sering saya putar dan paling saya suka adalah lagunya Maissy “Idola Cilik” dan “Kuman Nakal”. Saya suka berteriak “Matiin dong tape-nya…ganti dong lagunya”. Kalau saya sudah nangis baru deh diganti. Langsung saya diam dan mulai bergoyang mengikuti irama lagunya Maissy. Terlebih ada kaca besar yang bisa memuat badan saya secara utuh. Sudah, keluarga menikmati aksi saya sambil terkekeh-kekeh. Yang paling suka memuji nenek saya, “Duh pinternya…”

Saya masih ingat saya pernah bilang begini dulu, “Aku engga suka sama lagunya orang-orang gede, berisik”. Seiring berjalannya waktu, saya tumbuh semakin besar dan mampu menerima lagu-lagu orang-orang dewasa. Akhirnya pernah juga saya teriak “Aduh, kenapa lagu anak-anak sih yang diputer?” Dasar…

Sekarang saya justru kangen dengan lagu-lagu kenangan semacam ini. Rasanya kembali ke masa lalu dimana kedamaian dan keindahan itu saya temukan di masa lampau bersama orang-orang yang menyayangi dan menjaga saya setiap waktu.

Adakah yang merindukan saya saat ini?

Advertisements

14 thoughts on “Senja di pelupuk mata

  1. SlameTux

    Ehem… ada kok yang lagi merindukanmu… ni yang komentarin… 😀
    Yang paling sering dengerin lagu-lagu seperti itu adalah Masku tuh, sering banget muterin lagu-lagu jaman segitu. Meskipun lagunya lama, akan tetapi musiknya tuh bagus slow dan suara dari penyanyinyapun tidak ada yang menyamai sekarang ini… T.O.P B.G.T dah… 🙂

    Like

    Reply
  2. ♥BagiBagiBlog♥

    Hmm… Lagu Lawas itu emang banyak mengandung kenangan yach.. lirik lagunya juga romantis Banget deh, gak kalah ma Lagu jaman sekarang!!
    Lumayan sering dengerin siy, kalo pas ada dirumah BUdhe gitu, secara Orangnya punya koleksi lagu lawas,, banyak banget!!!
    Hwehehe…

    Like

    Reply
  3. budiastawa

    Tina, kalau dulu saat diputar mama tidak suka. Dan sekarang malah seneng mendengarnya…. itu tandanya Tina sekarang udah dewasa (*walah, dikeplak Tina*)

    Like

    Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s