Kisah sebatang pohon di tepi jalan

ketika daunku yang rindang menghijau memberikan keteduhan dan kesejukan pada kalian....

ketika daunku yang rindang menghijau memberikan keteduhan dan kesejukan pada kalian....

Kalian justru menggorogoti tubuhku, melukaiku sedikit demi sedikit...

Kalian justru menggorogoti tubuhku, melukaiku sedikit demi sedikit...

kenapa tidak lebih baik langsung huncamkan gergaji itu ke tubuhku hingga aku bisa sekali tumbang tanpa mengalami penyiksaan seperti ini...

kenapa tidak lebih baik langsung huncamkan gergaji itu ke tubuhku hingga aku bisa sekali tumbang tanpa mengalami penyiksaan seperti ini...

daun yang melindungi dari panas dan terik kini telah gugur, keringnya dibakar menimbulkan asap hitam di udara...siapa yang akan bertanggung jawab? bukan aku.

daun yang melindungi dari panas dan terik kini telah gugur, keringnya dibakar menimbulkan asap hitam di udara...siapa yang akan bertanggung jawab? bukan aku.

Advertisements

25 thoughts on “Kisah sebatang pohon di tepi jalan

    1. Tina Latief Post author

      di sebelahnya ada warung masakan padang Fan..mungkin mau diluaskan warungnya, soalnya pohonnya tidak mengganggu jalan sama sekali..

      Like

      Reply
  1. budiastawa

    Manusia itu bodoh, tidak mengerti bahasa pohon. Padahal pohon itu bisa membaca pikiran manusia. Gak percaya? Coba tempelkan lie detector pada sebuah pohon, terus berpikirlah Anda akan membakar atau menebanya, pasti ada reaksi pada lie detector itu.

    Pohon adalah makhluk Tuhan yang tak bisa berpindah, tapi di sisi lain, pohon memiliki kelebihan yang tidak diketahui manusia.

    Like

    Reply
    1. Tina Latief Post author

      mungkin perluasan warung makan di sebelah pohon itu persis bunda…
      soalnya ini pohon tidak mengganggu jalan sama sekali..

      Like

      Reply
  2. Ni Made Sri Andani

    Waduuh.. kok tega banget menggeorogoti kulit kayu di bagian pangkalnya itu ya.. Nggak sadar bahwa apa yang dilakukan itu menyakiti pohon.. dan tak jelas juga untuk apa.
    Jika saja si pelaku memikirkan betapa sakitnya kalau dirinya yang digeogoti kulitnya seperti itu, barangkali ia akan berpikir ulang untuk melakukannya..

    Like

    Reply
  3. armae

    Kasiaaan pohonnyaaa… 😥
    Seandainya mereka bisa benar-benar berbicara, gak bisa bayangin berapa banyak pohon yg nangis karena diperlakukan seperti itu…

    Like

    Reply
  4. dinneno

    Tangan manusia tak pernah lepas dari jahil, demi kepentingan pribadi semata manusia rela menyakiti sesama makhluk hidup. Paling sederhana saja yang sering terjadi, bagaimana pohon-pohon dijadikan tempat iklan dengan cara dipaku.

    Like

    Reply
  5. Pakde Cholik

    Dalam rangka apa ya pohon itu dikuliti ? Mosok dalam angka 17 an sih ??
    Tanaman pelindung di jala raya sudah banyak yang tua dan kropos lho. Hara hati ketika hujan lebat.

    Salam hangat dari Surabaya

    Like

    Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s