Mencari kedamaian di pinggiran kota Jakarta

meadow, wind, grass.....akhirnya ku menemukanmu....

LELAH berdebat dan berkompromi (seperti kisah seorang istri yang lelah berantem dengan suaminya saja) akhirnya menyeret saya untuk mencari sebuah pelampiasan. Satu-satunya yang terfikirkan oleh saya waktu itu adalah bagaimana cara mendapatkan suasana yang benar-benar bisa membuat saya berfikir, kalau istirahat itu perlu. Sebentar saja. Destinasi saya adalah sebuah K A M P U N G.

Perjalanan ke kampung kali ini memberikan banyak manfaat besar untuk kesegaran nafas. Paling tidak paru-paru ini tidak kepayahan mencerna udara di atmosfer yang berbeda. Kali ini judulnya Pulang Kampung.

Dua hari satu malam tepatnya saya berada di kampung. Cukup singkat namun berkesan sekali. Perjalanan ini benar-benar memulihkan pikiran saya, penyesatan ke jalan yang benar. Haa..

Dua hari saja. Bagaimana caranya saya bisa mendapatkan yang seperti ini?? Untuk menjumpai pemandangan seperti ini pasti yang terfikirkan pertama kali adalah ini dapat dijumpai di desa. Desa yang belum terpolusi, sejuk, damai, hijau. Lalu dimana desa itu berada? Di JAKARTA pula.

Tetapi gambar itu bukan hasil potret alam bawah sadar saya yang melayang jauh untuk bertemu dengan desa impian. Desa itu ada dan saya baru saja menemuinya. I will show you…

Di sepanjang perjalanan, saya memotret apa saja yang menurut saya unik dan termasuk dalam beberapa yang saya rindukan. Yep, ini adalah desa dimana paman saya tinggal bersama ketiga anaknya yang terletak di Cipete, Jakarta Selatan. Kaget, karena ini kunjungan perdana saya pada siang hari, sendiri. Jadi saya bisa melihat semuanya dengan jelas, ternyata di dalam kota ini masih ada desa lengkap dengan sawah, rumput, lumpur dan keong.

biasanya anjing galak yang di depan rumah tetapi kali ini malah menemukan kambing di depan rumah

meadow, wind, grass…..akhirnya ku menemukanmu….

baru kali ini berjalah beriringan dengan angsa....hihihihi

meadow, wind, grass…..akhirnya ku menemukanmu….

ada ayam betina di semak-semak...can you find her?

meadow, wind, grass…..akhirnya ku menemukanmu….

Hasil pembacaan saya pertama kali adalah di tempat ini semua bangunan cukup mewah. Semua bangunan merupakan bangunan permanen dan memiliki 2 lantai. Yang membuat saya heran, bangunan ini terletak di tengah-tengah sawah yang digenangi air.

tuh ada tower di tengah sawah...

meadow, wind, grass…..akhirnya ku menemukanmu….

Ini dia si jali-jali....lagunya enak, lagunya enak merdu sekali....(paling suka sama ini 'jali')

meadow, wind, grass…..akhirnya ku menemukanmu….

Hari pertama berkeliling kebun yang penuh dengan hijau-hijau. Sungguh bernafas di sini berbeda sekali dengan di central Jakarta.

dikebun tanaman yang belum saya kenal...hehehehe katanya tanamannya untuk dekorasi..

dikebun tanaman yang belum saya kenal…hehehehe katanya tanamannya untuk dekorasi..

i got this kind of fruit...this is called 'ceplukan'

meadow, wind, grass…..akhirnya ku menemukanmu….

Hari ke dua, pagi-pagi saya sudah merengek minta diantar jalan-jalan ke sawah lagi. Begitu lihat rumput saya sangsung peluk-peluk saja.

big huge to the grass.....i miss you so much...

big huge to the grass…..i miss you so much…

grass grass grass....

meadow, wind, grass…..akhirnya ku menemukanmu….

haaa i gotta a friend here....mbeeeekkkkk

meadow, wind, grass…..akhirnya ku menemukanmu….

Wah, banyak ya foto-fotonya. Sengaja untuk hari special untuk si Rumput. Dalam rangka memposting yang ke-31 bulan Januari, saya hadirkan kisah petualangan saya bersama rumput-rumput cantik ini. Semoga di akhir tahun nanti bisa genap yah…

Matahari mulai terbit, saatnya Tina berpamitan.... :)

Matahari mulai terbit, saatnya Tina berpamitan…. 🙂

Pulang ke kampung paman memang tidak seperti jika saya main ke kampung halaman sungguhan. Paling tidak kali ini saya bisa menemukan sesuatu dari sisi dunia yang lain. Yang desa biarlah menjadi desa. Kalau semua jadi kota, bagaimana nanti nasip keong-keong yang saya jumpai kemarin? Semoga 10 tahun mendatang desaku akan tetap menjadi desa yang bisa mengobati rasa penat saya di kota. Desaku yang ku cinta….

Advertisements

13 thoughts on “Mencari kedamaian di pinggiran kota Jakarta

  1. budiastawa

    Wah bunga desanya cantik. 😳

    Ternyata kamu pencinta rumput sejati ya Tin? Mm… suasana desa memang selalu bisa membuat rileks dan plong. Saya kebetulan tinggal di desa juga, dan tiap hari bisa lihat sawah nan luas dan rumput nan hijau, mau?

    Like

    Reply
  2. Ely Meyer

    wow .. fotonya cantik cantik .. Tina juga cantik 🙂
    ayo main ke tempatku tina, banyak rumput hiaju di mana mana, bunga matahri berwarna warni 🙂

    Like

    Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s