Mirip Dandelion

Benar-benar ndeso, saya baru tau kalau bunga ini namanya Dandelion. Karena sebuah buku, di awal Februari ini saya mengisahkan tentang bunga mirip Dandelion yang dulu sekali pernah saya lihat namun belum mengenalnya secara lebih spesifik. Ingatan itu kembali tersaji ketika buku yang saya jumpai ini  mulai berkisah.

Dandelion

bunga ini namanya dandelion

Bunga yang sering saya jumpai ketika saya pulang sekolah beberapa tahun yang lalu di pinggir jalan yang saya lewati setiap harinya mirip sekali dengan bunga ini. Waktu itu saya masih berada di bangku sekolah dasar. Acapkali melihat bunga itu mekar saya suka menghampirinya, kagum melihat keindahan bunga ini saat mekar. Pernah saya memetik bunga itu kemudian bunganya saya mainkan untuk sumping di telinga atau saya bawa pulang untuk dimasukkan dalam pot air.

Namun keindahannya tidak berlangsung lama, bunganya tidak seindah saat di pohonnya, berubah menjadi coklat dan membusuk. Sejak saat itu saya lebih suka membiarkannya di pohonnya sampai bunga itu berubah menjadi parasut-parasut lembut yang bisa beterbangan ketika ditiup angin.

Berdasarkan buku Tumbuhan yang ditulis oleh Terry Jennings, bunga dandelion berhabitat di halaman berumput, tempat pembuangan sampah dan pinggir jalan. Seperti habitat bunga yang saya jumpai mirip seperti bunga dandelion, saya pernah menemuinya di jalan dekat sawah yang menghubungkan sebuah rumah teman blogger saya. Malahan saya juga pernah menemukannya dekat bak sampah

Ketika sudah berbunga, bunganya berwarna kuning. Beberapa waktu kemudian bunganya berubah menjadi biji-biji kecil yang memiliki parasut berupa rambut-rambut halus yang membuatnya mudah diterbangkan angin. Benar-benar mirip dandelion.

parasut dandelion

parasut dandelion

Perbedaannya bunga dandelion yang ditulis oleh Terry Jennings memiliki sebuah kepala di tiap pucuk batang, sedangkan bunga yang saya temui memiliki satu tangkai bunga utama kemudian memiliki cabang bunga-bunga kecil di tangkainya itu. Ciri daunnya yang melebar ke segala arah dan struktur bunga yang sama benar-benar membuat saya berfikiran kalau bunga di tepi jalan itu adalah bunga dandelion jenis lain. Benarkah?

Sayangnya saya tidak berkesempatan mengabadikan bunga itu dulu. Untuk menguji hipotesa ini, saya harus menemukan bunga itu kembali. Sayangnya tempat dimana saya menemukannya bukan di sini, tapi di suatu tempat yang jauh dari saya. Bunga di tepi jalan, masihkah kau di sana?

Advertisements

12 thoughts on “Mirip Dandelion

  1. budiastawa

    Tina, barusan ku cari di Google dengan keyword “dandelion” terus klik pencarian gambar. Ada banyak foto menarik terkait bunga ini. Bunga yang menakjubkan. Cara berkembang biaknya itu lho… Berparasut ditiup angin, mengembara nun jauh di sana, untuk menebarkan keindahan baru…. 😀

    Like

    Reply
  2. Ely Meyer

    bunga ini menjadi musuh buat kami dan tetanggaku kalau musim panas, karena rumput di halaman akan dipenuhi dgn bunga liar ini, kalau nggak dicabuti berkembang biaknya luar biasa sekali rumput bisa lenyap diganti dgn bunga ini ….. oh no ! halaman rumah jadi jelek sekali 😦

    Like

    Reply
  3. Evi

    Mesti segera jalan-jalan ke Taman Bunga yg di Puncak nih Tin…Dan suka sekali kalimat, ” ketika dia berubah jadi parasut2 kecil” Imajinasi yg luar biasa 🙂

    Like

    Reply
  4. reby

    saya sangat suka dandelion.. ia liar.. dan hingga kini saat saya menjumpainya saat mekar dan menjadi kembang parasutnya.. saya pasti memetiknya dan meniupnya.. terbang,,, terbang di tiup angin. hahahaa 😀 kekanakan memang. tapi saya memang masih sering melakukannya

    Like

    Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s