Coklat lokal yang ‘sesuwatu banged’

Romantisnya penikmat coklat Monggo

Romantisnya penikmat coklat Monggo

Romantisnya kisah pacaran saya kalah jauh jika dibandingkan foto kakek dan nenek yang sedang menikmati coklat Monggo, coklat asal Jogja yang tanggal 12 Februari 2012 menjadi liputan halaman depan KOMPAS lalu. Banyak jenis coklat dari berbagai jenis merk terkenal sudah saya cicipi alhasil dari pangeran-pangeran tampan yang membawakan saya coklat di hari penuh coklat. Sayangnya saya kecewa karena coklat lokal ini belum pernah saya cicipi. Orang Jogja malah belum pernah makan…pie sih?? Soalnya kemarin tidak ada pangeran dari Jogja yang singgah ke sini membawakan coklat. Akhirnya ada oleh-oleh baru yang bisa dipamerkan.

Sakit perut semalaman, tidak bisa tidur, kaki keram, badan sakit semua,  benar-benar sesuwatu banged. Sayangnya kalah seru jika dibandingkan yang lebih sesuwatu banged ini.

coklat sesuwatu banged

coklat sesuwatu banged

Sosok fenomenal dari Garut ini memang sesuwatu banged jika dinikmati terlebih kondisi saya memang seakan ingin masuk gawat darurat. Coklat berpalang merah itu cocok untuk saya semalam. Sayangnya pangeran saya sudah tidur terlelap ketika saya sedang butuh UGD. Ha..


Khusus bagi pecinta jamu gendhong khas Jogja, ada coklat khusus untuk penggemar jamu yang dikemas dalam coklat roso. Meski katanya rasanya sedikit unik, sudah terbukti kalau jamu kunyit asam dan cabai digemari. Lagi-lagi orang Jogja yang terdampar di Jakarta ini belum bisa mencicipi.

coklat roso

coklat roso

Sebagai negara penghasil kakau terbesar ketiga setelah Pantai Gading dan Ghana, Indonesia wajib punya produk coklat yang khas seperti belgian chocolate yang sangat mengunggulkan kelezatan bagi penikmatnya. Belgian chocolate dikatakan memiliki cita rasa yang sanggat tinggi karena memenuhi semua standar untuk produk gula-gula. Bahkan, Swiss yang juga terkenal akan coklatnya, juga mengimpor resep dari ahli coklat Belgia.

Berdasarkan info goorme.com keunggulan Belgian chocolate dibandingakn coklat lain adalah bahan serta teknik pembuatannya. Di  zaman modern ini, Belgian chocolate masih dibuat dengan tangan menggunakan peralatan orisinil dan di toko-toko kecil. Hal ini semakin menegaskan keeksklusivan Belgian chocolate. Saat ini, toko-toko coklat kecil di Belgia dijadikan atraksi turis yang sangat menarik.

Belgian Chocolate sudah populer sejak abad 18 tetapi proses baru yang diciptakan oleh Jean Neuhaus pada tahun 1912 melambungkan popularitas coklat ini berkali-kali lipat. Neuhaus menggunakan coklat versi khusus yang disebut couverture. Couverture merupakan jenis coklat yang kandungan cocoa butternya tinggi, sekitar 32-39%. Dengan couverture, Neuhaus membuat praline yang diisi dengan kacang serta buah. Banyak perusahaan praline Belgian Chocolate yang masih beroperasi hingga kini seperti Leonida, Neuhaus, Godiva dan Nirvana.

Keunggulan lainnya dari Belgian Chocolate adalah teknik penyimpanan couverture sebelum digunakan. Dalam pembuatan coklat, perusahaan coklat menerima couverture dalam bentuk padat (dibekukan) yang kemudian dipanaskan sampai mencair. Belgian chocolate menerima couverture dalam wadah khusus sehingga couverture tersebut tidak perlu dipanaskan terlebih dahulu. Coklat yang tidak dibekukan memiliki aroma yang lebih baik daripada coklat yang dibekukan.

Kira-kira bisa tidak ya menyamai si belgian ini? Berbeda lebih indah, mungkin dengan rasanya yang unik ini orang-orang dibelahan dunia sana bisa mencicipi ragam coklat yang kelezatannya tidak hanya dimiliki Belgia saja. Terutama bagi negara pencari rempah yang sempat mendaratkan kakinya berabad-abad di Indonesia, semoga bisa menikmati banyak-banyak.

Nah, coklat mana yang kamu dapatkan dihari penuh coklat 14 Februari kemarin? Masih ada yang mau jadi pangeran pengantar coklat untuk saya? Come come…

Advertisements

9 thoughts on “Coklat lokal yang ‘sesuwatu banged’

  1. Evi

    Tin, aku pernah berkunjung ke pabrik coklat Monggo yg di bekas ibu kita Mataram itu. Beli beberapa biji saja karena emang mahal. Pabriknya sih rumah biasa, tapi ide dibelakang coklat itu lho yg luar biasa..

    Like

    Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s