Frustasi, misi dan doa

Kembali ke hari Minggu kemarin. Saya masih ingat Minggu sore kemarin saya memutuskan untuk tidur sejenak setelah merasakan kelelahan akibat kegiatan yang saya kerjakan. Sebenarnya saya hanya duduk saja, namun dengan kondisi fikiran seperti kemarin ternyata membuat pekerjaan kecilpun menjadi seberat memikul kiloan buku yang tak ada habisnya.

Namun saya menyesal mengapa saya harus tertidur dan tidak membiarkan mata lelah ini tetap terbuka. Menyesal memang ditakdirkan di akhir. Jikalau tidak maka saya…

Setelah beberapa jam saya tidur, saya terbangun entah karena apa. Ketika terbangun secara tiba-tiba saya langsung menuruni tangga dan berlari keluar dengan keadaan kucel dan berantakan. Saya tidak sadar apa yang saya lakukan kala itu. Tiba-tiba ditangan saya sudah ada bungkusan hangat berisi bubur kacang hijau lengkap dengan rotinya.

Saya tidak merasa bermimpi, mungkin sedikit sleepwalking. Baru beberapa saat setelah saya kembali ke kamar, saya mulai merasakan keanehan dalam diri saya, perasaan saya. Perlahan-lahan seberkas cairan hangat mulai mengalir dari kedua mata dan membanjiri mata saya yang masih belum sepenuhnya memandang  dengan jelas keadaan sekitar saya. Seperti dilanda kesedihan yang amat sangat, saya terus dan terus menangis sampai saya tidak ingat kapan berhentinya. Seingat saya, pukul 22.00 saya sudah tertidur kembali setelah selama dua jam saya sempat nonton film. Artinya selama saya bangun sampai sebelum akhirnya nonton saya masih menangis.

Seperti anak ayam kehilangan induknya, saya gelisah dan merasakan kesepian yang belum pernah saya rasakan sebelumnya. Saya merasakan sesuatu yang dulunya berada didalam diri saya hilang. Kemudian menyelimuti hati dan pikiran saya dengan perasaan gelisah seakan terjebak dalam kesendirian di kegelapan. Beberapa kali saya mengambil nafas panjang, berusaha menemukan diri saya kembali. Peristiwa yang terjadi dalam hidup saya kali ini memang tidak terduga dan sangat emosional. Seakan membawa saya ke alam bawah sadar yang ternyata kepingan kecil yang hilang itu merupakan bagian penting dari kebahagiaan saya.

Kembali saya merenunginya, apa manfaat saya seperti ini?

Kondisi kesehatan saya benar-benar sedang kacau. Sampai hari ini saya malah belum pulih betul.  Dan saya sudah ditegur kenapa saya tiba tiba menjadi kurus. Saya hanya tersenyum mendengar teguran ini. Saya mencoba menikmati kesakitan yang saya rasakan saat ini baik dari hati dan pikiran saya yang rumit. Inilah nikmat hidup saya yang penuh warna.

Saya mencoba tertawa. Apalagi yang saya rasakan saat ini belum ditambah beban saya yang dalam hitungan detik sudah menghampiri saya. Tahun ini adalah target kuliah saya. Saya tidak main-main lagi untuk keseriusan saya kali ini. Memilih universitas berkelas memang impian saya, namun saya kembali menerawang, dompet ini ringan bak hampa udara. Saya memerlukan kebahagiaan untuk bertahan hidup. Setidaknya saya bisa tertawa gembira saat semua yang saya inginkan tidak saya miliki.

Lagi-lagi kebahagiaan saya hilang. Serta merta senyum cerah saya menghilang ditelan badai. Saya hanya bisa bersimpuh mentap langit mendung diatas sana.

Ya Allah, apakah engkau mendengarku? Kembalikan kebahagiaanku, kuatkanlah aku yang kini goyah. Dukung aku dengan kekuatanmu, karena Engkaulah yang Maha Agung dan Maha Kaya. Aku bertobat atas semua dosa dan kesalahanku. Ampuni aku ya Allah…

Izinkan aku untuk menggapai semua cita-citaku…Amin..

 

Advertisements

8 thoughts on “Frustasi, misi dan doa

  1. SlameTux

    Hmm jadi sebab itu ta kemarin Rumput gak muncul ke Dunia Maya…
    Semangat donk Rumput… Masak gara-gara hal semacam itu akan menjadi beban bagimu… Gara-gara musim kemarau seperti itu kamu menjadi layu? tetap segar donk meskipun diterik matahari yang menyengat sekalipun!!!
    Dan lupakan segala badai api yang menerpa dirimu itu, tumbuh dan berkembanglah agar semua cita-citamu bisa tercapai dengan lancar dan mudah,,,
    Semoga sukses ya memilih apa yang Rumput cita-citakan… (^_^)

    Like

    Reply
  2. Dwi Wahyudi (@bloggerborneo)

    Hello rumput, how are you? Hhhmm… ternyata disini Sang Rumput mencurahkan segala perasaannya, salam persahabatan dari tanah kalimantan. Jika ada jodoh dan kesempatan, diriku pasti akan sampai dimana Sang Rumput sedang berdiam diri sekarang. 🙂

    Like

    Reply
  3. stupid monkey

    duh, jangan nangis gitu dong, eh wajar deng, tp sekarang semangat lagi ya, lupain deh kesedihan satu menit aja, coba deh tertawa, atau tersenyum mungkin, btw tuh kucing kenapa ikut2 stress ya, wew :p

    Like

    Reply
  4. uyayan

    dalam hidup ini berpasang pasangan ada suka ada duka, ada sedih ada bahagia dst.
    semoga saja cepat sembuh, kebahagian yang hilang semoga cepat kembali datang.

    Like

    Reply
  5. Asop

    Wah…. Sungguh, saya bisa membayangkan kejadian tangis itu pada saya… 😦
    Tapi… kok bisa ya, nangis tiba2 begitu? Apa penyebabnya? Saya penasaran… 😐

    Like

    Reply
  6. Red

    jangan lama2 terbenam dalam frustrasi. frustrasi itu vicious cycle, semakin lama disana semakin gak bisa keluar. lagipula banyak kejadian di masa depan yang akan kamu hadapi dengan pola2 spt ini: frustrasi lagi.

    ayo bangkit ya! Salam dari Bandung 😀

    Like

    Reply
    1. Tina Latief Post author

      selamat malam bandung.. 🙂
      ya, ini hanyalah sebuah permainan. Suatu saat akan berakhir juga, yang menang akan bertahan dan yang kalah akan berakhir. I’ll be the winner of course..

      Like

      Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s