Perlunya menjawab salam

Kata pak ustaz, kalau ada orang yang memberi salam itu wajib dijawab. Saya kira memang begitu adanya. Kalau salam sampai tidak dijawab rasanya sedih juga. Ketika dulu masih gemar kirim-kiriman salam dengan si cinta monyet pun senang rasanya kalau dibalas, sampai muka semerah strowberry :D. Bahkan salam berantai yang dilewatkan 10 teman sekalipun, senang rasanya.

Tetapi kalau yang mengucapkan salam itu preman-preman di perempatan jalan apakah perlu dijawab?

Secara tidak diduga, obrolan saya dengan beberapa teman minggu lalu membuahkan topik singkat tentang pentingnya menjawab salam. Merasa punya keluhan, saya ikut bercerita mengenai pengalaman saya dengan preman-preman sok alim yang suka memberi salam cewek-cewek yang melintas di depannya.

Pengalaman saya menjawab salam atau senyum dari sang preman, saya malah dikuntit dari belakang sambir terus- menerus digoda dengan macam-macam rayuan gombal ala preman. Saya pernah dicekal ditengah jalan. Hiyyy…semenjak saat itu saya kapok sok ramah dengan preman. Bahkan saya mendapat panggilan ”Siuit” dari mereka. Setiap kali melintas dipangilnya saya dengan “Siiiiiuuuuuiiitt”.Yah itu nama saya 😀

Saya bukan termasuk yang mahal senyum atau malas bertegur sapa, namun saya berfikir apakah tidak terlalu riskan menjawab salam dari preman-preman yang sering mangkal di perempatan dan warkop pinggir jalan. Mengantongi beberapa pengalaman,ketika melihat gerombolan preman di perempatan jalan, pasti pikiran negatif tidak bisa dihindari. Parno itu sudah pasti. Siapa yang tidak malas dan jengkel dengan preman yang suka ngecengin cewek-cewek yang berlalu lalang demi mencari perhatian. Salamnya mungkin tidak salah, tetapi peruntukannya itu yang menjengkelkan.

Awalnya saya berfikir bolehlah kalau saya malas mejawabnya, namun berdasarkan obrolan dengan teman saya, menjawab salam itu memang harus. Yah, mungkin lebih baik dijawab alakadarnya saja agar tidak megundang perhatian lebih banyak. Bisa repotkan gara-gara menjawab salam dikuntit preman sekampung.

Yah, kalau digodain sama preman-preman HTML (Mas Budi, Pak MarsMas Budiastawa) boleh deh.. 😀

 

 

 

Advertisements

9 thoughts on “Perlunya menjawab salam

  1. misstitisari

    hahahaha iya tuh saya juga sering di assalamu’alaikum-in sama premanpreman, horor sih emang Tin, tapi ya kan jawabnya ngga harus secara lantang, di dalam hati pun sudah cukup 🙂

    Like

    Reply
  2. arie kusuma

    hahaha
    lain kali coba mbak yang nyapa preman. terus lakukan cara yang sama dilakukan preman itu.
    sapa tau dia juga risih.
    dia sadar berarti gito rasanya di godain
    wkakaka

    Like

    Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s