What will the people say about you?

Ketika Anda menceritakan atau menjawab sebuah pertanyaan yang menguji kebenaran cerita, yang akan terjadi adalah orang menilai Anda jujur atau menyombongkan diri.

Kebenaran dalam konteks ini adalah kebenaran yang serupa saat kita menanyakan sesuatu namun tiba-tiba jawaban si lawan bicara mengkaitkan ceritanya dengan cerita kebenaran yang lainnya seperti jumlah mobil yang dipunya, prestasi yang selama ini dikantonginya, kesuksesan anak-anaknya dll. Hal ini memuat perbedaan yang tipis antara jujur dan sombong. Seakan keduanya tidak ada bedanya.

Mungkin pada mulanya tidak ada sedikitpun pikiran untuk menyombongkan diri, kita hanya bercerita sesuai dengan alur cerita yang terkait dengan topik pembicaraan itu. Namun tanpa kita sadari perbincangan panjang itu membuahkan sebuah cerita mengenai sisi lain seseorang yang dipandang langsung dari sudut pandang si lawan bicara.

Seseorang berkata “Ah engga kok, ini hadiah dari paman yang baru datang dari Amerika, katanya kalau saya pakai saya kelihatan cantik. Harganya? jelas mahal lah, bukanya sombong, saya sampai kaget lihat nol dibelakangnya. Ini baru saya yang punya, tetangga sekitar sini belum pada tau merk yang kaya gini”

Saya tidak tau apa yang dipikirkan orang ketika saya bicara mengenai sebuah kebenaran. Hanya saja, saya sering juga mendengar percakapan beberapa orang kepada lawan bicaranya yang serupa seperti itu. Dengan Anda berbicara seperti itu, what will the people say about you?

Ataukah mungkin Anda tidak perduli dengan yang orang katakan. Jadi, stay the fuck out of my way!

Advertisements

3 thoughts on “What will the people say about you?

  1. SlameTux

    Hmmm gimana ya, kalo aku sech tidak terlalu peduli dengan apa yang dikatakan orang lain terhadap aku. Toh yang penting aku tidak mengganggu orang lain kan dan tidak menyombongkan diri terhadap orang lain…
    Memang sulit untuk terhindar dari kebenaran yang diikuti oleh sedikit kesombongan, harus pandai-pandai menentukan pembicaraan dengan orang lain kalo gitu. Dan yang penting tidak lagi melebih-lebihkan diri sendiri didalam berbicara dengan orang lain…

    Like

    Reply
  2. Harmony Magazine

    Kalo kata ustadz saya, kejujuran itu sebatas yang diperlukan saja, supaya terhindar dari fitnah. Intinya adalah jangan memberi informasi terlalu banyak, lebih dari yang diminta seseorang. Seperti contoh diatas, itu terlalu panjang, lebar dan tinggi. ๐Ÿ˜€ Bisa dipersingkat tuh, “nggak kok, ini hadiah dari paman saya.” beres! ๐Ÿ™‚ Kalo ada yang tanya lagi, baru tuh dijawab.

    Like

    Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s