Menyempatkan selagi sempat

H-10, sebentar lagi..

Saya sering berpikir, adakah orang lain yang sesibuk saya seperti saat ini? Sibuk sampai tidak punya waktu main, sibuk sampai tidak punya waktu hang out. Tetapi kata guru konsul saya tadi siang, lebih baik menangis sekarang daripada menangis nanti.

Sibuk dalam kategori saya saat ini bukanlah seperti sibuknya businessman yang padat dengan jadwal ketemu klien, rapat, sampai penuh disetiap jamnya sehingga tidak ada waktu untuk keluarga dan diri sendiri. Jika dihitung, mungkin kegiatan saya satu hari tidak lebih dari 10, namun lagi-lagi masih banyak yang terlewatkan oleh saya. Memanage waktu itu benar-benar perlu ilmu yang njelimet.

Berusaha bangun pagi adalah tantangan pertama, disusul menyempatkan diri baca-baca materi ujian. Pukul tujuh sudah harus sampai di tempat bimbel, kemudian usai paling lambat pukul 02.00 WIB, namun terkadang pukul 10 sudah usai. Setelah ishoma, jadwal utama adalah tidur siang. Katanya tidur itu bisa menambah IQ, maka sebisa mungkin saya tidur tanpa adanya intervensi :D. Tak lupa, tidur malam pun saya jadwalkan rutin paling lambat pukul sepuluh setelah sebelumnya belajar lagi dan lagi. Loh, tugasnya pelajar kan belajar..

Dedikasi utama saya saat ini adalah B E L A J A R.

Simple. Namun kenyataannya faktor-faktor lain masih mengganduli waktu saya yang sedikit itu. Membalas email, ketemu klien, menyiapkan makanan sendiri, nyuci, dan apalah. Smart house bagi pesingle serasa seperti kado yang luar biasa. Membayangkan cucian segunung bisa rapi dalam lemarinya sendiri, makanan tersaji di setiap jam makan dan terutama rumah yang bisa mendukung mood penghuninya. Masih sekedar mimpi.

Untuk itu yang bisa saya lakukan adalah bagaimana menyempatkan selagi sempat. Belajar untuk tidak menunda pekerjaan yang sebenarnya bisa dilakukan saat itu juga. Tidak ada Mom, bukan berarti mandi harus dikejar-kejar. Sudah saatnya menjadi wanita hebat yang bisa mengatur dirinya sendiri. Mencuci baju, asal bukan masak, kecil buat saya. Jadi katakan tidak untuk tumpukan baju yang menggunung di bak cuci. Kata pebisnis unggulan, kunci sukses adalah bagaimana Anda pandai-pandai memanage waktu.

Jadi, kapan saya sempat mengunjungi nenek dan kakek? Harusnya, demi memperoleh restu ujian SNMPTN harus sempat. Mumpung sempat kenapa harus ditunda. Jadi kapan?

Advertisements

3 thoughts on “Menyempatkan selagi sempat

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s