Menjadi orang tua itu susah

Apa yang akan Anda lakukan jika Anda menjadi bagian dari cerita ini?

Sore ini di bus Trans-J, seorang anak balita yang dipangku ibunya merengek terus tanpa berhenti. Ayahnya yang duduk disamping si ibu nampak canggung dengan kerewelan anaknya yang satu ini, sementara kedua kakak si kecil yang sama-sama masih kecil sudah pasrah dengan keadaan bus yang penuh sesak. Tentu saja udara di dalam bus sudah tidak segar lagi. Lampu yang redup disertai bunyi klakson di mana-mana membuat si anak semakin tidak nyaman.

Berbagai upaya dilakukan oleh si ibu untuk meredakan rengekan anaknya. Mulai dari memberinya permen, menyumpal mulutnya dengan dengan kue, memaksa minum asi, mengetok-ngetok kaca bus, sampai mengajaknya berdiri. Semua upayanya gagal meredakan si kecil.

Saya hanya mau bilang alangkah sulitnya menjadi orang tua. Tidak hanya menjadi orang tua dari beberapa anak, tentu saja. Kalau saya disuruh memilih antara mengerjakan matematika atau menjadi orang tua, saya lebih memilih mengerjakan matematika bagaimanapun itu bentuknya. Sungguh, itu pekerjaan tersulit yang pernah saya lihat.

Advertisements

3 thoughts on “Menjadi orang tua itu susah

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s