Ramadhan, belum lengkap tanpa kembang api

Sewaktu kecil dulu saya kagum dengan keindahan percikan kembang api yang sudah disulut. Paling suka ketika merengek dengan kakek minta dibelikan. Ramadhan kali inipun begitu, tak lengkap rasanya tanpa kembang api.

Tentu saja bukan kembang api besar yang meluncur ke angkasa seperti kembang api tahun baru.

anak-anak memilih kembang api

anak-anak memilih kembang api diambil dari sini

Di sepanjang jalan menuju kamp  yang saya lewati banyak sekali penjaja kembang api dan petasan yang kebanyakan dijual oleh anak-anak. Lucunya, anak-anak ini menarik minat pembeli dengan cara memainkan dagangannya sendiri. Petasan yang dijualnya dimainkan sebagian sehingga bunyinya menarik minat anak-anak yang lain. Termasuk saya, tetapi karena saya takut dengan petasan maka saya hanya membeli kembang api.

anak-anak bermain kembang api

anak-anak bermain kembang api diambil dari sini

Yep, sampai di kamp saya pun main kembang api dengan beberapa teman saya yang juga suka dengan kembang api. Hanya dengan 6 ribu rupiah sudah bisa tertawa-tawa. Bahagia itu mudah bukan 🙂 Bagaimana dengan Anda? Seperti Katty Perry mungkin..

Advertisements

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s