[Block, remove, unfriend, unfollow, uncircle] Ajang menghindari masyarakat onliner

Block, remove, unfollow, uncircle  setelah saya perhatikan lama-lama, ke-4 sistem eliminasi dalam jejaring sosial tersebut mirip halnya dengan membunuh, mengasingkan, mengucilkan, mengacuhkan.

Bagi masyarakat onliner, saya yakin permasalahan dalam kehidupan nyata masih banyak yang dicampuradukkan dengan kehidupan di dunia maya. Indeed. Hubungan manusia yang ditunjang dengan teknologi canggih membuat manusia memiliki dua dimensi kehidupan, nyata (face to face) dan maya (media online). Saya yakin seyakin-yakinnya bahwa dualisme kepribadian banyak terjadi akibat adanya dunia maya. Setidaknya yang paling sering adalah two face, siapa dia di kehidupan dunia nyata akan berbeda dengan siapa dia di dunia maya. Seperti rekayasa kepribadian, bahkan sampai ada yang begitu menjiwai perannya di media online sehingga dia lupa siapa dia di dunia nyata.

Kejahatan dan berbagai penyimpangan pun tak hanya terjadi di dunia nyata. Pada dasarnya kaum onliner juga memiliki peradaban yang berisi kaum minoritas dan mayoritas seperti yang ada di dunia nyata. Permasalahan yang timbul diantara suatu kaum atau individu mungkin sekali terjadi seperti halnya tindak kejahatan dan penyimpangan yang ada di dunia nyata. Tak luput dari serangan dan tindak kekerasan.

Di dunia nyata, pembunuhan, pengucilan dan pengasingan merupakan bentuk nyata sebuah peristiwa yang dilakukan untuk menghindari atau mengeliminasi suatu individu atau kelompok agar tidak ikut andil dalam kehidupan individu atau kelompok lain. Alasan melakukan hal tersebut tentu karena anggapan individu atau kelompok tersebut mengganggu jalannya proses sosialisasi di dalam hidupnya sehingga ia merasa tidak memerlukan orang itu lagi.

Di dunia maya yang saya temui, mungkin proses eliminasi ada sebuah individu atau kelompok mungkin tidak seekstream pembunuhan (nyawa sebagai taruhan), meskipun beberapa hal memang dibunuh (kehormatan dan keikutsertaan). Saya mungkin baru belajar kulit luar ilmu sosial, namun bagi saya sendiri melakukan 4 aktivitas  block, unfriend/remove, unfollow, uncircle seakan melakukan pembunuhan, pegasingan, pengucilan, dan berlaku acuh, meskipun saya akui saya sering melakukan hal ini.

Aktivitas ini mungkin bermanfaat untuk menghindari akun-akun terselubung alias ngga jelas siapa pemiliknya yang sering melakukan aksi-aksi yang tidak jelas pada akun pribadi kita. Namun jika itu akun milik teman yang kita kenal di dunia maya, memberikan portal pada pintu kehidupan kita seakan menjadi tindakan nyata untuk mencegah orang itu menginjakkan kaki dalam kehidupan pergaulan kita. Kebanyakan orang akan melakukan aktivitas block, remove, unfriend, unfollow, uncircle berdasarkan masalah yang terjadi di dunia nyata pula.

Saya hanya membayangkan jika masalah yang terjadi di dunia nyata tidak dicampuradukkan dengan masalah di dunia maya atau sebaliknya, kira-kira peradaban seperti apa yang akan terbangun? Bertengkar di dunia nyata tetapi bisa akrab tatkala memasuki kehudupan maya atau sebaliknya.

Menurut Anda?

Advertisements

7 thoughts on “[Block, remove, unfriend, unfollow, uncircle] Ajang menghindari masyarakat onliner

  1. Abi Sabila

    Saya merasa terbantu dengan hadirnya berbagai media sosial di dunia maya sebagai salah satu solusi dan juga alternatif ketika karena keterbatasan dan berbagai alasan,hal itu tidak bisa dilakukan di dunia nyata. Soal dua kepribadian, saya berusaha untuk senatural mungkin, karena pada dasarnya saya nda mungkin dan nda ingin mengarahkan opini orang lain untuk menilai sama terhadap sama. Jadi, beginilah saya di dunia nyata, biarkan orang yang menilainya bagaimana.

    Like

    Reply
  2. Harmony Magazine

    Hehehe, ya ndak mungkin lah mbak. Otak manusia cuma satu, perasaannya juga cuma satu. Susah kalau harus antara dunia maya dan dunia nyata dipisahkan. Nantinya malah jadi munafik, berada dalam kepura-puraan. 🙂 Kalo saya sih jarang melakukan itu, saya cuma eksis di Facebook doang soalnya. Kalo emang ga suka sama status orangnya, paling saya cuekin aja. Lagian saya juga jarang komentar dan jarang bikin status. Facebook lebih banyak dipake buat messaging & conference ma temen-temen. 😀 Itulah yang saya lakukan di dunia maya. Hehehe…

    Like

    Reply
      1. Harmony Magazine

        Kamu aku add ya…
        Mungkin karena lingkunganku mendidik seperti itu kali. Saya adalah saya dimanapun. Kalo ga mau ribet ya ga usah cari ribut, gitu…. jadi ga ada tuh di dunia nyata ribut, di dunia maya biasa-biasa aja atau sebaliknya. Kan yang bagus itu jadi diri sendiri to. Termasuk jujur sama perasaan sendiri, dimanapun kita berada.

        Like

      2. Tina Latief Post author

        ok mas.. nanti saya konfirm..
        iya, itu kalau kita bener-bener jadi diri sendiri..
        apapun dimanapun tetap sama..

        Like

  3. silver price

    Jadi tidak selamanya dunia maya itu memberikan dampak positif, apabila terlalu lama berinteraksi di dunia maya, bahkan sampai melupakan pentingnya dunia nyata, malah akan membuat diri kita menderita. Mungkin tidak akan terasa sekarang, tapi dampaknya akan terlihat di beberapa tahun ke depan. Maka dari itu, seimbangkanlah kehidupan di dunia maya dan dunia nyata. Agar kita dapat merasakan nikmatnya hidup di dunia.

    Like

    Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s