[Review sebelum tidur] Andai Kereta Ekonomi benar-benar ditiadakan

Tadi siang saya sempat merengut karena tidak berhasil mendapatkan tiket commuter line untuk arah Depok. Sedari rumah nenek saya berniat untuk pulang lebih awal supaya bisa mengerjakan tugas kuliah, namun petugas ticketing memberi tau, pukul setengah tiga comline baru tiba . Saya menggenggam tiket seharga 1.500 rupiah itu dengan jengkel, dengan bawaan seberat ini saya harus berdesakan degan orang di kereta yang pasti hampir tidak ada celahnya itu. Memang benar, saya sudah terhimpit diantara puluhan orang yang berusaha mencari celah di kereta itu.

Setelah transit, saya berganti kereta dengan comline. Bayangan saya dengan comline adalah di dalamnya pasti dingin dan lega. Tetapi saya kembali tidak beruntung, air conditioner di gerbong saya mati. Saya terpaksa membuka jendela kereta untuk membuka sirkulasi udara. Beginikah kereta api commuter?

kereta api ekonomi

kereta api ekonomi taken from here

Saya membayangkan, andai isu beberapa minggu yang lalu benar-benar nyata, apa yang akan terjadi?

Satu hal yang sudah nampak adalah, jika rangkaian ekonomi ditiadakan, beberapa minggu kemudian antara ekonomi atau commuter tidak akan ada bedanya. Lambat laun akan usang, kotor, bercampur dengan barang  serta banyak pedagang dan pengemis di dalamnya. Selanjutnya, akan banyak masalah legalitas penumpang yang menjadi tanggungan pihak kereta api. Semenjak sebelum harga tiket dinaikkan pun masih banyak penumpang yang tidak memiliki izin yang sah untuk menjadi penumpang. Setelah dinaikkan, rangkaian ekonomi mengalami pertambahan penumpang. Saya masih membayangkan kerumitan apa lagi yang akan terjadi kalau rangkaian ekonomi ditiadakan.

Mungkin benar, lama-lama kereta ekonomi akan ditiadakan melihat fungsi dan kenyamanannya sudah dibawah standar. Namun sebelum bena-benar ditiadakan setidaknya pihak PT.KAI harus merubah sistem ticketing yang digunakan sekarang. Masih banyak kejadian-kejadian yang berkaitan dengan legalitas seseorang sebagai penumpang. Asal tau saja, demi memenuhi tugas makalah, saya pernah mencoba memalsukan tiket untuk menguji apakah sistem keamanan yang berlaku bisa dikatakan baik.

Bahkan mahasiswa amatir saja bisa memalsukannya, apalagi sindikat yang suka memalsukan tiket atau memang gemar tak bertiket? Saya jadi sanksi, apa gunanya 3 kali pemeriksaan lengkap dengan petugasnya yang rangkap-rangkap itu kalau kecurangan-kecurangan semacam ini masih terjadi? Andai kereta ekonomi benar-benar ditiadakan saat ini..

 

 

 

Advertisements

5 thoughts on “[Review sebelum tidur] Andai Kereta Ekonomi benar-benar ditiadakan

  1. JNYnita

    Seru banget memalsukan tiket #salahfokus
    Menurut saya, kereta ekonomi harus tetep ada untuk mengakomodir yang kurang mampu.. beda 5000 itu kalau buat sehari2 (PP=10.000) berasa banget lah untuk masyarakat yang khususnya berpenghasilan di bawah UMR…
    Tapi, hrs ttp ada perbaikan lah…

    Like

    Reply
    1. Tina Latief Post author

      itu ngga nyetak sendiri mba, cuma reuse dari tiket sebelumnya.
      Tiketnya masih sama, hanya berbeda hari dan tanggal saja. Itu yang dipalsukan 😀

      Like

      Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s