Bangun siang, dosa atau tidak?

Beberapa waktu lalu saya sempat berdiskusi dengan seseorang via telp. Awalnya kami sharing masalah kelelahan dan kesiangan bangun. Saya bercerita kalau belakangan ini saya memang kurang tidur karena banyak tugas dosen yang harus diselesaikan sebelum UTS. Terhitung 7 hari berturut-turut saya tidur diatas pukul 12 karena tuntutan peran, kalau tidak saya kerjakan pasti tidak akan selesai. Alhasil, tugas saya selesai, namun saya terlambat bangun dan pasca peristiwa itu saya harus meluangkan waktu ke pusat kesehatan karena terkena virus akibat melemahnya sistem imun.

Saya memang sering merasa berdosa kalau bangun terlambat. Akibat dari keterlambatan itu, ada banyak hal yang seharusnya bisa dikerjakan namun menjadi tertunda atau bahkan tidak sempat dikerjakan karena waktunya tersita untuk tidur. Pertanyaannya adalah, apakah saya berdosa jika saya bangun kesiangan setelah malam sebelumnya saya berdosa telah membiarkan badan saya bekerja terlalu lama?

Kalau bangun siang dimaksudkan sebagai misi balas dendam kesannya memang berlebihan dan tentu saja berdosa. Seakan-akan hibernasi adalah kemenangan sejati setelah kerja keras berhari-hari. Padahal esensi dari kerja keras adalah untuk hasil yang maksimal bukan tidur panjang usai kerja. ย Manusia memang dituntut untuk kerja keras untuk mencapai hasil tertentu, namun tidak terlupakan kalau istirahat cukup juga diperlukan.

Saya rasa terlambat tidur dan terlambat bangun adalah kedua hal yang bobot dosanya sama. Berdosa kalau membiarkan badan kelelahan karena terlalu banyak bekerja, berdosa pula karena efeknya bangun menjadi kesiangan. Solusinya, kalau Anda tidak ingin kelelahan, segeralah tidur, kalau Anda tidak ingin terlambat bangun, segeralah tidur. Dengan demikian, tidak ada lagi alasan bangun terlambat karena semalam tidur larut malam.

Advertisements

6 thoughts on “Bangun siang, dosa atau tidak?

  1. Evi

    Jadi yang paling pas adalah seimbang ya Tin. Seimbang antara kerja dan beristirahat. Ini yang paling susah..otak kanan-kiri bekerja secara serempak sih..

    Like

    Reply
    1. Tina Latief Post author

      menurut saya demikian bunda..
      soalnya kalau saya mau memutuskan dosa atau tidak bukan tempat saya, manusia pastinya tempatnya dosa. Yang bisa saya lakukan ya hanya menyeimbangkan ke-2nya..
      kalau ngga mau cape ya istirahatnya cukup, dengan begitu ngga akan bangun kesiangan lagi..

      Like

      Reply
  2. Harmony Magazine

    Kalo saya sih biasa membawa kerjaan di pagi hari… ๐Ÿ™‚
    Kalo waktu sudah pukul 22.35, alarm berbunyi, ya harus tidur… ntar bangun sekitar jam 3-an, buat ngerjain itu lagi sampai subuh dan setelah subuh hingga terbit matahari. Kalo di pagi hari gitu malah lebih cepat selesai, daripada dalam keadaan lelah mengantuk di malam hari. Apalagi kalo bangunnya pagi banget, waktu rasanya lama jadi lebih banyak yang bisa dilakukan. Itu sih pendapat saya lho….

    Like

    Reply
  3. Pakde Cholik

    1. Jika bangun siangnya disengaja sehingga tidak sholat Subuh maka sebagai seorang muslim tentu berdosa.

    2. Tidak memberikan istirahat yang cukup bagi jiwa raga sama halnya mendzolimi jiwa raga, itu jelas nggak baik nduk.

    Salam hangat dari Surabaya

    Like

    Reply
    1. Tina Latief Post author

      salam juga pak dhe…
      setelah saya cari ternyata pak dhe sudah pernah mampir ke sini..

      untungnya saya sedang tidak shalat pak dhe, jadi sedikit tenang..

      Like

      Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s