Masih efektif dengan pengeras suara

Meskipun jaringan komunikasi sudah berkembang menjadi internet dan telpon yang  semakin canggih, kota besar seperti Jakarta ternyata masih mengandalkan pengeras suara sebagai jaringan komunikasi antar warga di sebuah cakupan wilayah tertentu dalam memberikan informasi faktual yang bersifat publik.

Seperti informasi yang saya dapatkan sore tadi, berita meninggalnya seseorang di kompleks sebelah disampaikan lewat pengeras suara yang letaknya di dalam masjid. Saya kira, kota besar yang jaringan internet dan telponnya luas ini bakal beralih fungsi ke jaringan komunikasi elektrik sejalan dengan munculnya banyak kemudahan dalam berkomunikasi lewat internet maupun telpon yang dikemas dalam gadget-gadget cantik. Namun sepertinya masyarakat masih mengakui efektivitas pengeras suara daripada harus mengirimkan email ke seluruh anggota masyarakat.

Hehehe, kira-kira kapan ya berita lelayu ini disampaikan pak RT lewat milis atau chatting? 😀

Advertisements

13 thoughts on “Masih efektif dengan pengeras suara

    1. Tina Latief Post author

      Iya mba, ternyata pengeras suara masih efektif ya buat kabar-kabar. Sepertinya masyarakat masih memiliki simpati yang cukup tinggi dibandingkan jika beralih ke gadget. Terlalu impersonal kalau menurut saya

      Like

      Reply
  1. petapemikiran

    Ya masif efektif lah sist, masa’ entar azan jg lewat email.. 🙂
    Sya pikir tidak semua teknologi perlu kita terapkan, misal saat ini betapa mudahnya utk mendapat suatu berita bisa melalui televisi, radio, web, gadget, tapi toh masyarakat masih membaca koran untuk mendapat berita..

    Like

    Reply
  2. Akhmad Muhaimin Azzet

    pengeras suara kayaknya dipandang masih praktis dan efektif yang bisa menjangkau seluruh warga, termasuk kepada simbah2 yang sudah tua…

    nanti kalo Ketua RT-nya seorang blogger dan bisa menjadikan ngeblog dan jejaring sosial dunia maya lainnya sebagai program andalan di wilayahnya tentu segala pengumuman bisa lewat milis atau chatting, hehe…

    Like

    Reply
  3. Lidya

    kalau dikomplek2 [erumahan baru bisa jadi nih lewat milis atau group tapi untuk kompleks lama apalagi yang dihuni orang2 tua hehehe kayanya belum bisa. btw jadi model ya 🙂

    Like

    Reply
  4. imamboll

    ya mau disampaikan lewat apa nih mbak, bingung juga kalau ngabari lewat fb, nanti kalau nggak ada yang buka fb gmna, apalagi untuk pesan2 yang mendadak

    salam kenal ya mbak
    model barunya blogc**p ^^

    Like

    Reply
  5. Pakde Cholik

    Di kampung saya malah ada komunikasi lewat kenthongan yang giondal-gandhul di gardu siskamling.
    Jika ada kebakaran maka kenthogan itu dipukul bertalu-talu alias titir
    Kalau ada yang meninggal memang disampaikan lewat pengeras suara di masjid2

    Salam hangat dari Surabaya

    Like

    Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s