Tidak cocok sarapan dengan nasi

Mungkin karena orang Indonesia identik dengan nasi, maka acapkali saya lihat orang mengenyangkan diri selalu dengan nasi. Setiap pagi, kantin di asrama yang menjual nasi sebagai makananan utama selalu penuh dengan orang yang sarapan. Padahal menu yang nanti siang bakal disantap sama dengan menu yang dimakan saat sarapan. Setidaknya lauk mungkin bisa memilih dengan ragam yang berbeda. Namun tetap makanan utamanya adalah nasi.

Lain halnya dengan saya, bukan karena saya tidak nasionalis (sarapan dengan nasi) tetapi efek dari sarapan nasi ternyata tidak cocok bagi tubuh saya. Seperti pagi ini, karena roti habis, saya berniat membelinya di kantin. Awalnya saya tidak terpikirkan menyantap nasi sebagai energi pagi ini. Namun, untuk menjaga perasaan teman yang mengajak sarapan, turutlah saya mengambil nasi.

Apa yang terjadi selanjutnya? Beberapa menit kemudian saya mengantuk berat. Saya mulai menguap berkali-kali, membuat saya malu di depan dosen. Berkali-kali saya menyembunyikan mata saya yang berair agar tidak terlihat kumal, namun kantuk tetap tak tertahankan. Bahkan saya sempat tidak connect dengan diskusi pagi ini.

Serius, saya tidak cocok sarapan dengan nasi.

Advertisements

8 thoughts on “Tidak cocok sarapan dengan nasi

  1. delakeke1

    Kalau saya, jarang sarapan..,tapi sekali sarapan, bukan lagi disebut sarapan malah
    Jadinya makan Pagi, karena porsinya udah berat…ada nasi,ikan, sayur, ama teh hangat, malah jadinya Makan siangnya kelewat karena diambil pagi..hehehe

    Like

    Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s