Siapa yang mulai?

Mahasiswa baru adalah mahkluk yang kosong saat tiba di sebuah habitat baru yang di sebut “kampus”. Akan menjadi apa individu itu nantinya tergantung pada dirinya, orang lain, dan lingkungannya. Jika ia tidak memiliki keteguhan hati atau prinsip, orang lain dan lingkungan akan mendominasi dirinya. Jadilah cetakan orang dan lingkungan.

“Bu Mimi tertegun lama di balik mejanya, mungkin sembari bertanya-tanya. Pukul 8.26 menit, kelas baru berisi beberapa orang mahasiswa saja. Apa yang terjadi pada murid-muridnya?”

Kali ini, Bu Mimi harus berlapang dada kalau hanya segelintir saja yang menganggap kelasnya penting. Mungkin, di kelas ini sudah tidak banyak lagi yang cinta agama. Namun, mungkin Bu Mimi harus bertanya mengapa kelasnya menjadi sangat tidak penting.

Bu Mimi menerawang apa yang biasa ia lakukan di hari sebelumnya. Berapa kali ia datang di kelas ini tepat waktu? Pukul berapa ia sampai di kelas ini? Bu Mimi sadar, sejak pertama kali masuk, ia tidak pernah datang tak kurang dari setengah sembilan. Sesampainya di kelas, mahasiswanya sudah menunggu sambil terkantuk-kantuk.

Bu Mimi jadi ragu…
Siapakah yang memulai kebiasaan terlambat di kelasnya? Karena sudah hafal kebiasaannya terlambat masuk kelas, muridnya pun mengikutinya. Bu Mimi merenung, untuk apa datang pagi kalau dosennya belum hadir? Bukankah lebih baik meneruskan mimpi semalam?

Bu Mimi tertegun. Berapa generasi yang sudah ia bimbing di kelas  ini? berapa generasi yang ia ajarkan budaya terlambat? Berapa dosen yang seperti dirinya? Ia jadi tersadar, bukan karena semata-mata mahasiswanya yang bangun kesiangan, tetapi karena budaya yang ditebarkannya sendiri. Apakah ia masih pantas menjadi seorang guru, digugu dan ditiru?

Andaikan mereka tau, siapa yang memulai… Apakah Bu Mimi tau?

Advertisements

16 thoughts on “Siapa yang mulai?

    1. Tina Latief Post author

      iya, betul. Hal ini udah terjadi di banyak kelas Za..
      mungkin ngga cuma di fakultas ini saja, atau bahkan di lain univ juga demikian..
      bayangkan, berapa orang yang sudah diajarkan budaya terlambat?

      Like

      Reply
  1. ~Ra

    Tulisan yang bagus. Suka tutur bahasanya. 🙂
    Sama halnya kayak orang yang maik-maki macet, tapi dianya nggak sabaran, ambil jalur kiri kanan semaunya. Juga orang yang mengeluh banjir tapi nggak sadar kalau kebiasaanya buang sampah sembarangan yang mengakibatkan bencana. 🙂

    Like

    Reply
    1. Tina Latief Post author

      terimakasih Ra..
      iya, itulah salah satu contoh lainnya..
      dan hal apa saja yang selama ini sperti itu? banyak sekali…

      Like

      Reply
  2. Triyoga Adi perdana

    Betul betul mbak. Terkadang kita terlalu menuntut hak, tapi mengesampingkan kewajiban kita. Kadang kita menyalahkan orang lain akan kita, tetapi kita tidak pernah memperhatikan bagaimana kita memperlakukan orang lain. Setidaknya, mungkin kita perlu tahu hukum timbal balik kali ya. 🙂

    Like

    Reply
  3. Evi

    Tina, kata orang ketika guru kencing berdiri maka muridnya akan kencing berlari. Baguslah Bu Mimi langsung melihat hasil pengajarannya. Semoga setelah ini dia tobat 🙂

    Like

    Reply
  4. niee

    bener banget neh, kalau dosen udah bertingkah rasanya kita kurang respek ya dengan mereka. Lah di kampus masih bisa pilih dosen gitu, jadi satu dosen gak terlalu berpengaruh, apalagi kalau matakuliah yang bisa ‘dihapus’.

    Mudah2an seh banyak orang yang dianggap sebagai guru menyadari bahwa mereka diperhatikan 🙂

    Like

    Reply
  5. monicakrisna

    Hai, baru pertama kali nih ke blog sini 🙂 Btw, dari cerita kamu berarti untuk jadi pendidik itu harus belajar terus. belajar untuk memperbaiki diri dari hari ke hari supaya makin baik untuk menjadi panutan mahasiswa bukan sekedar belajar untuk menyampaikan mata kuliah agar menarik aja. 😀

    Like

    Reply
    1. Tina Latief Post author

      Asyik, anak krim akhirnya ada yang mampir ke lapak gue 😀
      he’eh, sebenarnya bu mimi sadar ngga ya apa efeknya ke kita, dia guru agama loh..

      Like

      Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s