Tentang memetik bunga

Bagi saya memetik bunga yang sedang mekar itu sungguh keterlaluan. Ibarat seorang gadis yang sedang tumbuh dengan gemilangnya mendadak dipinang oleh seorang pemuda. Keindahannya rusak seketika.

Pagi tadi sekelompok anak-anak datang ke rumah. Mereka meminta bunga untuk ditaruh di rangkaian bunga yang mereka buat. Sebenarnya bisa saja saya bilang kepada mereka untuk tidak mengambil seberkas mawar yang baru saja mekar di samping rumah. Namun karena saya merasa belum bisa mengkomunikasikan dengan baik, saya urungkan niat saya untuk melarang anak-anak tersebut. Saya khawatir anak-anak ini menganggap apa yang saya ucapkan sebagai sebuah kata “jangan”. Saya tidak mau anak-anak ini kapok main ke rumah karena takut. Sedangkan yang saya harapkan adalah anak-anak ini mengerti mengapa lebih baik melihat bunga itu mekar dan rontok dengan sendirinya daripada dipetik lalu layu di dalam pot berisi air.

Tetapi karena saya belum menemukan kata yang tepat, bunga mawar merah muda di halaman rumah rusak dan hilang seketika. Saya tidak tau apa yang dilakukan anak-anak itu kepadanya. Mungkin dibiarkan dalam gelas, atau justru dibuang di jalan setelah bosan dimainkan. Andai saya bisa mengkomunikasikan maksud saya dengan baik, mungkin anak-anak ini akan mengerti dan mengurungkan niat mereka menyakiti bunga itu.

Andaikan saya lebih cepat satu menit saja, bunga mawar itu masih bisa dilihat besok pagi, dan paginya lalu paginya lagi..

Advertisements

2 thoughts on “Tentang memetik bunga

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s