Sulit mengenali wajah lama

Saya pikir susah mengingat nama seseorang adalah satu-satunya masalah. Nyatanya tidak. Selang beberapa tahun setelah saya masuk kuliah, saya sudah hampir tidak bisa mengenali teman-teman SMP lagi.

Memang tidak seluruhnya lupa. Teman-teman yang tidak banyak berubah secara fisik masih mudah saya kenali meski tak terelakkan jika beberapa namanya sering kali kelupaan. Seperti pagi ini misalnya. Pertama saya masih mengenali Andry, kelas D. Secara fisik tidak banyak berubah, hanya makin tinggi dan besar.

Berbeda dengan 2 teman saya yang lain. Sebut namanya Esti. Sekarang ia berambut lurus, panjang dan berponi. Sementara beberap tahun yang lalu, Esti adalah sosok kecil berambut pendek, dan keriting. Butuh beberapa menit untuk mengenalinya lagi.

Lain halnya dengan yang satu ini. Sosok yang saya temui adalah kebalikan dari ingatan saya tentang Dian. Dulu ia kecil, pendek, berambut keriting. Kali ini saya benar-benar luput. Jika orang di depan saya tidak mengatakan identitas sekolahnya dulu secara detil, mungkin saya tidak akan percaya bahwa ibu muda, gemuk, berbaju gamis bersama seorang laki-laki ini adalah teman saya. Dian Pratiwi?

Ah, benar-benar luput. Rupanya saya sudah lama tidak mendengar kabar teman-teman semasa SMP dulu. Begini ya rasanya tidak pernah bertemu, lama kelamaan lupa dan tidak tau menahu tentang kabarnya. Seharusnya saya membuka jendela lebar-lebar. Apa kabar teman-teman di luar sana?

Advertisements

4 thoughts on “Sulit mengenali wajah lama

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s