Cara mengajarkan ketertiban

Waktu naik kereta dari stasiun Kebayoran, saya jadi senyum-senyum sendiri. Pertama, pedagang di sekitar stasiun sudah digusur. Kedua, banyak sekali tempat sampah baru yang dijejer di depan peron. Hehehe, saya jadi ngga tahan ketawa.

Pedagang di sekitar peron sekarang sudah bubar setelah palu, bodem dan seperangkat polisi diturunkan. Lalu, tentang buang sampah. Susah ya membuang sampah di tempatnya. Tetapi kalau alasan buang sampah sembarangan adalah karena tidak ada tempat sampah atau jauh dari tempat sampah (malas, akses terbatas, tidak ada waktu, dsb), maka orang itu benar-benar bukan manusia yang berakal. Sekarang tempat sampah telah diperbanyak dan dekat dengan jangkauan. Seharusnya tidak ada alasan lagi untuk buang sampah sembarangan.

Hehehe, harus pakai cara seperti inikah mengajarkan ketertiban?

Nyari rejeki ya nyari, tapi ya jangan mengorbankan kepentingan orang lain. Kalau mau buang sampah ya tinggal dibuang. Cari tempatnya! Nah sekarang monggo kalau mau buang sampah. Tempat sampah banyak, sudah di depan mata.

Kalau masih tidak ngefek, kira-kira cara apa lagi yang mau digunakan untuk mengajari masalah ketertiban? Ini saja sudah sangat memalukan. Saya kira tidak ada kok yang mau dipermalukan. Bukankah Anda orang-orang terhormat. Jadi lakukanlah layaknya seorang yang terhormat!

Advertisements

9 thoughts on “Cara mengajarkan ketertiban

  1. Evi

    Wah naik kereta sekarang sdh mulai nyaman dong Tin. Aku sdh lama pengen coba naik kereta jabodetabek, tapimundur terus melihat kesemberawutannya…

    Like

    Reply
    1. Tina Latief Post author

      Jadwal keberangkatan kereta sekarang bagus mba. Saya tidak menunggu lama lagi. Hanya saja memang penumpangnya ya masih sama. Tidak mau mengalah siapa yang turun siapa yang naik.

      Like

      Reply
    1. Tina Latief Post author

      Iya, tapi caranya mengajarkan itu loh..
      Saking bebempatalnya harus minta ditunjuk lagsung “ini loh tempatnya” atau “ini loh caranya”
      Ibarat dose minta mahasiswanya aktif, ini satupu tidak ada yang berpartisipasi

      Like

      Reply
  2. E-One

    Harusnya kalo memang jauh dari tempat sampah atau ga ada tempat sampah, kan bisa dikantongi dulu atau dimasukkan ke dalam tas. Seperti saya, salah satu ritual setelah seharian muter-muter adalah bongkar tas dan kantong celana untuk mengeluarkan sampah. *soalnya pelupa, jadi pas deket tempat sampah, lupa ngebuang* 😀

    Like

    Reply
    1. Tina Latief Post author

      Ah iya, waktu itu saya juga membongkar sampah di kantong-kantong tas atau celana.
      Untunglah hati kita masih tergerak mas..

      Like

      Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s