Terbiasa dengan pola pikir “terlambat”

Seharusnya saya menghadiri undangan seminar di balai sidang kemarin. Namun hati saya berkata, mungkin seminar yang bulan depan saja. Saya pikir topik bulan depan lebih menarik untuk diikuti, terlebih saya masih pusing.

Saat itu waktu menunjukkan pukul 9.45. Menurut undangan, seminar dimulai pukul 9. Sebenarnya saya sempat tergerak dengan ajakan teman yang hari itu berangkat. Terlebih dia masih di jalan. Alih-alih segera mandi, saya justru membalas smsnya dengan ucapan “Kalau sudah dimulai sms ya!”

Dengan jalan yang agak kabur, saya menyelesaikan mandi dalam waktu 10 menit. Kemudian membuka sms balasan. Jawabnya “loh, bukanya mulainya jam 9?”. Saya tertegun sejenak. Iya benar, tapi itu kan dalam undangannya. Mungkin saja mulainya jam 10 atau jam setangah sebelas. Biasanya kan begitu.

Menanggapi kondisi tersebut, saya jadi diam. Piyama yang tadi justru saya pakai lagi. Tersadar satu hal, ternyata saya sudah kebiasaan dengan pola pikir “terlambat”. Saya sudah terbiasa tidak mempercayai undangan. Saya pikir seperti kebanyakan undangan, meskipun di sana jelas tertera “acara dimulai pukul 10”, ujungnya pasti ngaret. Dan buruknya, kebiasaan itu menjadi pola pikir saya. Saya jadi kebiasaan terlambat itu tidak apa-apa. Ya ampun..

Kalau sudah seperti ini, lebih baik tidak berngkat. Pelajaran, lain kali jangan remehkan undangan! Jangan remehkan waktu!

Advertisements

15 thoughts on “Terbiasa dengan pola pikir “terlambat”

  1. Nenden SAN | @nden

    hmmm.. iya tuh, yang kaya gitu yang bikin Indonesia punya budaya ngaret 😀 semua menilai sebuah acara bakal terlambat, alhasil semua peserta datang terlambat. Seharusnya kita mulai belajar untuk membudayakan mulai dari berpikir on time. bukan begitu jeng Tina? 🙂

    Like

    Reply
    1. Tina Latief Post author

      teh Nenden… apa kabar?

      betul, masalahnya yang seperti ini jadi membudaya, jadi pola pikir yang awet dan susah dirubah. Sebenarnya kalau mau undangan itu ontime, ya dimulai dari pesertanya. Kalau pesertanya sudah ngumpul banyak, saya yakin yang merasa tidak enak adalah panitia penyelenggara acara kalau seandainya acara belum segera dimulai.

      Like

      Reply
  2. leniwijayanti.com

    jadi inget kalau saya dan komunitas saya bikin acara, saat nentuin jamnya pasti ada saja yang bilang “mulai jam 7 pagi aja, walaupun nanti acaranya mulai jam 8, kan udah biasa pada telat”

    Like

    Reply
    1. Tina Latief Post author

      hehehe, ya itu mba len, kadang panitia pun tidak bisa tegas dalam menentukan waktu dalam acara. Karena peserta datang terlambat, undangan dimajukan. Tapi semakin dimajukan, peserta juga banyak yang telat..

      Like

      Reply
    1. Tina Latief Post author

      kasus malas ini yang sebenarnya jadi penyebab hehehe
      lain kali yuk nyobain berangkat pagi, jadi juru kunci ngga apa-apa ka sudah sesuai undangan.

      Like

      Reply
    1. Tina Latief Post author

      nah buat mba nih yang udah mau nikah, besok omelin kalau tamunya pada ngaret…
      pokoknya undangan ya undangan, sesuaikan.. hehehe

      Like

      Reply
    1. Tina Latief Post author

      jangan memberi label pada Indonesia mas, Indonesia ngga salah apa-apa, yang salah adalah mengapa kita ngga berusaha merubah dan selalu menylahkan Indonesia. Kalau disalahkan dan dilabel seperti itu, Indonesia mana bisa maju dan optimis bisa menjadi negara yang besar?

      Like

      Reply
  3. zilko

    Itu semua harus dimulai dari diri sendiri sih memang 🙂 . Aku dari dulu sih memang selalu tidak suka dengan terlambat. Kalau kita sebal sudah bikin janji trus orangnya terlambat, ya sebaiknya kita sendiri juga jangan terlambat kan? 🙂

    Like

    Reply
    1. Tina Latief Post author

      Nah itu kak Zil 🙂
      pelajaran paling ampuh adalah ketika kita malu dan enggan diperlakukan dengan cara yang sama. Kalau sudah begitu, pasti ngga akan ada yang namanya ngaret, telat dsb..

      Like

      Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s