Ketipu model produk

Kemarin saya mencicipi kentang goreng yang dijual di stasiun UI. Bukan makanan mewah, tentu saja. Ini hanyalah kentang goreng yang dijual dengan harga 3000 rupiah per bungkus (atau bisa tambah) yang dimakan dengan sebatang tusuk sate.

Bagi saya makanan itu biasa saja. Buktinya tidak cukup membuat penasaran seluruh pengunjung stasiun. Ketertarikan saya justru bermula dari ketika saya melihat orang yang sedang makan. Dari caranya makan, dia tampak sangat menikmati sebungkus plastik kentang yang digenggamnya itu. Dari cara menusuk potongan kentang, mengoreti bumbu yang sedikit pedas itu, lalu ketika ia terengah atau terbatuk kepedasan. Kelihatannya enak, tapi benarkah makanan ini senikmat cara menikmatinya?

Usai buka puasa, saya mencicipi kentang goreng yang saya beli tadi. Dari beberapa potong pertama, saya tau itu kentang betulan. Tapi untuk beberapa potong kemudian, saya sudah tidak ingin makan. Engga seenak yang saya duga. Hanya saja saya suka saat mengambil potongan kentang dengan tusuk sate itu. Rasanya, ya suka saja.

Dari sini saya tau, untuk membuat orang tertarik membeli dagangan atau setidaknya penasaran dulu,  pertama bukan berasal dari tau masalah kualitasnya. Bisa saja karena kita melihat pengalaman orang lain yang membeli duluan kemudian menemukan aspek-aspek yang membuat kita suka menggunakannya. Setiap orang bisa berbeda. Mungkin di sinilah peran seorang model produk atau iklan diperlukan karena secara tidak langsung menjadi pemberi contoh (membantu menemukan aspek yang membuat orang suka).

Ah, ketipu model produk..

Advertisements

4 thoughts on “Ketipu model produk

  1. E-One

    Pertama kali di Jogja, saya juga seperti itu. Melihat orang makan gudeg di depan Sapphire, yang bukanya malam itu, sepertinya enak. Tapi setelah nyoba, ternyata saya tidak menyukainya. Ya, mungkin memang bukan gudegnya yang nggak enak, tapi tidak sesuai selera saya. Saya berasal dari Jawa Timur, dimana mayoritas masakan itu gurih (perpaduan manis, asam dan asin), tentu lidah saya tidak cocok dengan makanan yang kuat rasa manisnya. Jadinya eneg. 🙂

    Like

    Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s