Hikmah saat berpuasa

Insyaallah, ini puasa yang ke-7  dari 38 yag saya lakukan dalam rangka membayar hutang puasa nadzar dan Ramadhan.
Dari hari ke hari, saya merasa puasa yang saya jalankan semakin membaik. Saya mulai bisa mengontrol apa yang saya sebut sebagai fatamorgana. Hehehe. Saya masih ingat ketika pertama kali puasa, saya benar-benar tidak berdaya. Ingin ini itu, membayangkan ini dan itu sebagai bahan berbuka puasa. Dan itu semua saya beli sebagai pemuas buka puasa. Mulai dari sup buah, toping coklat, mie pedas, wafer, teh manis dll.

Tapi setelah mencapai puasa yang ke-6 kemarin, satu persatu dapat saya eliminasi. Saya tidak lagi beli sup buah, sebagai gantinya ada teh manis. Tidak ada lagi mie pedas, tapi nasi biasa. Toping yang saya beli akhirnya nganggur juga di lemari.

Maksudnya adalah puasa itu benar-benar belajar menahan hawa nafsu. Apapun itu bentuknya, berbuka ya berbuka. Pertama membatalkan, kemudian makan biasa. Jadi, tidak perlu sebenarnya menuruti nafsu yang menuntut macam-macam. Nyatanya sama-sama nikmatnya. Yang terpenting lagi, dibalik kesederhanaan itu saya masih ingat untuk mensyukuri apa yang tersedia saat itu.

Advertisements

11 thoughts on “Hikmah saat berpuasa

      1. Tina Latief Post author

        Hehehe, itu nadzar mba yang banyak, kalau puasa ramadhan cuma 10..

        haha, itu kaya kalau Tina lagi ke tempat nenek, apa-apa disuruh makan.. makanya ini ngga maen dulu hehehe

        Like

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s