Kisah belanja di Alfamart

Ada yang punya pengalaman belanja di ALFAMART?

Sudah 3 kali belanja di Alfamart di fakultas Psikologi UI, tetapi uang kembaliannya tidak dikembalikan. Hari ini adalah belanja yang ke 4 dan hasilnya juga sama. Tidak dikembalikan juga. Apa-apaan ini?

Sebelum kasir memberikan kembalian, saya sudah hitung sisa kembalian yang seharusnya dikembalikan ke saya. Total belanja saya 17.200. Dengan uang pembayaran sebesar 50.000 seharusnya saya menerima uang kembalian sebesar 32.800. Seperti yang saya duga, kasir yang biasanya menyebutkan kembaliannya ini dengan jelas hari ini tidak menyebutkan kembaliannya seperti 3 hari belanja sebelumnya. Kasir hanya mengembalikan uang sebesar 32.000 dan mengucapkan “terimakasih sudah belanja di Alfamart” selangkah sebelum saya pergi.

Karena merasa dirugikan, akhirnya saya menegur kasir itu beberapa saat sebelum saya meninggalkan kasir. Saya mempertanyakan uang kembalian saya yang jumlahnya kurang dari semestinya. Taukah Anda apa jawaban si kasir? Kasir hanya menjawab “ya sebentar” setelah mendapat teguran. Dan yang aneh lagi, ia memberikan kembalian bukan 800 rupiah, melainkan 1000 rupiah.

Bukankah ada yang janggal di sini,

1. Jawaban “ya sebentar” menunjukkan bahwa si kasir seakan lupa memberi kembalian dan menyuruh saya menunggu selagi ia melayani pengunjung lainnya. Padahal saat itu saya sudah meninggalkan kasir dan baru kembali saat kembalian saya kurang. Ini menunjukkan bahwa si kasir mencari alibi bahwa ia sebenarnya tidak lupa, tetapi sengaja tidak memberikan kembalian. Buktinya?

2. Si kasir memberikan uang kembalian sebesar 1000 rupiah, bukan 800 rupiah seperti yang seharusnya saya terima. Bukankah ini bukti bahwa kasir sebenarnya tidak ingin memberikan uang kembalian karena tidak ada kembalian. Kalau ada kembalian, semestinya di awal tadi saya sudah diberi kembalian seperti seharusnya dan mengatakan kata-kata khas kasir Alfamart “kembaliannya sekian sekian ya, kak”

Kalau alasannya tidak ada kembalian sehingga tidak memberikan kembalian kepada pelanggan, itu seharusnya juga bukan alasan. Memang sih kembaliannya cuma uang receh-receh berkisar  300, 700, 600, 800. Bisa saja saya bilang, ah sekalian sodaqoh. Tapi bayangkan saja, ini baru satu orang, berapa orang yang kembaliannya sudah diambil? Berapa hari? Berapa Alfamart? Yang namanya kasir tugasnya mengembalikan uang kembalian, bukannya menyimpan kembalian orang. Kalau tidak ada receh, ya cari! bukannya merepotkan pengunjung. Esensinya adalah sekecil apapun itu kalau bukan miliknya ya jangan diambil. Kejujuran itu tetap digunakan untuk hal yang kecil sekalipun. 

Sering mendengar bukan kasir yang minta uang dari kita karena tidak ada uang kembalian. “Ada uang 200? 3000? 4000?”. Pasti sering. Tapi kebiasaan itu tidak boleh dibiarkan. Bukannya mengembalikan itu sudah tugasnya kasir, kenapa musti pelanggan yang repot?

Memangnya masih perlu ditegaskan lagi kalau sebanarnya:
1. Kasir itu tugasnya mengembalikan uang kemmbalian, bukannya menyimpan uang pelanggan. Seberapapun kembaliannya kalau bukan miliknya ya kembalikan. Kecuali tanpa paksaan pelanggan memang memberikannya.
2. Kasir itu pelayan, yang membantu pengunjung melakukan transaksi. Jadi layanilah pengunjung dengan baik, bukan merepotkannya dengan memintai uang kembalian yang seharusnya bukan menjadi hal yang dilakukannya.
3. Meskipun kecil dan receh-receh, kalau bukan miliknya ya tolong dikembalikan. Ingat, awalnya korup berasal dari ngumpetin yang kecil-kecil. Kalau bukan haknya ya jangan diambil!

Bukan kenapa, tapi ini untuk kebaikan bersama. Kecuali Anda memang bangga menumpuk dosa dan bermental lemah. Kasir itu pekerjaan mulia, tetapi jangan sampai karena perbuatan Anda sendiri pekerjaan Anda menjadi tidak mulia.

Ah, curhat ini terlalu banyak. Saya jadi kelupaan, seharusnya tadi saya mengucapkan terimakasih kepada mba kasir yang baik tadi. “Terimakasih sudah mengembalikan uang kembalian saya”

Advertisements

10 thoughts on “Kisah belanja di Alfamart

  1. Faradis Paranjarewez

    emang bener bgt sekarang marak bgt yng kayak gitu mbak.
    meskipun cuma recehan coba dikalikan dengan berapa orang yg berbelanja hari itu lalu dikali sebulan. gaji PNS bisa kalah.

    pernah saya baca di kaskus ada orang yg kayak gtu gajinya perbulan lebih dari 7 juta cuma dari ngutil uang kembalian itu. parah dah.

    Like

    Reply
  2. E-One

    Penegasan nomer 2 saya tidak setuju. Alasannya:

    “Barangsiapa menghilangkan kesulitan seorang mukmin di dunia, maka Allah akan melepaskan kesulitannya pada hari kiamat. Barang siapa memudahkan orang yang tengah dilanda kesulitan, maka Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat…” HR. Muslim

    Lagipula, bertukar kembalian seperti itu sudah menjadi budaya tolong menolong di pasar-pasar tradisional. 🙂

    Mengutip kata teman, pembeli adalah raja maka dari itu jadilah raja yang baik. After all, saya setuju bahwa korupsi dimulai dari yang kecil-kecil dan uang kembalian harus komplit ga kurang serupiahpun, kecuali atas ijin si pemilik uang (untuk donasi, dsb).

    Like

    Reply
  3. nengwie

    Ngga dilaporkan sama pengawas disitu? Masukkan yg berharga nih buat teteh, harus ekstra hati2 plus juga jangan sampai ketuker2 nilai uangnya, maklum sering banget teteh salah kasih uang waktu pulang tahun lalu 🙂
    Terima kasih ya Non.

    Like

    Reply
  4. ronal

    setuju ..banyak bgt kasir2 minimarket yang gak jujur belakangan ini…bila perlu cek ulang total belanja kita. kadang mereka kasih nota pembelanjaan yg digabung dengan belanja org lain supaya dapat bonus.dan bonusnya buat mereka alias si kasir 😦

    Like

    Reply
  5. wiwi

    Iya. Di alfamart karawang di deket karang pawitan, kasirny juga sering melakukan hal yang sama. Kalo disini ga hanya alfamart tapi indomaret juga

    Like

    Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s