Tidak selalu enak

Minum teh adalah salah satu hal yang paling saya suka. Tetapi sesuka-sukanya dengan teh, minum teh bisa jadi tidak selalu enak. Meskipun berasal dari teh yang sama sekalipun. Misalnya kalau teh itu dibuat oleh orang yang sangat suka rasa manis. Gula yang diberikan pasti lebih banyak dari takaran sendiri. Teh itu pasti tidak jadi enak di mulut orang yang tidak suka terlalu manis seperti saya. Atau kalau misalnya teh dibuat dengan kekentalan yang berbeda. Rasanya pasti juga sudah beda.

Sebenarnya ada satu lagi yang membuat teh itu tidak selalu enak. Yaitu momennya.

Dalam penemuan saya mengenai minum teh, momen atau timingnyalah yang paling banyak menentukan kenikmatan saat minum teh. Misalnya biasanya saya minum teh pagi hari sebelum berangkat ke kampus atau waktu sore hari sambilan baca buku. Rasanya memang beda ketika saya disuguhi teh panas saat matahari sedang terik. Rasanya tidak enak.

Segala sesuatunyaitu pokoknya memang hanya bisa enak jika takarannya tepat plus momennya juga tepat. Yang berlebihan dan datang tiba-tiba sudah jelas tidak enak.

Advertisements

7 thoughts on “Tidak selalu enak

  1. Candela

    Kalo aku, takaran & waktunya gak penting. Soalnya aku suka banget teh. Yang lebih penting adalah… teh apa?? Aku soalnya suka teh normal. Kalo lagi ngapain, tau-tau tehnya yang ada campuran bumbu semacam licorice gitu, hancurlah sudah semuanya!! *lebay*

    Like

    Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s