Jadi suka makanan pedas

Apa yang menyebabkan saya jadi doyan makanan pedas masih jadi pertanyaan. Sementara, saya masih menduga ini akibat tinggal terlalu lama di Gunung Kidul yang hawa dan suasananya, tidak pagi tidak malam, selalu dingin. Jadi seperti bentuk adaptasi tubuh terhadap lingkungannya.

Tapi akibatnya saya seperti orang ngidam. Setiap kali ingin membuat menu makanan, yang saya bayangkan hanya jika makan makanan pedas. Hampir 2 minggu saya selalu makan pedas (sangat pedas).

Yang saya ingat, lebaran kemarin saya menambahkan banyak sambal di mangkuk baso. Lalu, waktu dari warung saya menenteng tomat dan sekantung cabai minta dibuatkan sambal tomat pedas. Kemudian minta sambal bawang untuk pendamping makan siang, lalu sambal cabai biasa. Yang terakhir ini saya minta dibuatkan sambal goreng yang porsi cabainya sangat banyak. Entah  apalagi nanti…

Well, jika ini bentuk adaptasi tubuh, saya sih hanya berharap perut juga mampu beradaptasi penuh terhadap pedasnya cabai yang saya makan setiap harinya. Khawatir tidak bisa makan gara-gara kena serangan maagh…

Ngomong-ngomong makan, nanti mau makan apa yah? ahh… saya jadi membayangkan rujak ha ha ha

 

 

Advertisements

2 thoughts on “Jadi suka makanan pedas

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s