Setelah lulus perguruan tinggi…

Saya lupa kalau Jumat kemarin berlangsung upacara kelulusan bagi para wisudawan/wati yang telah berhasil menyelesaikan studi di perguruan tinggi UI. Pantas saja jalanan begitu padat. Rute bus kuning juga berubah. Mahasiswa yang biasanya terlihat bercelana jeans, kemeja dan kaus, kini tampak menawan dalam balutan kebaya, jas, dan toga didampingi bapak dan ibu mereka. Mereka siap diwisuda.

Bagaimana ya perasaan mereka ketika diwisuda? Maklum saya belum pernah diwisuda.  Seingat saya yang saat itu menjadi tim paduan suara, upacara wisuda hanya sebentar. Setelahnya bubar atau hanya foto-foto sebentar. Ya mungkin ada juga yang kemudian mengadakan syukuran.

Tetapi menurut saya kesenangan kelulusan saat itu ya hanya sebentar. Yang jadi tantangan, apa yang dilakukan setelahnya?

Terus terang saja, melihat momen wisuda kemarin saya jadi banyak berpikir. Sudah siapkah lulus dari perguruan tinggi? Apa yang akan dilakukan setelah lulus? Sudah siapkah lulusan dengan kondisi lapangan yang sesungguhnya? Sesuaikah materi/ pengetahuan yang didapat dengan kebutuhan di industri? Sudah punyakah skill yang dibutuhkan untuk di lapangan? Sudah SIAPkah?

Pertanyaan ini masih sulit dijawab.

Padahal selama ini saya ingin cepat-cepat lulus. Lulus cepat, 3,5 tahun, lalu ini, lalu itu. Tetapi menjawab pertanyaan itu saja masih belum becus. Bagaimana mau siap?

Tetapi, bagaimana ya kesiapan kakak-kakak wisudawan/wati kemarin? Sayang saya tidak punya kesempatan ngobrol dengan mereka. Yang jelas, saya jadi ngeri memikirkan pertanyaan-pertanyaan saya sendiri. Saya jadi ingin belajar lebih lama. Saya ingin memanfaatkan kesempatan untuk mengenali lapangan pekerjaan. Kemudian ketika benar-benar siap di lapangan, saya dengan berani melenggang di upacara wisuda, – di medan sesungguhnya.

Mari memanfaatkan kesempatan yang ada!

Advertisements

2 thoughts on “Setelah lulus perguruan tinggi…

  1. edipadmono

    Harus siap, karena itu tuntutan waktu. Hidup ini terus mengalir saling menggantikan, yg muda menggantikan yg tua, anak buah menggantikan atasannya.
    Manusia yg cerdas adalah yg bisa memanage waktu dan apapun bidang study yg dipelajari janganlah dijadikan sebagai dasar u menjadi apa atau bekerja dimana, karena yg terpenting bukanlah apa yg dipelajari tetapi proses belajar itu yg paling penting.

    Like

    Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s