Hubungan dokter dengan pasien, for better understanding

Setelah membaca buku Graham Scambler, saya jadi ingin tau bagaimana proses seorang dokter memutuskan hasil konsultasi dengan puluhan pasiennya. Benarkah dokter telah mampu  mengintegrasikan pengetahuan yang dimilikinya dengan laporan dari pasien menjadi sebuah keputusan medis yang tepat? Saat ini, bahkan banyak program penyebaran dokter di pelosok-pelosok negeri, di berbagai etnis dalam rangka pengabdian dan pemerataan layanan kesehatan. Lalu, apakah mereka benar-benar telah memahami keputusan yang mereka berlakukan untuk si pasien?

Perlu kita ketahui bahwa karakteristik personal seorang pasien dan pengaruh struktural sangat mempengaruhi penilaian. Karakter-karakter seperti tingkat partisipasi pasien dengan dokter, tingkat pendidikan dan kelas sosial, keikutsertaan dalam kelompok etnis minoritas tertentu, bahkan being male juga berpengaruh. Seseorang bisa saja membangun sendiri laporan kondisi kesehatannya, mengurangi atau melebih-lebihkan suatu kondisi. Di sisi lain, dokter juga sama berpengaruhnya terhadap keputusan berkaitan dengan pengetahuan dan sifatnya yang kadang-kadang mendominasi. Sehingga, keputusan yang diambil dokter seperti pemberian obat, rawat inap dan sebagainya tidak bisa hanya melalui keputusan dokter saja, melainkan juga mengikutsertakan si pasien.

Jika kita ingat-ingat, berapa lama seorang dokter melakukan medical checkup? Berapa lama ia berdiskusi mengenai penyakit yang dikeluhkan pasien? Pengalaman yang paling sering, dokter akan bertanya berapa lama si pasien sakit? bagaimana rasa sakitnya, sakit sekali atau tidak? dsb. Setelahnya, kemudian resep diberikan. Tidak banyak konsultasi yang dilakukan pasien terhadap keluhan penyakitnya karena selain hanya menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sifatnya tertutup, dokter juga membatasi waktu konsultasi. Tekanan waktu mendorong konsultasi dengan dokter menjadi terpusat. Kontrolnya menjadi lebih erat dengan tujuan mencapai diagnosis secepat mungkin. Akibatnya konsultasi berjalan singkat dan telah terbukti berhubungan lebih dengan resep yang diberikan dan masalah psikologis sedikit diidentifikasi (Scambler,1991:56).

Jadi bagi dokter dengan pasien dari berbagai latar belakang etnis dan pendidikan, bagaimana cara mereka menyatukan sudut pandang tentang keputusan layanan kesehatan yang diinginkan? Bagaimana para dokter menyiasati pasien yang tidak terlelu aktif dalam pengambilan keputusan medis? Saya khawatir kalau masyarakat banyak yang dijadikan mal praktik. Bagaimanapun juga, dokter lebih sering berperan seperti orang tua di mana segala keputusan ada di tangannya.

Saya pikir, baik dokter maupun pasien harus belajar bagaimana cara berkonsultasi dan menjalani peran sebagai konsultan kesehatan yang baik. Jadi ada pola hubungan yang baik antara mereka sehingga tidak ada yang perlu dirugikan antara yang satu dengan yang lain.

Advertisements

4 thoughts on “Hubungan dokter dengan pasien, for better understanding

  1. Cahya

    Itulah mengapa ilmu kedokteran lebih tampak sebagai seni yang dibangun di atas sejumlah pengetahuan yang pelik.

    Seandainya sesederhana itu, tentunya akan mudah. Tapi berapa banyak orang di negeri ini yang cukup “dewasa” untuk diajak duduk bersama berdiskusi secara sehat? Jangankan masalah konsultasi kesehatan, bidang lain juga mengalami isu serupa.

    Lalu kalau bertanya apakah keputusan medis sudah tepat? Maka tanyalah pada rumput yang bergoyang. #eaaa….

    Like

    Reply
    1. Tina Latief Post author

      langsung disamperin pak dokter, hehe..

      Kalau dari riwayatnya, saya rasa itulah mengapa kemudian ada sosiologi medis dan kesehatan. Peliknya bidang medis membuatnya tidak bisa bekerja sendiri. Medis juga perlu ilmu yang memahami karakter-karakter manusia yang seperti itu…

      Hehe, tanyanya ke sosiolog kesehatan mas.. karena saya belum menjadi sosiolog beneran, ya saya belajar dulu..

      Like

      Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s