Bunyi-bunyi berisik

Taukah kamu mengapa aku sama sekali tidak suka dengan jam dinding? Aku beruntung karena jam besar di London itu tidak dekat dengan rumahku. Aku membayangkan bagaimana setiap hari aku harus mendengarkan detakan jarum jam yang seolah menyorong-nyorong aku dari belakang, “Ayo buruan, ayo cepetan”. Plis, aku mau saja tepat waktu, tetapi aku tidak suka diburu-buru.

Bagiku, detakan jarum jam itu seperti genderang yang ditabuh didekat telinga. Meskipun sebagaian orang hanya mendengarnya sebagai variasi dari tik dan tak, rasanya rumah yang di dalamnya ada jam dinding itu seperti akan roboh.

Entahlah, mungkin karena aku termasuk yang tidak suka bunyi-bunyi yang berisik. Makanya, sampai bunyi jam dinding saja aku tidak suka.

Mengenai bunyi-bunyi berisik, hari ini dan seterusnya mungkin adalah hari di mana aku harus sedikit berlapang dada. Sudah sejak kemarin di sebelah kamarku ada pekerjaan renovasi oleh sejumlah pekerja bangunan. Taukan kamu bagaimana bunyinya? Yang pasti bunyinya lebih dari sekedar detakan jarum jam di London.

Sepulang kuliah tadi, kulempar tasku di ranjang seraya menghela nafas panjang. Jengkel.

Bayangkan saja, ketenangan yang aku harapkan tatkala capek dan banyak pikiran justru digantikan oleh kekacauan dari dentuman bodem yang dihantamkan ke dinding tembok. Siapa yang tidak merasa terganggu dengan suara berisik seperti itu? Ingin rasanya berteriak “Woi, berisik amat sih” agar para pekerja menghentikan pekerjaannya. Kemudian aku akan bisa tidur siang dengan lelapnya.

Terkadang aku merasa, menjadi seorang terpelajar adalah sekaligus beban. Di sana, aku tidak bisa menghardik orang sekenanya karena pekerjaannya mengganggu tidur siangku. Ada nilai-nilai yang mengekangmu untuk tidak menjadi brutal dan tidak rasional. Aku harus berpikir apa yang sebaiknya kulakukan dan apa yang sebaiknya tidak kulakukan. Jika aku gagal menerapkan prinsip nilai-nilai yang kudapatkan di sekolah, maka jelaslah aku tidak ada bedanya dengan orang yang tidak terpelajar.

He he he

Jadi, karena aku termasuk salah satu yang terpelajar itu, tentu saja aku tidak mengomeli para pekerja itu. Aku hanya berharap pekerja-pekerja itu diberikan kesehatan. Kalau mereka sehat, maka pekerjaan perbaikan gedung ini akan cepat selesai. Kelak tidak ada lagi bunyi-bunyian yang melebihi bunyi jam dinding di kamar sebelah. Sungguh memekakan telinga…

Advertisements

6 thoughts on “Bunyi-bunyi berisik

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s