Ternyata, ada juga gadis yang seperti ini…

Tinggal satu atap dengan para gadis di asrama mahasiswa selama kurang lebih satu setengah tahun membuat saya tau kalau tidak semua anak gadis itu rajin, rapi, bersih dan mau mengakui barang miliknya sendiri.

Kalau Anda datang diam-diam ke mari, ke salah satu kamar mereka, Anda mungkin akan terkejut karena begitu masuk, Anda akan disuguhi pemandangan kamar yang begitu berantakan. Selimut dan bantal berceceran ke mana-mana. Sepatu, oh sepatu… Saya juga heran kenapa sepatu bisa jadi satu dengan buku diatas meja…

Saya bersyukur karena kebersihan asrama dijamin oleh petugas kebersihan yang setiap hari datang. Coba kalau mereka tidak ada atau kebersihan sepenuhnya diserahkan kepada penghuni, saya tidak jamin kalau asrama ini masih terlihat sebagai asrama mahasiswa.

Well, khusus untuk kebersihan barang-barang pribadi seperti baju dan perlengkapan lainnya memang menjadi tanggungjawab penghuni. Untuk itu, banyak penghuni asrama yang memanfaatkan jasa laundry.

Namun, tidak jarang pula yang memanfaatkan waktu luangnya dengan mencuci baju secara manual. Biasanya mereka melakukan itu kalau tidak ada kelas, mendapat jadwal kuliah siang atau menjelang weekend.

Agenda mencuci baju di akhir pekan justru membuat penghuni asrama bisa bertemu satu dengan lainnya. Maklum, aktivitas kemahasiswaan membuat kami jarang bisa bertemu. Saat akhir pekan tiba, mereka bisa bercandaan layaknya di ruang keluarga.

Anehnya, seringkali mereka tidak mau mengakui barang kepunyaannya yang telah dijemur kering di jemuran. Selama berhari-hari, mereka tinggalkan saja cawat dan kutang itu di jemuran berkibar-kibar tertiup angin. Bahkan ketika hujan turun dan membuat mereka (cawat dan kutang) berjatuhan, tidak ada juga yang mau menjumput dan mengakuinya sebagai miliknya.

Ini orang pada sinting ya?

Masakah mereka tidak mau mengakui pakaian yang mereka cuci, dan mereka jemur sendiri? Bukankah sebelumnya mereka juga mengenakannya sehari-hari?

Kalau sudah tidak layak pakai, merekakan bisa langsung membuangnya ke tempat sampah? Lah ini, malah sengaja dibiarkan seperti pameran bikini. Apa maksudnya memang ingin dipamerkan?

Ternyata ada juga gadis yang seperti ini.

Advertisements

17 thoughts on “Ternyata, ada juga gadis yang seperti ini…

  1. Cahya

    Itu etalase kemalasan, saya juga kadang malas, kalau ndak ada dua hari libur baru semangat bersih-bersih. Kalau libur sehari, sudah buat menghilangkan penat yang menumpuk.

    Like

    Reply
    1. Tina Latief Post author

      wah, mas cahya..
      sebutan etalase kemalasan terdengar halus sekali hehe

      Yang saya perhatikan, sebetulnya mereka memang bersih-bersih kamar juga, tetapi asal sudah rapi ya berantakan lagi. Seakan mereka suka saja berantakan..

      Like

      Reply
      1. Tina Latief Post author

        hehe, tapi cowok sih..
        kalau dari dulu stereotipenya kan berantakan. Nah kalau cewek, yang katanya suka bersih, rapi dsb, nyatanya juga wow + +
        hehe

        Like

    1. Tina Latief Post author

      hi akhtyo, sampai pula km ke sini.. 🙂
      hehe, sayangnya ajang pamilihan miss world sudah usai tahun ini. Jadi mungkin mereka memang suka saja memajangnya sampai berjatuhan begitu..

      Like

      Reply
  2. Budi Nurhikmat

    Hehehe….para gadis ada saja yang seperti itu, kecantikannya adalah kosmetik sedangkan aslinya, pasti ditutupi.
    atau seperti rumah blog, ganti suasana baru saja dari pada ketemu “beratakan fair” dan suara2 berisik…
    btw, jempolnya jadi mengingatkan link baru heeee…. 🙂

    Like

    Reply
      1. Tina Latief Post author

        iya mas..
        benar-benar banyak PR-nya. Saya tidak menyangka akan sejelimet ini jadinya.. trafik blog turun drastis, dan saya perlu mengganti banyak aplikasi.. fyuh..

        Like

  3. Pypy

    Trus merasa tertemplak baca ini. Saya sedikit tergolong gadis sprti itu *sigh*.. Lebih karena malas bersih2 sih sbnrnya. Tapi kalo ut gak sampe mengakui barang sndiri sih engga yah :p

    Like

    Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s