Jalan-jalan ke Pasar Kaget

Menjadi mahasiswa yang tinggal di asrama jangan khawatir kehilangan tempat-tempat menarik untuk jalan-jalan. Terutama buat kamu yang berasal dari daerah yang terkadang rindu dengan suasana disekitar daerah asal. Beruntunglah, kampus UI Depok letaknya strategis, dekat dengan masyarakat, dekat pula dengan pusat kota. Jadi kalau bosan dengan hiruk pikuk kota yang padat, kamu bisa menepi melihat interaksi orang-orang di pinggiran. Dijamin tidak kalah menarik dengan tempat-tempat yang lain ๐Ÿ™‚

Nah, pagi tadi sekitar pukul 8, aku dan teman-teman jalan-jalan ke Pasar Kaget.ย Ini pertama kalinya aku ke sana saat menjadi mahasiswa. Dulu aku belum sempat ke sana karena masih sibuk menjadi maba. Sekarang, mumpung ada waktu sekalian saja aku jalan-jalan sambil belanja. He he he

Dari namanya mungkin kamu sudah tau kalau pasar ini ada secara serta merta, dadakan. Tidak ada tempat khusus yang secara permanen bisa disebut pasar seperti pasar-pasar pada umumnya. Pasar ini hanya memanfaatkan sejumlah ruas jalan di sekitar kompleks penduduk yang memanjang di sebelah hutan kota UI.

Meskipun demikian, banyak sekali pengunjung yang datang untuk belanja. Tidak hanya penduduk sekitar, mahasiswaย kost banyak pula yang datang ke tempat ini untuk belanja barang-barang kebutuhan. Terutama karena pasar ini hanya ada di hari Minggu, jadi pengunjung dengan kategori mahasiswa pasti banyak yang menyempatkan ke sana.

Di Pasar Kaget banyak menjual bahan makanan dan barang-barang kebutuhan rumah tangga. Ada perkakas rumah tanngga, pakaian, sayur, buah, dan beraneka jajanan pasar.

Aku pikir pasar ini sama saja dengan pasar kebanyakan. Pasar Kaget ternyata juga berbeda dengan pasar-pasar tradisional yang pernah aku jumpai.

Mungkin karena aku berasal dari daerah yang berbeda, keberadaan benda-benda aneh yang tidak biasa aku jumpai di pasar tradisional seperti sarang semut, sate keong (begitu aku menyebutnya), dan ongol-ongol membuatku merasa pasar ini memang unik. Selain menambah kamus perbendaanku tentang pasar, keberadaan benda-benda tersebut membuatku penasaran.

Seperti yang satu ini, sarang semut. Ada yang tau sarang semut ini gunanya apa?

Selain keberadaan benda-benda unik tersebut, yang membedakan Pasar Kaget denga pasar lainnya adalah interaksi pedagang dengan pembelinya.

Di daerahku, di Jogja sana, tawar menawar antara pedagang dengan pembeli tampak lebih kuat. Istilahnya kalau belum pas harganya, barang pasti akan terus ditawar sampai terjadi kesepakatan.

Yang aku lihat, orang-orang di Pasar Kaget tidak demikian. Mungkin karena harga yang dipatok memang sudah harga yang umum, makanya orang sudah tidak banyak lagi yang menawar-nawar. Selain itu daerah ini sudah bercampur dengan kota. Orang pasti malas menawar-nawar, apalagi mahasiswa.

Satu hal lagi, di sini tidak ada istilah pekewuh (malu) dengan pedagang. Antara satu dengan yang lainnya jarang yang memiliki ikatan darah seperti di desa. Kalau tidak jadi membeli karena harga tidak cocok, ya tidak apa-apa. Tidak ada rasa “ngga enak” dengan penjualnya.

Hmmm..

Tiga jam berkeliling pasar ternyata tidak terasa. Apalagi kalau jalan-jalan pagi ini terasa sangat menyenangkan. Dengan cepatnya waktu menunjukkan siang. Sudah saatnya kami pulang.

Hari ini cukuplah berfoto-foto dengan sekantung belanjaan di tangan. Lain kali mungkin ada serita lagi ๐Ÿ™‚

Selamat berhari Minggu..

Advertisements

38 thoughts on “Jalan-jalan ke Pasar Kaget

  1. Iwan Yuliyanto

    Semoga dengan keberadaan pasar kaget ini terjaga semangat agar “pasar ora ilang kumandange”.
    Jual beli dalam perdagangan klasik adalah interaksi sosial, tawar-menawar, bersapa, dan ada semangat silaturahim. Itu yg membuat pasar terdengar berkumandang.
    Sedangkan hypermart, mall, super market, hadir dengan harga pas, dan interaksi hanya ada di depan kasir, itupun berupa angka. Pasar tradisional hilang “kumandangnya” (kemeriahan sosialnya).

    Selamat berhari minggu.

    Like

    Reply
    1. Tina Latief Post author

      mas Iwan komentarnya dahsyat..
      nuwun mas,
      iya mas, saya juga tidka mau pasar tradisional kalah dengan mall-mall yang tersebar di kota ini. Saya apresiasi pasar kaget ini justru masih eksis di tengah persaingannya dengan pusat-pusat perbelanjaan di Depok yang baru saja dibangun itu..

      Like

      Reply
    1. Tina Latief Post author

      di daerah mana itu mba? boleh kapan-kapan di share ๐Ÿ™‚
      wah yang fresh ini menimbulkan pertanyaan, dari mana asal sayurannya? ๐Ÿ™‚

      Like

      Reply
  2. Budi Nurhikmat

    aduhh…..telat nih, mudah2an pasar kagetnya masih ada ( barusan pulang dagang ).
    asik dong kalau masih ada, mau buka lapak jualan buah mangga…..mangga ๐Ÿ˜€
    hehhe ditempat saya namanya pasar kojengkang…..lebih dari hyper market, dari tali kolor, lem tikus sampai sepeda bekas ๐Ÿ™‚

    Like

    Reply
  3. loewyi

    ciluuuuk baaโ€ฆ.. kaget gak ya kira-kira wkwkwkwkwkโ€ฆ.
    pasar kagetโ€ฆ orangnya kagetan berarti yahโ€ฆ lata gak tuchโ€ฆ.. ๐Ÿ˜›
    wew pepesssโ€ฆ.. enak tuchโ€ฆ jadi laper -_-

    Like

    Reply
    1. Tina Latief Post author

      Tergantung perspectivenya mba, kalau kita tidka bisa melihat keindahan di berbagai aspek, saya ragu ada yang suka dengan tempat-tempat seperti ini..
      apalagi anak jaman sekarang.. ๐Ÿ™‚

      Like

      Reply
      1. chris13jkt

        Sebetulnya bukan cuma keindahannya saja, tapi keunikannya. Itu yang aku cari kalau pas blusukan ke pasar. Dan untungnya selalu saja dapat sesuatu yang unik ๐Ÿ™‚

        Like

  4. duniaely

    wow … betapa nikmatnya andai aku bisa berada di pasar kaget Tina, mau borong semua deh terutama berbagai macam pepesan itu *maruk*

    btw, aku baru tahu kl di pasar kaget jarang ada tawar menawar bgt ya,kukira selama ini Cuma di Supermarket aja yg harganya sdh aps ๐Ÿ˜›

    itu sarang semut , baru lihat aku lho ๐Ÿ™‚

    Like

    Reply
    1. Tina Latief Post author

      hehe, saya kemarin juga menikmati sekali mba ely waktu jalan-jalan ke sana.. semuanya saya telusuri..

      di sini sepertinya sudah menjadi kultur orang pasarnya..
      mereka tau harganya sudah pas hehe

      tapi aku belum ngeh sama manfaatnya mba, serem bentuknya soalnya

      Like

      Reply
  5. lazione budy

    Siapa bilang di pasar kaget ga iso tawar-menawar. Justru saat di pasar kagetlah kita bisa menawar dengan kejam.
    Memang terlihat murah tapi perhatikan juga kualitasnya.
    Pasar kaget memang cocok di kantong mahasiswa juga anak kos.

    ๐Ÿ˜€

    Like

    Reply
      1. Tina Latief Post author

        Ya beda dong mas..
        haha penjualnya ya, sering ditindas ini sepertinya ๐Ÿ˜€

        kultur setiap pasar itu beda, apalagi di desa dengan di kota. Jelas beda.. Interaksi antara pedagang dengan pembeli tidak sama di setiap pasar..

        Like

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s