Selalu ada yang baru dari film lama

Salah satu kegemaran saya adalah menoton film-film lama. Film-film yang sudah pernah saya tonton saya tonton kembali untuk ke sekian kalinya.

Menurut saya, film-film lama masih sama menariknya jika dibandingkan dengan film-film baru. Tidak ada rasa bosan bagi saya untuk menikmati film-film lama sebagai sarana hiburan di akhir pekan atau diwaktu senggang. Hal yang membuatnya selalu menarik adalah karena saya selalu menemukan hal-hal baru yang tidak saya temukan di saat pertama kali menonton. Setelah beberapa kali menotonBukan hanya pesan moral atau isyarat tak terduga, saya juga jadi tau kalau film bagus sekalipun selalu memiliki kekurangan.

Sebut saja salah satu judul film produksi Jepang, Paradise Kiss.

Hehehe, jangan menganggapnya konyol kalau sayapun menikmati jenis film semacam ini. Menurut saya wajar saja bagi seorang remaja menikmati film yang kekanakan, sedikit lebay dan penuh adegan mesra. Mumpung masih muda, kan? 🙂

Film yang dibintangi Keiko Kitagawa dan Osamu Mukai berikut adalah film yang mengisahkan tentang kehidupan remaja yang sedang (seperti biasa) mencari jati diri. Keiko (Yukari) merupakan akademisi di sekolah terkenal yang selalu belajar di bawah tekanan ibunya. Hal ini menyebabkan ia selalu belajar dibawah pengaruh paksaan.

Tanpa disangka pertemuannya dengan Osamu (George Koizumi), seorang designer sekolah kesenian, menyebabkan hatinya perubah. Di sana, hatinya diuji antara dua pilihan: menjadi model atau menjadi akademisi seperti keinginan ibunya.

Seperti film remaja kebanyakan, kisah mereka tidak jauh dari kisah cinta. Sang designerpun jatuh cinta dengan sang siswa.

Dukungan George terhadap mimpi Yukari menyebabkannya semakin matang menjalani karir sebagai model. Akan tetapi, jalan mewujudkan mimpi mereka berbeda. Di akhir kelulusan, George pergi ke Paris untuk menjadi designer. Sedangkan Yukari meneruskan menjadi model di Jepang. Keputusan itu sempat membuat mereka terpisah di lain benua. Namun karena kekuatan cinta, mereka akhirnya dipersatukan lagi di New York setelah masing-masing sukses dalam karirnya. ***

Hehe, sangat sederhana bukan ide film remaja itu?

Tetapi bukan kisah perjuangan dua remaja ini yang sebetulnya membuat saya betah nonton berulangkali. Seperti yang telah saya katakana sebelumnya, saya menemukan hal baru dari film ini. Saya menemukan sedikit kejanggalan di film ini.amtinafl

Di film itu, Yukari adalah seorang model amatiran. Bahkan, sempat dikisahkan pula ia tidak dapat berjalan dengan baik di catwalk. “Kamu seperti robot” begitu kata George sambil marah.

Benar, sebagai model amatiran, belum mengenal apa-apa soal modeling, Yukari seharusnya bertingkah layaknya orang awam. Namun lihat saja posenya pada cuplikan awal film berikut.

Seorang amatiran tidak mungkin berjalan memutar, lalu berkacak pinggang dengan anggun seperti itu. Apalagi Yukari saat itu sedang jengkel.

Menurut saya, Yukari seharusnya bertingkah layaknya orang marah sungguhan seperti menghentakkan kaki atau semacamnya. Tetapi untuk berkacak pinggang seperti itu, saya rasa bukan pose yang tepat untuknya sebagai pemeran model amatir.

Keiko adalah artis yang berbakat, saya rasa itulah yang tidak diperhatikan sutradara di film buatannya yang bagus ini. Dia lupa kalau Keiko harus berperan tidak andal dalam film ini. He he he

Apakah Anda pernah menonton film dan menemukan hal janggal seperti ini?

Advertisements

24 thoughts on “Selalu ada yang baru dari film lama

  1. Beby

    Aku pernah nonton film ini.
    Menurut ku juga pose-pose Yukarinya sudah termasuk professional. Cara dia menaikkan bahu dan berjalan sudah kelihatan kalo dia sebenarnya model senior. Cuma masih not bad lah ya kalo ditonton oleh orang awam.
    Btw, aku paling suka tokoh Isabella di sini. Cantik dan keibuan, padahal transgender 😀

    Like

    Reply
  2. Nadya

    Wah jadi pengen ikutan nonton film lama juga. Dari dulu saya suka sekali nonton trilogi Lord of the Rings. Padahal filmnya buat banyak orang sangat membosankan. Tapi susah sih kalo emang hobinya nonton film kolosal kayak gini. Hehehe.. Oh sama film campuran Korea-Jepang yang judulnya Friends, dimainkan Kyoko Fukada dan Won Bin. Ini juga film favorit saya 😆

    Like

    Reply
    1. Tina Latief Post author

      Ayuk mba, film lama engga ngobosenin kok.
      Ada banyak hal baru sebetulnya yang bisa didapat di kali kedua menonton. Entah yang lucu, pesan moralnya atau yang lainnya..

      Ada rekomendasi?

      Like

      Reply
      1. Nadya

        Hmm.. Apaan yak.. Coba kamu tonton film Forrest Gump. Penuh pesan moral filmnya, one of my favorite too 😀

        Atau kalo suka sejarah, bisa nonton Chocolat (Johnny Depp, Juliette Binoche), The Pianist (Adrien Brody), Downfall (Bruno Ganz), atau Schindler’s List. Etapi kalo keberatan bisa nonton film-film lite Shallow Hal atau 10 Things I Hate About You 😆

        Like

      2. Tina Latief Post author

        wah sepertinya aku konsul fim sama orang yang tepat, outstanding bgt hehe
        wah yang dibintangin johnny layak dicoba pertama kali. Yang lainnya yusul. Masih ada engga ini di toko kira-kira?

        Like

      3. Nadya

        Biarpun nggak fokeus ke Johnny tapi filmnya bagus hehehe.. Disc aslinya masih dijual kalo nggak salah. Tapi kalo Tina pecinta DVD bajakan bisa dibeli juga kok di ITC/toko-toko terdekat 😆

        Selamat menonton 😀

        Like

  3. Mechta

    hehe… kalau aku sukanya baca novel lama… ga bosen meski sudah berulang-ulang dibaca… tapi klo trus difilmkan, aku males nonton, soale sering beda dg yg ada dibenakku.. ups.. komennya OOT ya… maap… 🙂

    Like

    Reply
  4. Budi Nurhikmat

    hehhe…film lawas ditonton lagi, memang yang jadi surprisenya bukan jalan cerita walau sambil ingat2 lagi. Yang jadi perhatiannya pasti lebih detil lagi dan bahkan ingin mengulang2 frame tertentu (pasti remote dtekan-tekan 🙂 ).

    Selamat berburu film lawaaas….

    Like

    Reply
      1. Budi Nurhikmat

        sukanya sih fiksi perang yang benar ada sejarahnya seperti band of brother, pearl harbour, saving private ryan, the pacific dll, yang itu malah belum lihat…hadoooh jadi penasaran atau udah kali yaa… 🙂

        Like

    1. Tina Latief Post author

      hehe bukan lawas sih, tetapi lama. Lama di tulisan ini maksudnya yang sudah pernah di tonton. Paragraf pertama 🙂

      film lawas tapi belum pernah nonton ya sama dengan film baru. Jadi pasti masih sama serunya.
      Yang ini beda, dia sudah pernah ditonton, lalu ditonton lagi..

      Like

      Reply
  5. Tiyo Kamtiyono

    Ngomongin film memang nggak ada habisnya, saya juga sering lihat film – film koleksi saya untuk kesekian kalinya. Dari film kadang kita bisa melihat perjuangan, kisah sedih, pemilihan kata yang inspiratif, terlepas dari beberapa kesalahan seperti alur yang kadang tidak logis.

    Like

    Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s