Menata mimpi

Yaiks…!
Hari sudah pagi saja. Perasaan tadi tidurku baru sebentar. Beberapa jam lagi waktunya aku ngampus ini.

Hmmmm (menghela nafas)…
Aku merasa akhir-akhir ini mimpiku sedang berantakan. Seperti terkena amukan badai, semuanya porak-poranda. Lah kok bisa?

Entahlah, padahal saya juga engga ngurusin anak dan suami. Ngapa-ngapain juga sendiri, mau polah ke segala arah juga engga ada yang bakalan ngusik..

So what?

Mungkin satu-satunya yang bermasalah di sini hanyalah AKU.ย 

Setelah kuraba jidatku, panas, dugaanku semakin kuat kalau ada yang bermasalah dengan diriku. Coba kita lihat apa yang belakangan ini aku lakukan! Well, Aku terlalu memforsir tenaga dan pikiranku untuk hal-hal yang sebenarnya tidak penting. Misalnya?

Wk wk wk, sebenarnya aku malu mengakuinya, tetapi selama sebulan ini aku telah melakukan gencatan senjata dengan kekasihku berkali-kali. Secara teori sihย konflik akan mendorong terjadinya perubahan transformatif. Konflik diperlukan untuk menciptakan suatu kondisi yang adil. Seperti buruh, mereka demo supaya lebih diperhatikan kesejahteraannya.

Pada dasarnya kami memang mengalami beberapa perubahan. Kami selalu berusaha mengambil pelajaran dari setiap peristiwa yang kami alami untuk landasan mengerti satu sama lain. Tetapi ada yang miss di sini, bahwa kami bukanlah buruh. Demo tidak cocok untuk menyampaikan tuntutan kami. Ha!

Pada akhirnya, sampai pada titik ini sepertinya dia sudah lelah. Terbukti dari kediamannya yang hampir 3 hari ini. Semalam terakhir kali aku mencoba mengirim pesan ke nomor ponselnya, namun nihil. Bahkan dia sempat mengalihkan nomor ponselku untuk yang ke sekian kali.

Didikan keluargaku adalah tidak baik mendiamkan orang lebih dari 3 hari. Itu sebabnya aku berusaha menghubunginya sebelum segala sesuatunya menjamur dan kadaluarsa. Tetapi aku tidak bisa protes ketika kenyataannya dia tidak mau dihubungi. Saat ini aku pasrah saja, biarkan dia melakukan semaunya. Toh jodoh tidak ke mana…

Jodoh tidak ke mana, tapi kalau dibiarkan pacarmu pasti ke mana-mana!

Yah, kami masih muda. Ke manapun kami pergi, dengan siapa kami pergi, aku rasa kami tidak mau dibatasi. Kalau dipikir, tidak ada yang lebih penting dari sebuah mimpi, kan?

Pacar juga penting!

Aku tau. Masih ada 3 minggu sebelum kopdar #BN2013, aku rasa ini adalah waktu yang tepat untuk mendinginkan diri. Jika 3 hari tidaklah cukup, biarkan kami membuat aturan sendiri, 3 minggu, 3 bulan, 3 tahun, 3…. Biarlah semuanya berjalan apa adanya. Biar…

Aku harus sadar kalau aku tidak selamanya bisa tidur, bermimpi sepanjang malam tentang ambisi-ambisi yang bergentayangan. Aku harus bangun dan menata kembali mimpi. Karena hari sudah pagi!

Mari meraih mimpi!

Advertisements

11 thoughts on “Menata mimpi

  1. Tiyo Kamtiyono

    About relationship,
    nggak bisa banyak cerita juga sih, tapi kadang daripada mikir yang nggak pasti, mending buat ngerjain yang pasti – pasti aja, begitu pendapat saya ๐Ÿ™‚

    Bahasa peyampaiannya unik, makasih udah berbagi mbak ๐Ÿ™‚

    Like

    Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s