Foto-foto langit

Sedari pagi tadi langit Jakarta dan Depok cerah sekali. Tidak ada tanda-tanda akan hujan atau mendung dari sudut manapun.

Meski indikator cuaca di hanphoneku mengatakan hari ini Depok akan dilanda angin ribut berpetir, namun hingga waktu menunjukkan pukul 16.17 pun langit tetap segar. Mungkin ramalan cuaca kali ini sedang kurang beruntung dalam menentuka prediksinya. Beruntung bagiku karena hari ini aku bisa hangout berlama-lama bersma temanku.

Sebelum jalan, aku sempat ngobrol dengan om Hery di facebook. Kami sedang membicarakan buku yang katanya bagus sekali. Tersulut semangat membaca buku yang menggebu, akhirnya aku dan temanku melangkahkan kaki ke toko buku. Dan sekali lagi, aku mengagumi keindahan lagit yang disajikan Yang Maha Kuasa siang ini.

Karena kekagumanku yang begitu besar pada si langit, seperti biasa, kurogoh kamera di tasku, buru-buru mengabadikan momen tersebut ke dalam beberapa foto. Namun, sebelum aku merasa puas jeprat-jepret dengan si langit, temanku menegur

“Tina, ayok. Ih kamu engga malu? entar dikira kaya belum pernah ngeliat gedung bertingkat”ย 

begitu katanya. Aku sempat terbengong mendegar kata-katanya tadi. Malu? Loh?

Buatku, memotret-motret seperti tadi adalah hal yang biasa. Maksudku, aku mengambil gambar pada tempat yang tepat, momen yang tepat, dan aku blogger. Jika suatu ketika ada orang-orang kota yang datang ke desa lalu foto-foto sawah, apakah aku akan mengatakan “Dasar norak, belum pernah lihat sawah yah?” begitu?

Hehehe…

Memfoto apa saja menurutku biasa saja, toh aku tidak melakukan aksi foto-foto yang narsis, lebay, merendahkan orang, apalagi porno. Aku melakukannya di tempat di mana aku tidak mengganggu perjalanan orang, aku juga mengambil gambar yang memang sepantasnya. Lagipula bukankah tindakanku mengambil foto lagit itu menunjukkan suatu hal. Aku adalah salah satu orang yang biasa mengagumi keindahan sang pencipta. Dan aku ingin menunjukkan kepada siapapun yang dikesempatan lain tidak dapat menikmati objek indah seperti yang aku lihat sekarang.

Karena, meskipun kita tinggal di satu atap, satu langit, belum tentu pemandangan langit di atas kepalamu akan sama dengan pemandangan di atas kepalaku. Itulah mengapa, begitu ada momen langit yang sangat indah, aku ingin sekalu mengabadikannya, dan membagikannya.

Tapi aku memaklumi temanku tadi. Pertama, ia bukan seorang blogger, sudah pasti jarang melakukan hal-hal seperti yang aku lakukan di media sosial. Kedua, mungkin langit yang kulihat hari ini menurutnya biasa saja. Aku menganggapnya indah kan hanya secara subjektif saja. Ketiga, kami memang sedang jalan ke toko buku, jadi kami memang lebih baik menyegerakan perjalanan.

Ngomong-ngomong, ini dia foto-foto langit yang ku ambil tadi pagi hingga sore tadi.


Well, memfoto langit sebetulnya adalah hasil olah pikirku terhadap seseorang yang menginspirasi aku. Dia dulu sering memfoto lagit, dan hasilnya bagus sekali. Namun semenjak handphonenya hilang, dia jadi tidak pernah memfoto-foto langit seperti dulu. Sebagai bentuk apresiasiku terhadap karya-karyanya, aku lanjutkan perjuangannya memotret lagit itu. ๐Ÿ™‚

Yah meskipun teknik fotografiku masih kalah jauh dibanding miliknya, setidaknya aku punya niat baik. Aku ingin belajar dan berbagi apa saja yang menurutku baik dan bermanfaat.

Semoga tulisan inipun bermanfaat bagi pembacanya.

Advertisements

31 thoughts on “Foto-foto langit

  1. bebe'

    Aku pernah ketemu orang kayak gitu Tin.. jadi dulu pas pulang kantor aku sempet liat bulan purnama baguuuss banget. Besaaaaar banget keliatannya. Besokannya aku cerita di kantor dengan menggebu2, dan dia komentarnya “yaelah.. cuma liat bulan aja ampe kayak gitu” ahahahahahahaa… mungkin bagi beberapa orang, hal2 kayak gitu ga penting banget kali yaaa..

    Like

    Reply
    1. Tina Latief Post author

      Hehehe, aku belum pernah kalau bulan purnama, kameranya engga sampai..
      tapi kalau buat menghargai keidahan purnama sih teuteup..

      Like

      Reply
    1. Tina Latief Post author

      iya, makanya aku heran deh kenapa ramalan cuaca di hpku error bgt ngatain hari itu bakal hujan bercampur petir..

      Like

      Reply
  2. Budi Arnaya

    Hihihih memang demikian Tin…kadang kalau orang yang ngeliat kita motret pasti bilang..ngak punya kerjaan…masak motret sampai segitunya hihih padahal kita berusaha mencari sudut yang berbeda….Kalau ada lukisan langit yang sedikit menggoda saya juga kadang bingung..dan pasti berusaha untuk memotretnya…sampai pernah minjem kamera hihihihi…Ayo Tin..kita hunting bareng xixixixi

    Like

    Reply
    1. Tina Latief Post author

      Itu kesalahan fotografernya mba niee –> aku
      aku ngga sadar kalau kameranya ketutup sedikit, pas nyadar pas udah mau di app ๐Ÿ˜€

      hehe makasih..

      Like

      Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s