Permen itu…Sekarang Rasanya Seperti Apa?

2013-11-28 16.15.42

Ada yang tau bagaimana rasa permen?

Aku tidak sedang sinting menanyakan rasa makanan yang sewaktu kecil sangat aku gandrungi itu. Namun, sudah hampir  5 tahun aku tidak menikmati rasanya mengulum permen/ kembang gula. Semenjak permen terbukti membuat berat badan naik dengan drastis, saat itulah aku bertekat tidak mau makan permen walau hanya sebutir.

Aku harus legawa kalau sejak kecil aku memang tidak bisa berdamai dengan permen, secinta apapun aku dengan permen. Setelah gigiku ludes dan sempat mengalami masalah berat badan karenanya, kukibarkan bendera perang dengan semua jenis permen di muka bumi ini.

 

Sebutir saja benda itu masuk ke mulutku, rasanya aku sangat berdosa..

Hmmm… tapi belakangan ini aku penasaran, bagaimana rasa permen sekarang ini?

Sebelum ke Jogja kemarin, aku sempat cuci-cuci mata di salah satu pusat perbelanjaan di Depok. Barangkali,  di sana ada yang bisa kuperuntukkan sebagai bekal di perjalanan. Tiba-tiba, mataku terpaku ke salah satu deretan rak yang penuh dengan buskusan warna-warni beraneka bentuk dan rupa. Permen!!!

Mataku nanar melihat pemandangan itu. Rasanya ingin kukantongi semua dari masing-masing permen yang tersedia di situ. Namun tak segera ku sentuh deretan permen segala rasa itu. Kuhentikan langkahku, dan berpikir. Bisakah aku mencoba permen itu sekarang?

Sudah hampir 3 tahun aku memiliki tubuh dengan berat badan cukup ideal. Not too fat, not to skinny. Apapun yang aku makan, seberapapun banyaknya, aku tidak lagi mengalami kenaikan berat badan yang signifikan. Malahan, kebanyakan sekarang ini berat badanku justru menurun. Jadi aku berpikir, mungkin inilah saatnya aku mengembalikan minatku pada permen. Mungkin aku bisa mencoba beberapa.

Tapi aku bingung, permen seperti apa yang akan ku cicipi?

Well, aku ingin permen yang aku makan tidak membuat shock pada mulut dan tenggorokanku. Aku tidak mau permen yang membosankan, sekaligus yang berasa asam. Aku ingin permen yang ku makan memberikan kesan yang menyenangkan.

Setelah menimbang-nimbang kemungkinannya, kuraih Happydent White di rak yang letaknya tepat di depanku. Pertimbanganku memilih dia karena permen jenis ini tidak akan aku kunyah sembarangan seperti permen-permen biasa. Dia permen yang tidak bisa dikulum lama-lama. Rasa manisnya juga sementara, jadi aku tidak akan terlalu lama menahannya di mulut. Dan lagi, karena ia termasuk permen karet, aku bisa memainkan permainan permen karet yang bunyinya lucu itu 🙂 Cetok cetok cetok…Di saat perjalanan dengan kereta terasa lama dan membosakan, permen karet seperti ini cocok sekali. He he he..

Terhitung dari perjalanan pulang-pergi dengan kereta sedari Jogja, aku sudah menghabiskan satu set permen karet Happydent White. Rasanya menyenangkan, akupun tak lagi merasa berdosa karena khawatir kelebihan berat badan. Haha..

Nah, sudahkah kamu mengulum permen? Permen apa? Bagaimana rasanya?

Advertisements

15 thoughts on “Permen itu…Sekarang Rasanya Seperti Apa?

  1. Tiyo Kamtiyono

    Relatif jarang juga sih, paling kadang kalau mau motoran jauh beli Woods Papermint biar nggak ngantuk. Pernah karena agak serak beli strepsil, ampun deh, nggak bakalan kuat ngemut 2 biji sekaligus 😀

    Not to fat, not to skinny, ada typo mbak, kurang o, hehehe….

    Like

    Reply
  2. putrijeruk

    Mba depoknya mana?
    Pas ya milihnya, aku ga pernah bisa maem permen karet dicetok-cetok gitu -_-
    Kalo aku ga terlalu suka permen tapi selalu stock buat jaga-jaga kalo dipalak murid2 ku yang TK hehe

    Like

    Reply
    1. Tina Latief Post author

      Depoknya deket ui sini nih..
      kamu daerah mana?

      hehe wah bu guru harus hati-hati yah kalau muridnya kena gejala kelebihan bb sama masalah gigi hehe

      Like

      Reply
    1. Tina Latief Post author

      mungkin ngga semua jenis wanita deh Pie, kalau gennya ngga gampang gemuk, ya ngga bisa..
      tapi kalau yang sedikit sensi dengan makanan manis, ya beda lagi..

      Like

      Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s