Yang Harus Diperhatikan Calon Presiden Mendatang

Peristiwa naik-turunnya gas LPG yang sempat membuat kalangkabut memang sudah seharusnya diberi perhatian lebih. Ini bukan tentang siapa yang berusaha mengambil keuntungan dalam kasus ini melainkan tentang gas LPG itu sendiri.

Pemerintah mulai sekarang harus menaruh perhatian pada energi masa depan. Karena seperti yang saya lihat, pemerintah terlalu fokus pada pemenuhan energi jangka pendek atau yang biasa kita pergunakan sehari-hari. Berapa triliyun anggaran negara yang sudah dihabiskan untuk mencukupi kebutuhan energi sehari-hari, sedangkan tidak ada anggaran sama sekali untuk mempersiapkan pemenuhan energi jangka pangjangnya.

Kita tidak bisa mengelak bahwa energi yang saat ini kita pergunakan bersumber dari sumber daya alam yang tidak dapat tergantikan (unrenewable resource). Sekali digunakan secara besar-besaran, energi tersebut akan habis dan tidak ada penggantinya lagi. Keberlangsungannya di masa mendatang tentunya menjadi masalah yang perlu dipikirkan sejak sekarang. Kalau tidak anak-cucu kita nanti tidak akan bisa survive sebelum subtitusi dan teknologi penggantinya ditemukan.

Arah maksud saya di sini sudah jelas, pemerintah perlu membuat anggaran untuk mempersiapkan cadangan energi masa depan. Anggaran tersebut akan digunakan untuk menyelamatkan sebagian energi yang dikonsumsi terlalu berlebih di masa sekarang. Caranya dengan mempersiapkan teknologi yang matang untuk mengolah minyak dan gas sendiri.

Ide Dahlan Iskan membangun kilang minyak adalah brilian yang mana Indonesia bisa seperti negara penghasil minyak lainnya, menyimpan cadangan minyak di dalam kilang-kilang yang tersedia dan baru akan digunakan jika telah diperlukan. Ide ini akan menekan pengeluaran negara pada aktivitas impor BBM. Meskipun pada awalnya katakanlah untuk membangun 2 kilang minyak negara harus mengeluarkan 14 triliun, pada periode setelah pembangunan kilang minyak negara bisa menyelamatkan 140 triliun uang yang biasanya digunakan untuk mengimpor minyak. Mudahnya, untuk membuat sebuah usaha sendiri, wajar jika pada awalnya kita menggunakan modal yang besar.

Seperti yang beliau katakan, birokrasi memang tidak diajari ilmu dagang, tapi hitungan seperti itu terlalu nyata untuk dibiarkan begitu saja. Sudah saatnya energi yang sekarang berlebih disisihkan untuk masa depan, sedangkan kita yang saat ini masih bisa menggunakan sudah saatnya tidak melulu menggantungkan.

Saat ini mungkin kita masih bisa memanjakan diri pada pasokan energi luar negeri. Namun jika hal itu sudah tidak bisa kita dapatkan, bagaimana nasip kita mendatang? Nasip itu kini berada di tangan pemimpin Indonesia mendatang. Jikalau calon presiden mendatang tidak memahami hal ini dan masih melakukan hal yang sama, -memilih kehilangan 140 triliun untuk mengimpor minyak, entah apa yang akan terjadi 10 tahun mendatang.

Advertisements

14 thoughts on “Yang Harus Diperhatikan Calon Presiden Mendatang

  1. Angga Kusuma Nugraha

    Merasa kaya sumberdaya alam jadi gak kefikiran buat jangka panjang sih, dikiranya semuanya bakal mudah terus. unfortunately ide2 bagus selalu dihalangi oleh orang yang punya kepentingan dan pesaing. Yang diatas juga gak mau ngambil resiko, berharap penggantinya aja yang merealisasikan. Yang kocak adalah harga gas LPG di malay lebih murah dari di Indonesia

    Like

    Reply
  2. Agung Adhyaksa

    Iyaa gan, masalah energi memang agak mengkhawatirkan. Kita hrus menemukan energi alternatif yg tepat buat mengganti energi yg kita gunakan skg. Tp mumpung blum tau energi alternatifnya apa, menghemat memang langkah yg tepat

    Like

    Reply
  3. Si Cadel

    kunci memajukan indonesia pada manusianya, bukan SDA-nya.
    karena negara indonesia ini terlalu luas untuk diselesaikan oleh beberapa org tertentu saja, untuk itu kita butuh peimimpin yg bisa menggerakkan rakyatnya untuk turuntangan sama-sama membenahi republik ini…

    eh, gue suka kalo ngopi (ngobrol politik)..

    Like

    Reply
      1. Budi Arnaya

        Suka kepada mereka yg berjln sesuai dg tujuan netralitasnya, tidak memihak golongan, atau partainya….tpi sulit jg, karena mereka dibesarkan oleh partai, awalnya idialis lmbat laun jg terbawa situasi….jd mendingn aku dengar pencrhan dari km aja Tin…. hihihi

        Like

  4. yuniarinukti

    Bingung mau komen apa wkwk..
    Intinya sih mau bilang, menurut saya ke-plin-plan-an harga LPG itu akibat kekurangseriusan pemerintah serta koordinasi antara pihak terkait sehingga keduanya gak ada kecocokan data. Andai sebelum keputusan naik itu dirapatkan dulu, mungkin gak begini jadinya..
    Menurutku lho ya, maklumi kalau pemikiran saya salah hehe..

    Like

    Reply
  5. aul

    sorry oot dikit..
    kayaknya otak masyarakat indonesia sudah hardwired dengan kata negeri kaya (SDA), menurut saya ini yang menyebabkan indonesia gak maju2 karena sudah merasa nyaman dengan kondisi SDA yg melimpah . seandainya sejak dulu nenek moyang kita bilang kita negeri miskin , mungkin masyarakatnya berpikir keras dan bekerja keras untuk memajukan negerinya .

    Like

    Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s