Burjo Gula Aren, Cara Mudah Menuai Manfaat Manisnya Gula

Liburan saya di Jogja kali ini memang sedikit menantang. Pasalnya Jogja lebih banyak mendung dan hujan daripada cerahnya. Rencana jalan-jalan pun terpaksa ditunda. Mau tidak mau saya harus lebih mementingkan kesehatan dibandingkan kesenangan satu/dua hari. Apalah gunanya senang-senang satu hari jika akhirnya terbaring sakit selama seminggu.

Menghadapi kondisi cuaca yang tidak memungkinkan untuk melakukan aktivitas di luar ruangan, saya memutuskan untuk melakukan banyak kegiatan yang bermafaat di rumah. Salah satu kegiatan yang saya lakukan adalah kegiatan yang jarang sekali saya lakukan saat liburan yakni belajar memasak. Memasak apa? Ah bagi saya tentu yang mudah-mudah saja. He he he

Percobaan memasak kali ini adalah membuat burjo (bubur kacang ijo/hijau). Menurut saya bubur kacang hijau merupakan hidangan yang cukup mudah dibuat sekaligus friendly jika dinikmati di tengah cuaca yang kurang bersahabat.

Masalahnya satu, saya bingung menentukan gula apa yang akan saya gunakan. Mempertimbangkan kondisi cuaca yang ekstrim seperti ini, gula biasa tentu tidak menjadi rekomendasi saya. Saya khawatir jika gula biasa yang digunakan akan meningkatkan risiko terkena radang tenggorokan. Bisa sangat berbahaya bagi kesehatan di tengah liburan ini.

Mengapa demikian? Sebetulnya awal mulanya tidak ada masalah dengan gula yang biasanya saya gunakan. Gula yang biasa saya gunakan untuk membuat sejenis masakan manis adalah gula jawa (gula merah dari nira kelapa) dan gula putih (gula tebu). Masalahnya, sekarang banyak perusahaan gula yang curang terhadap produksi gula. Dengan alasan sulitnya memperoleh nira asli, gula jawa yang seharusnya dibuat dengan sari nira kelapa asli kini banyak yang dicampur dengan tepung, pemanis dan gula pasir. Jelas ini sangat tidak aman untuk tenggorokan. Harganya memang lebih murah, namun siapa yang mau membayar mahal untuk sakitnya?

Oleh karena itu saya mencari alternatif untuk bisa menyajikan bubur kacang hijau agar aman dinikmati namun tetap mendapatkan manis gula yang alami. Caranya dengan mengganti pemanis pada burjo dengan gula aren atau palm sugar.

Sayangnya gula aren sulit ditemui di Paliyan. Awalnya saya pikir mencari gula aren di pasar yang cukup besar seperti Pasar Tahunan akan begitu mudah mengingat Pasar Tahunan adalah pasar tradisional yang biasa menampung banyak barang dagangan, baik sayuran maupun bahan pokok, dari luar maupun dalam daerah. Akan tetapi dari puluhan kios di Pasar Tahunan yang biasa menjual bahan-bahan pokok seperti beras, minyak dan gula, tidak satupun dari mereka yang menjual gula aren.

Menurut penuturan Mbah Ijah, salah seorang pedagang di kios, gula aren harganya mahal untuk ukuran orang-orang di desa. Susah menjualnya. Mayoritas orang akan lebih memilih menggunakan gula jawa campuran yang harganya relatif murah daripada membayar mahal gula yang hanya digunakan untuk bumbu memasak dan wedangan.

Sementara Mbah Ijah biasanya membeli gula aren hanya untuk obat saja. Itupun dilakukannya dengan jauh-jauh pergi ke Temanggung. Di sana ia bisa mendapatkan gula aren yang biasa ia gunakan untuk mengobati sakit diabetes.

Lalu bagaimana cara saya mendapatkan gula aren? Beruntunglah Mbah Ijah menawarkan bantuan dengan bersedia memesankan gula aren pada anaknya di Temanggung. Ia menjanjikan akan membawakannya untuk saya minggu depan. Jadi sementara pembuatan bubur saya tunda hingga gula aren pesanan saya datang.

Mbah Ijah penjual gula aren

Mbah Ijah penjual gula aren

Benar. Di minggu berikutnya, Mbah Ijah membawakan gula aren seperti yang saya pesan. Dan seperti yang beliau katakan sebelumnya, harganya memang mahal. Satu kilo gula aren dari Temanggung dihargai 30 ribu. Bayangkan jika dijual di Paliyan. Dibandingkan dengan gula jawa atau gula pasir yang dijual di Paliyan, selisihnya bisa sampai 15-20an ribu. Jelaslah orang akan lebih memilih gula yang lebih murah meskipun tidak berkualitas dan mungkin membahayakan kesehatan. 

20140123_065845.resized

20140123_071518.resized

Perlu kita ketahui, gula merah yang kini tersebar di beberapa daerah khususnya Paliyan merupakan gula yang sudah dicampur dengan bahan-bahan tambahan, tidak lagi murni nira kelapa. Ciri-cirinya terlihat dari tekstur,warna, rasa dan bau. Gula merah yang sudah diberi bahan campuran akan terlihat lebih cerah, mengkilat dan sangat keras. Rasanya manis, tetapi tidak khas rasa nira kelapa. Rasa dan baunya lebih mendekati rasa gula tebu karena memang dicampur gula tebu. Bahkan, salah seorang pedagang gula merah di pasar menyebutkan ada pula gula yang dicampur dengan pemanis buatan.

20140123_070109.resized

Gula merah yang diberi campuran gula pasir akan terlihat sangat keras dan mengkilap

20140123_072036.resized

Beraneka jenis gula merah yang diberi campuran bahan-bahan tambahan

Nah, gula aren memiliki ciri yang berbeda dengan gula jawa di atas. Gula aren yang saya beli dari Mbah Ijah memiliki tekstur yang gempur/ mudah hancur, namun lengket dan sangat manis. Baunya juga berbeda, sangat khas nira enau atau aren. Warnanya coklat pekat, bukan coklat terang seperti gula merah yang dijual kebanyakan. 20140123_085425.resized

Hari itu, selain mengambil pesanan gula dari Mbah Ijah, saya juga mengamati banyak gula jawa yang dijual di pasar. Ternyata hampir semua gula merah yang dijual di Paliyan merupakan gula dengan kualitas rendah, banyak bahan campuran yang menurunkan kualitas gula. Itu artinya, banyak orang yang mempertaruhkan kesehatannya karena mengonsumsi gula berkualitas rendah.

20140123_072138.resized

Lalu bagaimana kelanjutan belajar memasak saya? Sesampainya di rumah sayapun segera bekerja, menyiapkan alat dan bahan lalu mengolah kacang hijau dan gula aren yang telah saya beli tadi menjadi bubur yang siap dinikmati. 

20140121_074258.resized

Bagaimana rasanya, jelas lebih nikmat jika dibandingkan seandainya saya menggunakan gula merah biasa. Nikmat karena rasanya lezat, lebih nikmat lagi karena sampai sekarang keadaan saya sehat-sehat saja tanpa mengalami gangguan sakit tenggorokan. Begitu mudah bukan mendapatkan manfaatnya 🙂

20140123_091332.resized

Saya juga mencoba membuat wedang sereh dengan pemanis gula aren

Adapun jika teman ingin mendapatkan khasiat gula aren dengan cara yang lain, teman bisa mencoba resep minuman berkhasiat seperti wedang sereh atau menggunakan gula aren sebagai bumbu pelengkap masakan.

Meskipun demikian, saya sendiri masih banyak belajar mengenali gula yang murni dan aman dikonsumsi. Saya hanya percaya bahwa gula aren seperti yang dibawakan Mbah Ijah merupakan gula dengan kandungan pemanis sehat. Namun jika teman-teman meminta saya memberikan rekomendasi gula apa yang benar-benar layak konsumsi dan sudah teruji, maka saya akan menyarankan teman untuk mencoba Arenga Palm Sugar.

Selain jelas mutu dan produksinya, arenga memiliki banyak varian gula yang bisa dinikmati untuk banyak keperluan. Daiantaranya dalam bentuk liquid beraneka rasa (pandan, durian, nangka, original), palm sugar (gula semut) atau Arenga dalam kemasan bulky. Temans bisa memilih sesuai selera dan kebutuhan.

Beraneka Ragam Arenga Palm Sugar

Nah, temans, sudahkah Anda mencoba gula aren? Jika belum, segera ganti pemanis keluarga Anda dengan pemanis sehat dari gula aren. Karena gula aren, murni manisnya, jelas khasiatnya!

Ikutan menulis tentang pemanis sehat yuuuuk!

Advertisements

30 thoughts on “Burjo Gula Aren, Cara Mudah Menuai Manfaat Manisnya Gula

      1. nurme

        Iya aku mau main ke Yogya bawa mama kalau dah santai masa tender, Bener ya dikasih gula aren dan singkong rebus. Tukeran nomor donk.. kirim ke ipiesafitri2@gmail,com

        Like

      2. nurme

        udah doooonk.. dulu sahabatku sekolah di Yogya adik beradik. Pengen makan pagi di depan UGM ama ke pasar beli jajanan pasarnya..

        Rencana bawa mama dan tante kesana.

        Like

      3. Tina Latief Post author

        Semoga aku pas ada di Jogja ya Pie..
        Aku statusnya liburan sih di Jogja, nanti balik ke Jakarta lagi..

        Btw, sudah aku kirim yah..

        Like

      4. nurme

        Yaaaah….

        Kirain tinggal di Yogya.. Okay, ke TKP sebentar lagi.. ini lagi blog walking setelah lama gak jalan-jalan ngintip tulisan-tulisan

        Like

      5. Tina Latief Post author

        Tadinya Pie.. maklum tuntutan peran hehe..
        Iya nih aku juga, sibuk melanda..
        Nanti ke Ipie juga deh..

        Like

  1. nh18

    Ini cakep Tin …
    saya banyak mendapatkan informasi baru disini …
    bahwa sesungguhnya … gula aren itu ada juga produsen yang nakalan, tidak murni dari nira. Mencampurnya dengan bahan lain, yang mungkin bisa berbahaya bagi kita.

    Mari hidup sehat …

    Salam Saya Tina
    (wangi pandan bubur kacang ijonya sampe kesini … jadi ngiler saya)

    Like

    Reply
    1. Tina Latief Post author

      Terimakasih om..
      Iya om saya tau kemarin dari pedagangnya langsung. Yang jual sudah sepuh dan sudah pengalaman dg gula jd tau gula yg asli atau tidak..
      Yg saya kagum pedagangnya jujur.. menawarkan gula dg spesifikasi yg sebenarnya.

      Like

      Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s