Struktur, Kultur, Jakarta

image

Dalam rangka fitting baju sebelum acara fashion show di Museum Gajah 9 Maret mendatang, saya menyempatkan datang ke butik yang menjadi sponsor acara fashion show, hijabersMom community. Karena belum tau jalan untuk ke sana, saya mengajak salah satu teman yang menjadi model fashion yang juga tinggal di Depok, kak Eska. Setelah sebelumnya janjian untuk bertemu di Gerbatama, kami berdua menuju lokasi fitting dengan Bus Kopaja 63.

Suasana di bus saat itu penuh sekali. Seperti kata kondektur “Nyewa segerbong kereta aja ngga muat nih”. Bus memang sudah tidak memungkinkan untuk memuat penumpang. Kondisinya sudah penuh sesak, berdesak-desakan.

Berkali-kali Kak Eksa mengingatkan saya untuk menjaga tas dan hanphone yang saya pegang. Katanya “Biar hape udah dimasukin tas, dan udah di taruh di depan pula, tetep harus dijaga biar aman. Soalnya temen aku pernah udah dijagain gitu hilang juga barang-barangnya karena tasnya dirobek orang”. Di tas saya memang tidak ada apa-apanya, dan saya pikir hape lebih aman di pegang, tetapi saya menurut saja kata Kak Eksa. Saya memasukkan hape ke dalam ransel, lalu menaruhnya di depan dan menjaganya seperti yang ia katakan.

Kak Eksa adalah alumni Ui yang lulus 2011 kemarin. Asli Kebumen yang kini masih tinggal di Depok untuk urusan pekerjaannya. Begitu biasanya ia dengan situasi daj kondisi di Jakarta, sampai ia hapal betul bagaimana cara menghadapi hiruk pikuk sistem transportasi di Jakarta. Memang betul, kebanyakan orang yang tinggal di Jakartapun mengatakan demikian. Tidak aman meninggalkan tas ataupun mengenakan tas dalam keadaan tanpa kewaspadaan. Bisa-bisa kita bisa kehilangan harta benda.

Jakarta memang luar biasa. Dalam sekejap bisa merubah sikap dan kebiasaan seseorang untuk mengikuti kebudayaan setempat. Kalau bukan karena struktur kota dan sistem transportasi yang sebegitu ruwetnya, orang Jogja seperti saya yang biasanya abai terhadap tas dan perbendaan lainnya ini tidak mungkin seketika mengikuti gaya orang Jakarta yang begitu aware dengan keamanan barang berharganya.

Kalau di Jogja meskipun banyaknya orang seperti apa ya saya biasa saja. Malah kadang barang yang tertinggal saja dikembalikan ke pemiliknya. Sekali lagi struktur memang membentuk kultur. Bagaimana struktur kota akan memengaruhi kultur masyarakat di dalamnya.

Advertisements

6 thoughts on “Struktur, Kultur, Jakarta

  1. Ujang Sundana

    Kondisi diatas seperti menyiratkan kalau mesti ekstra waspada dalam berkendaraan umum. Sepertinya kondisi tersebut mirip juga dgn yang sering saya alami bila naik angkot di Bekasi tempat saya sekarang tinggal.
    Ah entahlah apa komentar ini relevan dgn tulisan Mbak ini…

    Like

    Reply
    1. Tina Latief Post author

      KOndisi yang menyebabkan orang untuk waspada itulah yang hasil dari struktur kota dan sistem transportasi, itulah maksud dari tulisan ini mas..

      Like

      Reply
  2. Kelimutu

    wah bener mbak. paling sebel kalo di jakarta tuh naik kendaraan umum ndak ada yang keamanan terjamin. Saya kalo ke jakarta juga jadi curigaan jadinya, haha. ūüėÄ

    Like

    Reply
  3. Kimi

    5 tahun aku tinggal di Jakarta (eh pinggirannya sih), lama-lama membentuk diriku juga. Aku jadi cuek. Gak perhatian. Kalau biasanya aku yg pedulian, pas di sana ya yang penting selamatkan diri sendiri dulu. Gak usah menyelamatkan orang lain. Jahat? Mungkin.

    Like

    Reply
  4. aqied

    Selama di jogja saya sempat cukup sering naik bus kota alias Kopata (saat itu blm ad transjogja), sama aja koq tin. Walopun gak sesak, tetep yg namanya copet itu ada.
    Pernah beberapa kali ngobrol sama kernet bus dan dr cerita mereka rata2 ad belasan copet setiap hari nya di rute mereka.

    Like

    Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s