Berlenggak-lenggok di Catwalk Penganugerahan Srikandi Blogger 2014

Siang itu matahari tak begitu terik saat ratusan orang mulai berdatangan memadati Museum Gajah, Monas. Ruang auditorium basement telah disulap menjadi ruang pertemuan dan panggung lengkap dengan pernak-pernik acara. Siang itu Minggu 9 Maret 2014 acara Penganugerahan Srikandi Blogger 2014 diselenggarakan.

Ada banyak tamu yang datang: teman-teman blogger dari seantero jagat yang tidak bisa saya tuliskan satu persatu, tidak ketinggalan awak media yang siap siaga dengan kameranya mengabadikan setiap momen yang ada. Ada banyak wajah yang menyita perhatian, wajah-wajah yang biasanya hanya bisa saya sapa via sosial media. Hari itu selama lebih dari 7 jam kami banyak menyapa, berkenalan, peluk-cium hingga (seperti biasa) berfoto bersama. 

Diantara hiruk pikuk dan kesibukan panitia, di sudut ruangan kiri panggung, nampak segerombolan wanita yang sibuk membenahi penampilannya. Ada yang berkali-kali melihat ke kaca, membetulkan jilbab dan make up, mengencangkan tali sepatu seraya sesekali mengatur deru nafas yang mulai tak beraturan. Nampak seperti anomie barangkali. Atau mungkin beginilah rasanya deg-degan, cemas. Karena beberapa menit kemudian kami akan segera tampil di catwalk. Membawakan acara fashion show yang telah beberapa hari yang lalu digarap bersama HijabersMom dan Kumpulan Emak Blogger. 

Permintaan Mak Risky untuk menjadi model awalnya terdengar lucu bagi saya, atau mungkin bagi ke-17 teman lainnya juga. Namun mengapa akhirnya saya menyangggupinya adalah karena adanya motivasi dari dalam diri saya untuk mencoba. Selain itu, just a simple thing that I want to prove. Bagaimana sih rasanya menjadi wanita seutuhnya?

Wardrobe by HijabersMom, make up by Sariayu

Karena nampaknya, Mom tidak cukup berhasil melahirkan generasi yang benar-benar girly sehingga saya tidak bisa benar-benar bersahabat dengan benda-benda milik wanita. Saya yang biasanya adalah gadis sederhana dengan penampilan biasa-biasa saja, lebih identik dengan jeans, ransel, no make up, paling sekedar lotion dan krim pelindung terik matahari.

Foto bareng Kakek dan Ibuk… 😀

Di #SB2014, saya mencoba semuanya. Merasakan bagaimana bagaimana menjadi wanita sesungguhnya. Heels, bulu mata, make up tebal, yeah, not bad to try, right. Mumpung masih muda, banyak mencoba tidak ada salahnya. Sungguh sayang bila melewatkan gaun senilai 1,xxxxxx secara cuma-cuma hahaha…

Well, saya yakin sepulangnya dari acara Penganugerahan Srikandi Blogger, tiap orang yang terlibat di dalamnya pasti mempunyai ceritanya masing-masing. Seperti saya misalnya, tentunya cerita saya akan berbeda dengan Pungky, blogger muda yang Minggu siang kemarin resmi dinobatkan sebagai Srikandi Blogger 2014. Akan berbeda pula dengan Bunda Lily, Mak Mira, Mak Alaika, ataupun Mak Lies. Berbeda pula dengan Pakdhe Cholik dan Om NH, duo pria yang tak kalah antusiasnya terhadap acara berbau wanita ini.

Foto by: Ria Citinjak

Saya harus berterimakasih kepada KEB, HijabersMom Community, kepada segenap sponsor yang telah mendukung kesuksesan acara. Meski tidak ikut dalam pemilihan #SB2014, sedikit cerita yang yang saya tulis di sini setidaknya akan menjadi pengingat pada momen meriah ini. Siapa tau setelahnya dari sini saya akan menjadi terbiasa dengan make up dan bulu mata. He he he. Sekali-kali menjadi wanita ternyata menyenangkan juga 🙂

Nah, ini cerita saya. Mana punya Anda? 🙂

Foto-foto yang lain bisa dilihat di wall Fb saya atau googling dengan hastag #SB2014, pasti ada 🙂

Advertisements

19 thoughts on “Berlenggak-lenggok di Catwalk Penganugerahan Srikandi Blogger 2014

  1. nh18

    Mencoba banyak hal itu memang sangat menyenangkan ya Tin …

    Ya … tentu saya punya cerita tersendiri tentang perhelatan ini.
    Perhelatan yang penuh warna … warna-warna yang khas …

    BTW : walaupun kamu tidak pakai heels, bulu mata, make up tebal dsb … dimata saya kamu itu tetap wanita yang sesungguhnya … 🙂

    Salam saya Tina
    (11/3 : 13)

    Like

    Reply
  2. Evi

    Kemarin kalau Tina tak menyapa duluan aku gak tahu itu dirimu, Tin. Habis mangling banget dalam dandanan wah dan baju keren itu. Kalau sejak awal aku tahu yang mana Tina, pasti deh banyak foto dirimu sedang in action hahaha..
    Dan Tina yang asli itu ternyata jauh lebih unyu-unyu dibanding Tina yang aku kenal di sosial media selama ini. Lebih muda, lebih cantik dan lebih segar, khas remaja nangung yg baru tumbuh. Nice to meet you Tina 🙂

    Like

    Reply
    1. Tina Latief Post author

      Nice to meet you too mba evi..
      Saya senang sekali bisa ketemu mba evi. Dulu waktu saya awal rajin ngeblog mba evi sudah sering mampir. Akhirnya kemarin ketemu jg…

      Like

      Reply
  3. aqied

    Seru banget kayanya SB2014 nya yaa
    Aku juga gak ngerti make up, gaun dan heels, Tin. Pas ada beauty class dr kantor aja mbak2 tutornya smp bete karna aku gak bisa2 make up (padahal make up profesional buat kerja aja loh), katanya aku gadis desa bangeet. Polosan. Wkwkwkwk

    Like

    Reply
  4. diah woro susanti

    dress pink nya cucok banget lho mak sama dirimu.. ga kebayang kalo aku yg pake.. pasti kaya lontong hehehe…

    Like

    Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s