Traveling about the Train, It Shows Us The Other Understanding

Apakah Anda warga Jakarta? Moda transportasi apa yang paling Anda suka?

Kalau saya paling suka bepergian dengan kereta. Alasannya karena kereta akan mengantarkan saya dengan lebih aman dibandingkan dengan lain kendaraan. Dengan kereta saya tidak perlu meregang nyawa atas pengemudi ugal-ugalan ataupun yang kurang keterampilan. Dengan kereta saya tidak perlu khawatir terkena macet atau apa. Dengan kereta saya juga bisa menikmati perjalanan sambil sesekali melakukan hobi seperti menulis, memotret dan membaca. Soal copet atau penuhnya kereta, ah itu hal yang bisa terjadi di mana saja. Intinya saya suka bepergian dengan kereta.

Pagi ini saya melakukan perjalanan dengan kereta juga, ke Jakarta. Bosan dengan keseharian yang penuh tugas membuat saya ingin sesuatu yang berbeda, mungkin sekedar canda dan tawa dari keponakan di rumah. Maka sekitar pukul setengah sebelas melengganglah saya ke stasiun menuju ke Jakarta. Sekalian menukarkan refund tiket yang seminggu lalu belum sempat saya tukarkan, saya hampirilah petugas di loket untuk men-set ulang tiket. Tak lupa, saya mengucapkan keras bahwa tujuan saya ingin ke Kebayoran.

Saya harus memastikan bahwa tujuan saya benar-benar ke Kebayoran. Mengapa demikian? Hehe pengalaman waktu lalu sempat membuat saya ditahan petugas. Bukan kesalahan saya, petugas ticketing-lah yang tak mendengar ucapan saya. Saya mengatakan saya ingin ke Kebayoran. Tetapi olehnya dia berikan saya tiket ke Kemayoran. Untung saja petugas menerima argumen saya bahwa kemungkinan petugaslah yang tak mendengar saya. Jadi untuk sekarang, yang harus saya ingat adalah mengatakan kata “Kebayoran” dengan jelas, setidaknya menekankan pada huruf B atau suku kata Ba pada Kebayoran dengan jelas. Sambil membuat mimik muka menyakinkan, memastikan bahwa petugas tidak salah dengar.

Well, yang paling menarik selama perjalanan menggunakan kereta sebenarnya adalah suasana dan pemandangan di dalamnya. Saya melihat banyak manusia dan segala aktivitasnya selama di kereta. Bagaimana mereka menanti kedatangan kereta sambil sesekali mengeluhkan keterlambatannya, bagaimana mereka menjaga barang-barangnya, bagaimana menaiki dan menuruni kereta, serta bagaimana ketika mereka memberikan kesempatan kepada penumpang kereta yang lain untuk masuk ataupun duduk. Setiap saat begitu dan selalu seperti itu. Mereka sudah terbiasa dengan budaya yang membentuk sikap mereka hingga sedemikian rupanya.

Jakarta memang memiliki struktur, kultur, dan proses yang berbeda di dalamnya. Saya dan Anda sekalian yang saat ini memiliki kebiasaan berkendara seperti ini adalah berkaitan dengan ketiganya. Termasuk kenapa saya suka ke mana-mana dengan berkereta. Karena struktur kota yang kita punya sekarang, maka saya dan Anda sekalian terkadang tidak bisa memilih bus, motor, ataupun sepeda untuk mengantarkan ke mana-mana. Akan lain ceritanya jika di Jepang atau Korea misalnya. Masing-masing memiliki struktur berbeda yang tentunya juga kultur masyarakat yang berbeda pula.

Well lads, soal Jakarta pasti tidak ada habisnya. Sejarah kota yang berawal dari sebelum jaman penjajahan ini akan terus ada seiring dengan perkembangan zaman. Tapi saya sudah hampir tiba. Seyogyanya lain waktu kita kembali bercerita. Terakhir seperti biasa perjalanan kali ini saya aman, nyaman, dan menyenangkan. Menyenangkan karena tentunya saya tidak mengalami pengalaman berulang saat ditahan petugas. Hehe..

Pastinya karena saya selalu mengingat untuk mengucapkan kata KEBAYORAN dengan lafal yang jelas dan tegas.

Selamat siang…

Advertisements

5 thoughts on “Traveling about the Train, It Shows Us The Other Understanding

  1. n3ki

    moda transportasi ini sudah saya lupakan sejak 2 tahun belakangan ini. Bukannya ga suka…tapi saya ga bisa bernafas sewaktu ac tidak berfungsi dengan baik. Saya lebih senang menggunakan krl ekonomi namun sayang sekali KRL ekonomi di’matikan’ karena dinilai tidak laik jalanlagi. Well, saya menyesalkan kenapa pelayanan makin hari makin memburuk saja (compare sebelum diberlakukan single operation atau loopline). Tapi itu semua pilihan masing2 individu…semoga…bertahan dengan kereta….jangan menyerah…

    Like

    Reply
  2. Kimi

    Sewaktu masih di Depok, aku suka naik kereta, entah itu ke Jakarta atau ke Bogor. Kadang-kadang iseng aja jalan naik kereta. Geje emang. 😆

    Like

    Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s