Small Thing that Change Many

image

Saya tidak mengira apa yang saya lakukan dua tahun yang lalu, makan tidak beraturan, sembarangan, dan sekenanya itu, akan memengaruhi habitus saya di waktu sekarang.

Sekarang, sebelum benar-benar bisa melahap makanan, terlebih dulu saya harus memastikan dan mempertimbangkan kenyamanannya bagi perut saya. Tidak seperti dulu ketika saya bisa makan makanan apapun baik itu pedas, sangat pedas bahkan, asam, hingga yang menimbulkan asam lambung meningkat. Sekarang bahkan saya juga tidak bisa makan sekenanya, sembarang waktu.

Yup, ini adalah risiko ketika saya tidak disiplin. Benda yang dulunya hanya tersedia di rumah, sekarang mengharuskan saya untuk membawanya ke mana-mana. Saya tidak bisa sewaktu-waktu meninggalkannya, kehabisan, bahkan kelupaan. Benda ini, antacid, kini menjadi sesuatu yang tidak bisa diabaikan. Ia harus ada, dekat,bahkan sekedar di simpan di tempat pensil yang biasa saya gunakan untuk kuliah. 

Advertisements

2 thoughts on “Small Thing that Change Many

  1. Titik Asa

    Hadeuh, Mbak…sudah demikian tergantungnya sama anticid ini ya Mbak?
    Alhamdulillah, perut saya masih normal sampai saat ini. Tapi saya sekarang sudah tahu diri juga jarang lagi makan yg pedas2 atau yg asem2. Tahu diri karena usia saya sudah tidak muda lagi yg artinya semakin rentan…

    Salam,

    Like

    Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s