Seberapa Perlu Kita Dekat dengan Internet?

 

Ketika hampir semua kebutuhan manusia dipenuhi melalui internet -pendidikan, perbankan, pekerjaan misalnya-  orang mungkin merasa terbantu dengan kemudahan yang diberikan. Namun bagaimana ketika pemenuhan kebutuhan tersebut tidak diimbangi dengan kemampuan manusia untuk selalu terkoneksi dengan internet?

Hari ini masih dalam rangka ujian tengah semester. Tanpa diduga ujian diberikan dengan sistem terbuka, open note. Sepersekian detik mahasiswa tampak senang dengan informasi tersebut. Namun seketika itu juga wajah-wajah senang itu berubah menjadi kebingungan. Permasalahan datang ketika dosen menanyakan keberadaan catatan yang ia berikan kepada mahasiswanya. File berupa slide presentasi yang akan digunakan untuk ujian itu tidak sampai ke tangan mahasiswanya.

Setelah dilakukan kroscek, ternyata permasalahan berasal dari ketua kelas. Selasa siang, dosen telah mengirimkan file tersebut kepada ketua kelas via email. Sayangnya ketua kelas tidak menyadari keberadaan file presentasi tersebut telah berada di dalam emailnya. Ia baru membuka email pada hari Rabu paginya sebelum ujian berlangsung.

Ujian hari itu menjadi tidak kondusif. Sama sekali tidak nampak seperti ujian sungguhan. Sementara kami sibuk mondar-mandir membagi-bagikan file ke laptop, ponsel, apapun yang saat itu bisa digunakan untuk membuka file, dosen memarahi ketua kelas dan meminta pertanggungjawabannya di luar kelas.

Kasian ketua kelas. Padahal kurang dari sehari dia tidak terkoneksi ke internet, tidak membuka email, dampak yang ia timbulkan sudah sangat menghebohkan. Saya jadi membayangkan jika terjadi hal serupa, misalnya pesan penting negara yang tidak tersampaikan, wah mau jadi apa? Untung saja peristiwa kali ini masih menguntungkan, dosen masih berbaik hati dan ketua kelas masih sekedar diomeli.

Ketika internet telah menjamah aspek kehidupan manusia, seakan adalah sebuah keharusan manusia untuk ikut andil di dalamnya -mencobanya, menggunakannya. Namun haruskah manusia sebegitu dekatnya dengan internet hingga tidak bisa meninggalkannya? Apakah ini berarti masa depan manusia ditentukan hanya oleh internet?

Gambar cewek seksi itu dari http://www.thehealthculture.com

Advertisements

2 thoughts on “Seberapa Perlu Kita Dekat dengan Internet?

  1. Evi

    Internet penting. Namun ketika kita menggantungkan banyak urusan terhadapnya, kita malah teralienasi sendiri dalam teknologi itu ya Tina. Seperti kasus si ketua kelas dan dosen itu, yang berakhir dengan kerepotan banyak mahasiswa 🙂

    Like

    Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s