Sinetron “Kau yang Berasal Dari Bintang”

taken from: tv.studiokita.net

Sejak pemerintah mewajibkan 75% konten di televisi harus berasal dari lokal, sejak saat itu pula pemerintah seharusnya mewajibkan konten yang boleh tayang haruslah yang berkualitas. Dengan begitu, ada upaya bagi pemilik stasiun tv di Indonesia untuk memperbaiki kualitas konten yang boleh tayang di tv-nya. Dan dengan begitu pula, pihak produksi acara-acara pertelevisian bisa berpikir kreatif dan serius bagaimana seharusnya menciptakan konten yang bermutu sehingga betul-betul layak dipublikasikan di media.

Sayangnya pemerintah tidak memberlakukan demikian. Jika kita lihat, kebijakan pemerintah memang mendongkrak konten pertelevisian hingga memenuhi syarat sebesar 75% produksi lokal. Namun, kebijakan ini tidak mendorong produsen acara pertelevisian berpikir kreatif dan serius dalam melakukan penggarapan, sebaliknya justru menggunakannya sebagai ajang produksi besar-besaran tanpa dibarengi dengan kualitas pembuatan.

Belakangan ini teman-teman di Facebook banyak memperbincangkan rencana penayangan sinetron Kau yang Berasal Dari Bintang yang dibintangi Morgan Oey dan Nikita Willy. Mengapa kemudian perbincangan tersebut menjadi ungkapan-ungkapan sinis, menyindir hingga mencaci-maki, karena sinetron yang digarap Sinemart tersebut kembali mengadaptasi adalah salah satu drama yang berasal dari Korea, You Who Came From the Stars. 

Memang bukanlah pertama kalinya bagi Indonesia mengadaptasi film atau drama dari luar yang kemudian ditayangkan dalam bentuk sinetron atau produk lokal lainnya. Dan, Indonesia bukanlah negara yang sendirian dalam melakukan adaptasi serupa, ada Boys Before Flowers versi Jepang dan Full House versi Thailand. Namun mengapa hingga akhirnya timbul kekecewaan dari pemirsa hingga berujung sindir menyindir bahkan sempat membully pemerannya di jejaring sosial, karena bukan pertama kalinya pula pemirsa dikecewakan oleh produk-produk pertelevisian dengan penggarapan murahan. Tentu kita masih ingat bagaimana seringnya pemirsa dihadapkan pada pemeran yang justru sering bermonolog sendiri tentang sebuah perasaan yang dia alami. Atau, tentang alur yang tidak masuk akal, kisah jiplakan dsb.

Saya tidak mengerti mengapa pembuatan sinetron seperti ini masih diminati oleh para artis yang notabene berasal dari kalangan yang sudah cukup terkenal di kancah hiburan pertelevisian. Bahkan beberapa diantaranya sempat dinobatkan sebagai nominasi artis terbaik pada Panasonic Gobel Awards 2010, 2011 dan 2014. Lantas, jika kemudian mereka berperan ke dalam sebuah produksi dengan penggarapan yang justru memalukan, apakah tidak khawatir akan menurunkan kredibilitas mereka?

Saya jadi teringat pada sinetron Putri yang Tertukar yang juga menuai komentar-komentar serupa terkait kualitas penggarapannya sangat rendah. Sinetron tersebut bahkan menuai sindiran pedas melalui gerakan koin untuk artis Putri yang Ditukar di Facebook. Jika kemudian ternyata pemeran di sinetron tersebut masih memainkan jenis sinetron yang sama, sama-sama berkualitas rendah, maka agaknya tidak salah jika pemirsa berpandangan tentang artis yang hanya mengejar recehan. Bagaimana pula ia mendapatkan penghargaan itu?

Saya bukanlah penggemar berat drama korea, sehingga respon saya masih tergolong biasa-biasa saja. Sementara di luar sana, penggemar drama korea ada banyak jumlahnya yang kemudian sangat mengidolakan artis/ pemeran-pemerannya. Relakah drama Korea yang satu itu dijadikan dalam versi sinetron Indonesia dan diperankan oleh orang Indonesia pula?

Sementara ini komentar teman-teman tentang rencana penayangan sinetron tersebut dapat dilihat di sini atau dari mba Erry dan teman-temannya di sini. Sementara sambil menunggu hingga penayangannya tiba, mari berharap agar sinetron yang segera tayang tersebut tidak lagi mengecewakan pemirsanya. Karena jika penonton kecewa, mungkin akan lebih dari sekedar gerakan koin. Entah apa yang akan dilakukan orang di luar sana.

Advertisements

7 thoughts on “Sinetron “Kau yang Berasal Dari Bintang”

  1. Melly Feyadin

    Hihihi..sabar Tin, sabar…
    kali aja setelah sinetron ini tayang, sinetron Indonesia jd terkenal di luar negeri dan org2 di luar sono berbondong2 minta link download Kau Yang Berasal Dari Bintang (ini hayalan tinggi)

    klo khayalan jeleknya, bisa2 NikWil di bully wklwkwkw
    kasian anak itu :p

    Like

    Reply
    1. Tina Latief Post author

      Hehe aku sih sabar mba Mel, secara aku bukan korean drama lovers. Aku hanya peduli dengan konten pertelevisian kita. Mungkin terlalu muluk jika mengharapkan konten yang mendidik, tapi setidaknya bisalah sedikit lebih berkualitas, punya mutu gitu..

      Hehe, menurut banyak sumber yang aku baca sih malah udah dibully.. hihi
      Aku menunggu Mba Erry nulis nih..
      hayuk mba kamu nulis..

      Like

      Reply
  2. Icoel

    Aq anak remaja 90’an sebenernya ga masalah dengan sinetron Indonesia kalau saja sinetronnya sama seperti dulu jaman aq remaja, jaman Deasy Ratnasary muda tuh, kalo sekarang??? Adeuuhhh, enggak banget dehh, dan aq berharap suatu saat ada gebrakan baru misal dari NetTv, bikin sinetron berkwalitas gitu, kalau mengharap RCTI, dll yang kontraknya dgn sinemart, MD mah bagai mengharap bulan jatuh dari langit :v

    Like

    Reply
  3. Bibi Titi Teliti

    Tinaaa…
    perasaan waktu itu aku udah komen dari tablet lho…
    sepertinya gak masuk yaaaah…huhuhu…

    komen lagi deeeh…
    Pada dasarnya sih adaptasi drama sah sah aja Tin…
    Asal sesuai dengan prosedur dan ada lisensi resmi nya, jadi kita yang menonton pun gak sakit hati karena karakter kesayangan kita di mutilasi menjadi Morgan atau Nikita Willy…hiks…

    Like

    Reply
  4. Bukan Orang Ganteng

    wahehehehe 😀 Emang ada sinetron Indonesia yang menarik ?? hahaha 😀 malah yang gerusak banyaaak.. apaagi kalo palgiat2 dri luar, gak ada yang serunya… malah menghancurkan imajenasi para penonton drama aslinya.. 🙂

    *Salam Sayang Dari Borneo… 😀

    Like

    Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s