Di Pasar Tradisional Kita Bisa Belajar Banyak Hal

20140107_061926.resized

Pasar Wiyoko, Gunung Kidul

Pasar Trowono, Gunung Kidul

Pasar Kaget, Depok

Belanja ke pasar tradisional adalah kegemaran saya. Dibanding di supermarket, saya lebih menikmati belanja di pasar tradisional. Karena di pasar tradisional saya tidak hanya bisa mendapatkan barang-barang lokal yang juga kesukaan saya. Di pasar tradisional saya bisa belajar banyak hal yang mungkin tidak akan saya jumpai di supermarket.

Seperti yang satu ini misalnya.

Kemarin saat saya belanja ke pasar, saya menjumpai seorang ibu yang nampak begitu kerepotan menghadapi kedua anaknya. Sementara ia kesusahan menggendong anak laki-lakinya di pinggang, anak perempuan yang dituntunnya —mungkin berusia 4 tahunan— nampak kuyu menangis tersedu-sedu. Di sela-sela isak tangisnya, berkali-kali ia mengusap hidungnya yang mulai basah memerah. Dari mulutnya terdengar suara “bau… bau” yang diucapkannya berulang-ulang kepada ibunya.

Anak perempuan itu tidak tahan dengan bau pasar yang menyengat. Saat itu saya dan sang ibu tersebut memang berada di tengah atmosfer yang kurang bersahabat. Di mana kami berdiri selain basah, sangat dekat dengan lokasi penjualan daging dan ikan. Di sekelilingnya terdapat penjual sayur yang masing-masing memiliki tampungan sampah busuk. Baunya menyengat. Saya sendiripun terpaksa menutup hidung dengan ujung jilbab. Saya dapat membayangkan dengan jelas bagaimana perasaan sang anak. Ia pasti jijik dan juga sangat tidak nyaman. Sayangnya ia tidak tau apa yang harus ia lakukan, sama halnya dengan ibunya yang kepayahan. Sehingga tidak ada jalan lain baginya selain menagis, sementara ibunya hanya bisa menyeret anaknya seraya meneruskan belanja.

Saya memang tidak tau bagaimana seharusnya seorang ibu yang baik menangani anaknya. Sekaligus, di waktu yang sama dituntut pula menjadi istri yang bertanggungjawab atas pemenuhan dapur dan makanan. Meskipun demikian, saya tau bahwa seharusnya anak tersebut mendapatkan pengertian tentang pasar tradisional terlebih dahulu sebelum ia benar-benar siap di bawa ke pasar. Dengan begitu, anak akan belajar memutuskan apakah ia tidak akan ikut atau ikut dengan ibunya dengan konsekuensi seperti apa yang telah diberitahukan kepadanya mengenai kondisi pasar sebelumnya.

Memberikan penjelasan kepada anak usia 4 tahun mungkin dipandang sebagai sesuatu yang tidak mungkin. Tetapi jangan salah! Di usianya tersebut, seorang anak dapat mengerti apa yang dibicarakan oleh orang dewasa. Dengan cacatan, ia diberikan kosakata yang mudah dan bahan belajar sesuai kemampuannya. Misalnya dengan menceritakan tentang kondisi tempat-tempat yang mungkin akan dikunjunginya bersama ibunya. Sehingga ia tau apa itu panas, becek, bau, dsb. Ia pun akan belajar bagaimana memutuskan sebuah pilihan sederhana, apakah ia akan ikut ataukah tidak.

Nah, seperti itu misalnya. Mungkin yang saya temukan hanya hal-hal kecil dan sederhana. Tapi bagi saya hal-hal sederhana itu sangat menyenangkan.

Advertisements

3 thoughts on “Di Pasar Tradisional Kita Bisa Belajar Banyak Hal

  1. Bibi Titi Teliti

    Tinaaaa…
    aku pun jarang ke pasar, karena lumayan jauh dari rumah…
    Jadi kalo belanja biasanya ke mang sayur, atau warung sayuran deket rumah…

    Fathir sering aku ajakin juga kalo belanja Tin, dan gak pernah komplen sih, asal pulangnya beli permen ajah…hihihi…*murahan*

    Like

    Reply
  2. xrismantos

    Wah aku sering juga ke pasar. Sendirian. Beli ikan pindang buat si kucing. Sering juga dititipin ibu beli tempe, tahu, dan sayuran macam bayam, kangkung, kecambah. Kadang lombok, tomat, wortel. Ngga jarang juga bawang merah, bawang putih, seledri. Lama-lama jadi mahir juga milih sayuran yang kondisinya bagus. Hihihi.

    Tentang anak yang dibawa ke pasar, kemungkinan ibunya terpaksa soalnya dirumah ga ada orang yang bisa jagain.

    Like

    Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s