Cicak Putih Gemuk

Di meja belajar biasanya saya menaruh beberapa jenis makanan camilan di dalam mangkuk kecil. Camilan itu biasa saya sediakan untuk menemani belajar supaya tidak cepat bosan atau mengantuk. Seringkali saya lupa menyimpan camilan itu kembali. Ketika malam menjelang, makanan itu tak simpan, terhampar begitu saja di meja. Kadang makanan itu menjadi lembek, kadang dikerubuti semut.

Pagi harinya seringkali saya mendapati makanan itu tumpah dengan sendirinya di meja. Potongan-potongan snack itu terhambur beberapa di meja. Kejadian itu tidak hanya terjadi sesekali, tetapi hampir setiap malam di saat saya lupa menyimpannya kembali. Saya keheranan, binatang apa yang mampu menyeret makanan-makanan besar itu? Semut? ah bukan…

Pernah suatu ketika saya menduga ada tikus di dalam kamar saya. Namun berkali saya periksa, memang tidak ada tikus di dalam kamar saya. Baru setelah saya sering bangun pagi untuk sahur, saya mengetahui binatang apa yang sering mencuri makanan saya di mangkuk. Seekor cicak putih gemuk nampak sering merayap masuk sampil menyeret keluar potongan-potongan snack di dalam mangkuk.

Malam ini saya menaruh pepaya di meja. Pepaya itu nampak merekah dengan banyak biji yang menggantung di dagingnya yang berwarna jingga kemerahan. Namun paginya saya tidak mendapati bulir-bulir biji pepaya yang berserakan di meja. Juga, tidak ada tanda-tanda cicak telah mengerikit daging pepaya.

Sejenak saya tertegun, merindukan momen berserakan di meja yang saya dapati setiap paginya. Saat pagi, biasanya meja itu sudah kotor dipenuhi makanan yang tumpah. Dan biasanya saya akan segera mengambil tissu atau lap untuk membersihkan meja.

Tetapi pagi itu, dan mungkin pagi-pagi berikutnya pula, saya tidak akan pernah melakukannya lagi. Setelah kemarin sore saya menemukan tubuh si cicak putih gemuk tergantung lemas di antara celah laci dan muka meja. Ia mati sesak terhimpit badan laci yang tertutup. Saya tidak sengaja menghimpit badannya saat menutup kembali laci meja. Saya sama sekali tidak tau bahwa cicak itu suka bersembunyi di situ. Andaikan saya tau…

Mungkin saya akan berhati-hati saat menutup laci..

Advertisements

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s