Malam Minggu Kota Tua

Kota Tua malam hari

Malam Minggu ke Kota Tua, saya sendiri mulanya tidak terbayang malam-malam akan jalan-jalan ke sana. Tadinya malah saya ingin main sebentar ke Jogja, Sabtu-Minggu, begitu. Sayangnya mungkin waktu belum mengizinkan saya ke sana sekarang. Jadi saya urungkan saja. Sebagai gantinya saya mengajak teman hangout. Yah sekedar menghirup udara segar di Ibu Kota… 

Jalan adalah ide saya, tetapi ke Kota Tua itu ide Reza, teman saya. Bukan karena pengalaman Reza sebelumnya ke Kota Tua malam-malam lantas mengajak saya ke sana. Bukan pula karena ingin bermalam Minggu dengan saya juga, hehehe. Melainkan karena sebuah video Adi Panuntun di TEDxJakarta yang membuatnya begitu exited dengan museum malam ini. Ternyata Reza menaruh ketertarikan pada ide-ide Adi tentang museum di sini.

Entah ketertarikan seperti apa yang yang ada di dalam benak programmer seperti Reza. Mungkin Reza sedang berusaha mendapatkan ilham untuk  projectnya atau semacamnya saya tidak tau. Yang pasti, sesampainya di lokasi saya melihat Reza begitu menikmati jalan-jalan kami malam ini.

Bedanya dengan Reza yang notabene adalah mahasiswa ilmu komputer, sebagai mahasiswa ilmu sosial saya memiliki ketertarikan yang lain daripada Reza. Ketertarikan saya salah satunya pada ragam matapencaharian orang di sini. Di sini, di Kota Tua, banyak sekali seniman-seniman jalanan yang mengais rizki dari mempertontonkan kebolehannya menarik penonton. Boleh jadi sebelumnya orang tidak punya background atau kemampuan dalam pertunjukan seni. Namun, seperti yang saya obrolkan dengan Reza, terkadang tuntutan kehidupanlah yang membuat orang kemudian terlatih untuk dapat melakukan berbagai hal yang dapat digantungkan penghidupannya. Tidak perduli apakah malu atau sedikit tabu.

Seperti seniman pantomim atau si pocong ini misalnya. Saya tidak yakin mulanya mereka punya bakat dan kemauan untuk menjadi seperti ini (seniman jalanan). Tapi sekarang? wah, jangan tanya. Selain kepiawaiannya mengagumkan, seharian dia manggung saja,saya yakin dia pasti punya banyak uang dibanding saya.

IMG_20140510_214023

Kalau bukan karena tau dia itu orang, udah mati kutu gue 😀 hahah.. #kotaTua #Jakarta

Si Cuplin... Mentang-mentang baju kita sama belang, trus seenaknya aja gue diledekin sama dia.. haha  #siCuplin #pantomim #kotatua #Jakarta

Si Cuplin… Mentang-mentang baju kita sama belang, trus seenaknya aja gue diledekin sama dia.. haha #siCuplin #pantomim #kotatua #Jakarta

Di tengah hiruk pikuk, padatnya kota Jakarta, mungkin sebagian besar orangnya mencela bagaimana kota besar seperti Jakarta yang seharusnya memberikan kemudahan bagi penduduknya dalam mencari rizki dan biaya penghidupan, justru melahirkan kumpulan orang-orang jalanan seperti ini—yang dicap gelandangan, orang buangan, pinggiran, pengemis bahkan.

Meskipun demikian, Jakarta perlu berbangga memiliki orang-orang seperti ini. Orang-orang yang mau dan berani gigih mengais rizki, kerja keras setiap hari tanpa menggantungkan sepeserpun dari pemerintah. Orang-orang yang tulus mencari penghidupan, bukannya orang-orang yang berada di balik motif prestise dan kedudukan.

IMG_20140510_214854

Aduh ini tadi Kyai Siapa ya namanya… ? #kotaTua #Jakarta

IMG_20140510_215739

Kalau ngga ada Reza, pengen banget gue tadi beli ini. Haha 😀 #kotaTua #Jakarta

Terang saja, kami sebagai mahasiswa punya misi yang besar untuk bisa menjadi lebih baik dari mereka. Diberi kesempatan mengenyam bangku pendidikan tinggi membuat kami sadar pentingnya usaha dan kerja keras, serta tentu saja kesungguhan. Karena bukanlah cita-cita kami, menjadi sosok yang hanya menggantungkan kebutuhan pada pemerintah seperti citra yang kini melekat pada batang tubuh PNS. Kami tidak ingin menjadi demikian. Tentu saja tidak.

Well, sesungguhnya saya sedikit jengkel dengan Reza hari ini. Keinginan kami semula hanyalah berwisata, bersenang-senang. Namun rupanya Reza tertarik mendengarkan saya mengoceh tentang Durkheim, pembagian kerja, solidaritas, integrasi dan konsensus. Hihihi. Dia malah bertanya banyak, membiarkan saya nyerocos banyak-banyak. Alhasil, bukanya bersantai kami malah membahas konsep-konsep perkuliahan dan masa depan. Fyuh…

Tapi tidak mengapa, saya malah senang bisa berbagi ilmu dengan Reza. Lagipula, bukankah itu yang dilakukan orang-orang dengan pikiran yang kuat? Strong minds discuss ideas, average minds discuss events, weak minds discuss people (Socrates).

Nah, malam Minggu ini sungguh luar biasa. Lain kali kita belajar ke sini lagi. Ok, Za? 🙂

IMG_20140510_212703

Saya dan Reza berpose di Kota Tua #kotaTua #Jakarta

Lihat foto selebihnya di Album G+ saya

Advertisements

4 thoughts on “Malam Minggu Kota Tua

  1. Mechta

    Siip.. asyik jalan2nya, Tina… jadi pengen nyoba juga klo kapan2 ke ibu kota hehe… etapi, moga2 gak ketemu yg pocon itu, asli maupun palsu! 🙂

    Like

    Reply
    1. Tina Latief Post author

      Iya mba, asyik ternyata jalan-jalan malam…
      Yuk mba Mechta nanti kalau ke Ibu Kota kabar-kabar. Hehe, masih ada kelelawar, pahlawan dll kok mba selain pocong.. 😀

      Like

      Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s